
Cukup lama aku tertidur saat aku mendengar gelak tawa. Ternyata Sahid dan Riyan sedang asyik menganggu tidur nyenyak Beny dengan mulut terbuka.
"Ini sudah dimana?" Tanyaku dengan sisa ngantuk yang masih ada.
"Masih jauh,By...Belum ada setengah jalan.."Jawab Sahid seraya menoleh kepadaku.
Aku melihat Ansel sudah tertidur di kursi depan, posisi kak anton sudah di gantikan Yudi. Sepertinya tidurku benar - benar nyenyak tidak menyadari pergantian pengemudi.
Roy masih larut dalam mimpi-mimpi "ini anak dari awal berangkat belum sadar - sadar juga yah?" Tanyaku lagi pada Sahid.
"Iya,masih sibuk dengan mimpi-mimpinya..." Ucap Riyan pula sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Kalian tidak tidur..?" Tanyaku lagi pada mereka.
"Tidak,belum ngantuk..." Sahut Sahid yang diikuti anggukan kepala Riyan mengiyakan.
Aku kembali membenarkan posisi dudukku seraya melihat-lihat pemandangan di luar jendela mobil. Cahaya matahari mulai meredup, sepertinya aku melewatkan jam makan siang.
"Kalian tidak lapar?" Tanyaku lagi.
"Kenapa,baru merasa lapar?" Tanya Sahid pula.
"Iyaalah,aku tidur lama juga,sudah sore begini.." Kataku lagi.
"Yud,Cari rest area kita makan dulu..tidak cukup kalau mengganjal perut cuma dengan roti atau keripik...Aku pikir kalian ingin puasa.." Kata kak Anton pula tertawa menggoda kami.
"Ok..." Sahut Yudi singkat.
Yudi menepikan mobil di pinggil pantai yang memiliki rumah-rumahan, sepertinya memang sengaja di bangun untuk digunakan oleh orang - orang dalam perjalanan jauh.
"Kita sudah sampai,yah..?" Kata Beny sambil meregangkan ototnya menyadari mobil menepi.
"Aduuuhh,Beny...!!! Kamu benar-benar yah,tadi kaki sekarang kepala..." Keluh Riyan sambil mengelus kepalanya.
"Maaf...Maaf....." Kata Beny seraya turun dari mobil.
Aku turun dari mobil paling akhir, kuhirup udara laut yang cukup menenangkan. Pemandangan yang memanjakan mata tersaji di hadapanku. Sungguh indah ciptaan yang maha kuasa. Beny sudah sibuk menurunkan bawaan makanannya di bantu yang lain.
"Mikirin apa,By..?" Sapa Roy yang sudah berdiri di dekatku menghadap ke laut.
"Kamu sudah bangun? Aku hanya menikmati ciptaan yang maha kuasa.." Ucapku masih menatap lurus ke depan.
"Iyaa,itu si Beny sama Riyan selalu seperti tikus dan kucing.Berisik..." Kata Roy sambil meregangkan otot- otot badannya.
__ADS_1
"Udaranya enak,yah..." Ucap Roy lagi.
"Iya..." Jawabku singkat terbuai dengan indahnya ciptaan tuhan.
Pikiranku melayang melihat pemandangan indah di depan mata, akankah hidupku terus seperti ini?Aku berharap mendapatkan wanita yang mau menerima aku apa adanya,bisa membantuku mengubah semua kebiasaan burukku. Aku ingin menjadi hamba Allah SWT yang baik,yang taat padanya.Entah kapan aku bertemu dengan sosok itu. Dulu aku berharap wanita itu ada Ainun,dia selalu bisa kuandalkan, tapi ternyata dia bukan jodohku.
"Aby...Roy...!!! Sedang apa disitu, kemari..Kita makan dulu..." Teriak kak Anton pada kami, membuyarkan semua khayalanku.
"Ayoo,by..." Ajak Roy kembali karena melihatku belum bergerak meninggalkan tempatku berdiri.
"Waaahh,kelihatannya enak-enak niihh..." Seru Roy saat melihat aneka makanan yang terhidang dan sudah mengambil posisi duduk di samping kak Anton.
Kami semua makan dengan lahap,Tak ada suara percakapan. Kami semua menikmati makanan yang ada di piring kami masing-masing, makan siang sekaligus makan malam sepertinya. Makanan yang di bawa Beny dan Roy benar-benar cukup disantap oleh kami berdelapan. Semuanya tandas tak bersisa, untuk makan malam biar dipikirkan nanti saja. Toh,masih banyak cemilan lain di mobil. Mama juga sempat membuatkanku dan Ansel makanan yang bisa di santap meski mobil sedang berjalan.
Setelah puas menikmati makanan, kami kembali duduk kembali menikmati udara pantai. Matahari sudah kembali ke peraduan, senja perlahan berganti malam.
Sayup-sayup terdengar suara azan, ternyata ada mesjid yang tidak jauh dari tempat kami berhenti.
"Shalat dulu,Yuuukk...?" Ajak kak Anton pada kami. Tanpa suara kami semua mengikuti langkah kak anton ke arah mesjid. Setelah mengambil air wudhu kami semua masuk ke mesjid dan ikut shalat berjamaah.
Sangat tenang...itu yang kurasakan saat setelah menunaikan shalat magrib berjamaah. Kami kembali ke tempat tadi, karena mobil memang terparkir disana. Cukup lama kami masih menikmati udara pantai sambil menikmati cemilan yang ada. Tidak hanya kami, ada beberapa mobil yang singgah melepas penat perjalanan seperti kami.
Setelah shalat isya kami melanjutkan kembali perjalan kami, masih Yudi yang menyetir. Kali ini Ansel sudah bertukar tempat dengan Roy, supaya lebih mudah saat Yudi ingin digantikan. Kak Anton sudah terlelap sejak tadi, pasti dia lelah mengemudi sepanjang hari.
"Tidak menyesel aku ikut, pemandangan sepanjang jalan sangat menarik..." Celetuk Beny sambil tak henti memandang keluar jendela.
"Kamu baru pertama kali jalan ke daerah sini yah,Ben..?" Tanyaku padanya.
"Iya...Baru kali ini dengan perjalanan darat,biasa terbang..." Ucapnya sambil tertawa.
"Iya,paham...Anak mami..." Sindir Riyan.
"Syirik aja siih,Yan...." Ucap Beny kesal.
"Kalian yah,sukanya ribut saja....bagi sini keripiknya,Ben..." Gerutukku pada mereka.
"Yan,,cewek cantik...." Seru Roy menunju ke arah kanan jalan.
"Tidak bisa di godain,Ro....mobil tidak berhenti..." Kata Beny menimpali.
"Ben...suka banget siih,manggil aku begitu...Roy,Ben...." Keluh Roy kesal setiap di panggil Ro oleh Beny.
"Anggap saja panggilan sayangku,Ro...." Ucap Beny santai sambil terus mengunyah.
__ADS_1
"Suka-suka kamulah...." Kata Roy makin jengkel.
"Kayanya disini pakalan cewek-cewek baik-baik deh..tuh berjejeran di bawah lampu remang-remang..." Kata Riyan yang rupanya sejak tadi memperhatikan sepanjang jalan.
"Baik - baik?Kebalikannya kali, Yan...." Protes Beny lagi.
"Baiklah,Ben..kan suka baik-baikin cowok-cowok yang singgah...." Kata Riyan sambil menunjuk salah satu cewek yang lagi ngobrol dengan seorang pria.
"Yud,singgah di depan tuhh...itu tuhh..." Tunjuk Riyan lagi.
"Apaan sih,Yan...perjalanan kita masih jauh yah..jangan Aneh-aneh.." Tegurku padanya.
"Kamu tidak tergoda tuh,By..Cuci -cuci mata dulu lah...Nikmati perjalanan kita..." Kata Riyan mengodaku.
"Nih,Yan....air putih buat cuci mata..." Kata Beny polos sambil menyodorkan sebotol air putih.
"Hahahahahaa....mantap,Ben..." Tawaku dan yang lain melihat tingkah Beny dan Riyan yang mulai dorong-dorongan botol.
" Benar,Yan...cuci mata pakai itu saja..." Kata Yudi pula senyum-senyum menimpali.
"Ada apa siih ribut banget...?" Kata Ansel terbangun sambil memperbaiki posisi duduknya lagi.
"Telat kamu,Sel..Tadi banyak cewek mangkal pinggir jalan...." Kata Riyan memanas-manasi.
"Ooh,Iya..kata kak Anton memang kalau sudah hampir lepas sepanjang pantai tadi ada pangkalan cewek esek-esek..." Jelas Ansel membenarkan.
"ooh,kak Anton tahu?Pantas lebih milih tidur dianya..." Komentar Riyan pula.
"Iya,aku juga tahu.. Cuma malas saja buat cerita karena pasti ujung-ujungnya seperti tadi, Riyan minta singgah disitu...." Jelas Yudi pula tertawa.
"Untung Sahid masing ngorok..Dia kan satu aliran sama Riyan..." Godaku pula pada Riyan.
" Hahahhahha..." Tawa kami pecah menertawakan Riyan yang sudah ngedumel sejak tadi. Beny tampak sangat puas sekali melihat Riyan kesal seperti itu.
Perjalanan kami masih panjang, masih memakan wktu sehari semalam lagi sebelum tiba di tempat om Riswan.
***maaf Slow Up reader cantik N ganteng.....akibat kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa dihindari,maaf yaahh.....***
Happy Reading......
...***please dukung aku yach,aku harap karyaku bisa memuaskan reader semua.. terimakasih dan maaf bila masih banyak typo nya.***...
...###jangan lupa tinggalkan jejak yach,koment,like, dan jangan lupa vote nya juga terimakasih. ###...
__ADS_1