True Love Bad Boy

True Love Bad Boy
Digerebek Polisi


__ADS_3

Kebersamaan kami berlanjut hingga malam hari tentunya tanpa cewek-cewek cantik tadi. Kami sudah menyuruh pulang bukan hanya karena sudah malam tapi kasian juga melihat wajah cemberut Beny yang sudah berjam-jam.


"Sudah jangan cemberut terus, makin jelek loh.." Goda Sahid sambil mencolek pipi cabi Beny.


"Apa sih, Hid.. colek-colek... Memangnya aku sabun...".Jawabnya sinis dan menggeser tempat duduknya.


"Main gitar deh,Ben... biar tidak cemberut lagi." Kataku pula mebujuk Beny.


Kami sedang nongkrong di pinggir jalan depan rumah Yudi, sedikit keluar dari halaman, memisahkan diri dari tamu-tamu yang masih berdatangan. Memilih tempat yang lebih sepi di sudut luar halaman rumah.


Ternyata keluarga Yudi mengadakan Syukuran besar - besaran dengan hasil panen tahun ini, bukan hanya para tetangga yang di undang tapi banyak keluarga jauhnya yang berdatangan. Kata Ansel sudah dua malam rumah Yudi seramai itu.


🎶Jreenggg.... Jjjreengg....🎶


" Ben,main yang benar kenapa sih... Bikin kuping sakit kalau begitu mainnya..." Tegur Ansel karena Beny memainkan gitarnya asal-asalan hingga mengeluarkan bunyi yang nyaring tapi tak berirama.


"Iyalah, kakak Ansel.... kakak Aby menyanyilah..." Ucap Beny sedikit malas.


🎶🎶🎶


Bersenang-senanglah.....


Karna hari ini yang kan kita rindukan....


Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan....


Bersenang-senanglah....


Karna waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua.....


🎶🎶🎶(Sheila On 7_Sebuah kisah klasik)


Beny Asyik sendiri dengan lagunya meski dengan suara yang sangat pelan dan memelas.


" Masih lapar,ben..?Lemes amat... "Ejek Roy pula.


" Main sendiri deh,Ro..." Ucap Beny menyerahkan gitarnya pada Roy.


" Apaan sih,ben...Ro...? Roh halus begitu.."Tanya Riyan yang lagi menertawakan Roy.


" Enak aja ganti-ganti nama orong, Roy Ben...Roy....." Seru Roy kesal.


" Apaan sih, pada tidak jelas.... Jangan bertengkat, niih.. pada makan aja..."Pisah Yudi yang datang dengan membawa berbagai cemilan di nampan yang dia pegang.


" Mantap, nih kakak Yudi....minumnya mana?" Kata Beny yang akhirnya berbinar melihat banyak kue di hadapannya.


" Kalau makanan saja langsung deh galaunya hilang.." Cibir Sahid pula.


" Emangnya Beny kenapa, Hid...?" Tanya Yudi sambil duduk di sebelah Ansel.


" Biasa obatnya lupa dia bawa jadi tidak di minum tadi, makanya bawaannya cemberut terus..tapi sepertinya sudah baikan karena kue yang kamu bawa...."Jelas Dion pula senyum-senyum.


" Bantu aku ambil nampan air panas deh,Ben.... Ayoo, nanti kamu tersedat tidak minum..." Ajak Yudi akhirnya.


" Dimana? Awas jangan ada yang habiskan kuenya, aku tinggal sebentar.." Katanya sambil menarik lengan Yudi menujuk ke arah rumah.


" Iyaa, kami sisakan kok piring kuenya buat kamu, Ben.." Teriakku karena Beny sudah menjauh dari kami.


"Dor...dorr.....ddooorr.."

__ADS_1


3 kali suara tembakan kami dengar,kami masih santai saja di tempat duduk masing-masing. Namun berbeda kala Sahid berlari ke arah kami.


"POLISI... POLISI....LARI...LARI...!!!!!" Ucapnya sambil terus berlari melewati kami.


Ansel, Riyan,Dion dan Roy berlari meninggalkanku yang seperti tidak punya tenaga untuk bergerak dari tempatku duduk.


Orang-orang di rumah Yudi menatap ke arah kami penasaran dengan apa yang terjadi. Aku masih duduk tak bisa beranjak ketika salah seorang polisi tampak mendekat padaku.


"Kamu yang namanya Aby...?" Tanyanya seraya pasang tampak galak di depanku. Beberapa polisi pun sudah mendekat, tampak senjata yang mereka pegang masing-masing.


"Bukan pak,nama saya Byan..."Jawabku berusaha tampak tenang.


"Yang nama Aby, mana?" Tanya polisi yang satu lagi.


" Tidak ada yang namanya Aby disini,pak..." Jawabku lagi kalem masih berusaha terlihat santai.


" Ya,sudah cari di tempat lain..." Seru polisi Pertama pada rekan-rekannya,tapi perhatiannya masih tertuju padaku.


" Ada,apa yah pak...?" Tanyaku kembali tetap dengan mimik sedatar mungkin.


" Pelaku pemukulan atas nama Tuan Kifly... pelakunya ada 4 orang.. Aby, Ansel, Riyan, dan Sahid... apa kamu kenal....?" Katanya kembali sambil menelisik penampilan dan mimik perubahan wajahku.


" Oogh....Maaf tidak,pak..." Jawaku singkat tapi menyakinkan.


" Ayoo....Cari lagi di tempat lain...." Serunya pada anggota polisi yang lain.


Kemudian berlalu meninggalkanku. Aku hanya mengangguk mempersilahkan mereka berjalan di depanku. Sekitar 10 orang polisi berlalu melewatiku lengkap dengan senjata masing-masing di tangannya.


Setelah semuanya benar-benar hilang dari pandanganku. Aku beranjak menuju rumah Yudi, setidaknya masih ada Beny dan Yudi disana.


" Kak, lihat Yudi dan Beny tidak.....?" Tanyaku saat melihat kak anthon sedang ngobrol dengan beberapa bapak-bapak.


" By, itu tadi kenapa polisinya banyak sekali? Ada apa?" Tanyanya penasaran.


" Katanya nyari orang kak...tapi aku tidak kenalan siapa nama yang dia sebut tadi.."Jawabku beralasan.


" Lalu kenapa yang lain pada kabur..?" Tanya kak Anthon masih penasaran.


" Biasalah kak, kalau punya salah memang begitu. Lihat polisi saja sudah pada takut...."Jawabku sambil tersenyum menutupi yang sebenarnya.


" Yaa,sudah kak.. Aku menemui Yudi dan Beny dulu.." Kataku hendak berlalu.


Kak anthon hanya mengangguk dan mengikuti arah aku berjalan dengan pandangannya.


" Heeiii....lama banget di tungguin di depan,mana yang lain kabur semua. Ini lagi malah sembunyi disini atau lagi PDKT... " Omelku seraya menjitak kepala Beny yang Asyikk gombalin sepupu Yudi.


" Aduh,By...Sakit tahu... Tidak pake jitak-jitak kepala juga..." Seru Beny sambil mengusap kepalanya.


" Yudi mana...?" Tanyaku lagi tidak peduli dengan keluhan Beny.


" Tuh mojok sama Lisa...." Tunjuk Beny ke arah pohon mangga yang disulap jadi dapur umum.


Tampak beberapa panci dengan ukuran besar yang digunakan untuk masak berjejer rapi sudah dibersihkan. Keisenganku tiba-tiba muncul, aku mengambil beberapa kerikil-kerikil kecil yang tergeletak untuk melempari punggung Yudi yang membelakangiku.


Awalnya Yudi tak menghiraukan hingga batu yang agak sedikit besar yang kuarahkan tepat pada kepalanya.


" Aduh... siapa yang iseng siih...." Katanya menggerutu.


" Hahaha... makanya kalau lagi senang-senang jangan lupa sama teman." Ucapku sambil memperlihatkan diri.

__ADS_1


" Yaahh,ampun,By...... kirain tadi kamu sudah di tangkap polisi..." Kata Yudi sambil mengelus kepalanya yang sakit.


" Kenapa bisa bilang begitu...?Kamu doain aku tertangkap yah?" Tanyaku heran dengan tatapan sinis.


" Tadi Riyan nelpon, Sahid di kejar polisi...sampai mereka semua ikutan kabur, menyisakan kamu yang katanya tidak sempat melari diri." Jelas Yudi.


" Makanya aku sama Beny stay disini juga.. daripada nanti malah salah ngomong kalou ketemu polisi. Lebih baik cari aman kan..." Sambung Yudi lagi beralasan.


" Oohh,pantasan aku tunggu tidak ada yang muncul... Mereka sembunyi dimana? Larinya terlalu jauh yah?" Tanyaku kembali penasaran.


" Ansel ,Dion sama Roy..di kebun singkong pak Budi..Sahid dan Riyan katanya di rumah-rumah sawah pak Ishak.."Jelas Yudi lgi.


" Mereka itu lari..?Cepat juga lari mereka.. suruh balik kesini... Enak saja mereka meninggalkan Aku sendiri..." Ucapku kesal sambil senyam-senyum membayangkan mereka lari sekecang itu.


" Iyaa... Sayang,aku ke depan dulu sama Aby dan Beny yah...." Pamit Yudi pada Lisa pacarnya, yang di balas hanya dengan anggukan serta senyuman oleh Lisa.


"Maaf yah,Lis...pinjam Yudi dulu..." Kataku sambil tersenyum pada Lisa. Lisa hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan.


" Ben,.ayoo....suka banget nongkrong disitu....." Ajakku pada Beny yang masih sibuk bantu ibu-ibu membungkus kue.


" Yah, betahlah kan makan kue judulnya,By ...." seru Yudi pula meledek.


".Kakak Yudi paling paham deh...." Sahut Beny cengengesan.


".Ayoo, ke depan tunggu Ansel dan yang lain.." Ajakku lagi padanya.


" Mereka dimana?" Tanya Beny penasaran sambil mengikuti kami ke depan rumah.


" Nanti juga tahu...Yud, jangan bilang dulu kalau aku disini.." Kataku pada Yudi saat menelpon Ansel. Kami sudah duduk di teras rumah Yudi yang kondisinya sudah sepi.


" Hallo,sel...ke rumahku lagi.. masih bisa jalan kan?" Kata Yudi.


"Cape..aku mau ke rumah nenek saja lebih dekat..." Balas Ansel.


"Beny masih disini loh...?" Kata Yudi lagi.


"Suruh pulang saja..atau biar dia temani kamu disitu.." Kata Ansel lagi.


"Yah,sudah...Dion dan Roy mana..motor mereka juga ada disini....."kata Yudi.


"Nanti aku antar pake motor Om Irwan,aku sudah di rumah nenek ini..sudah dulu..." Jelas Ansel dan menutup panggilan.


"Ansel sudah di rumah nenek,By....mau pinjam motor om Irwan untuk antar Roy dan Dion kesini ambil motor katanya...."Jelas Yudi padaku.


"Ayoo, Ben,,,,pulang saja sebelum mereka kesini...." Ajakku pada Beny.


"Katanya mau menunggu...?" Kata Yudi bingung melihatku.


"Ngantuk.. paling mereka cuma ambil motor terus pada balik...." Kataku hendak bersiap menuju motor Beny.


"Kamu yang bawa yah,By...." Kata Beny senyum-senyum.


"Ngeledek yah,Ben..awas yah..." Kataku sambil mengancam. Aku paling malas bila di suruh bawa motor,lebih enak duduk santai pada boncengan motor.


***maaf Slow Up reader cantik N ganteng.....akibat kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa dihindari,maaf yaahh.....***


Happy Reading......


...***please dukung aku yach,aku harap karyaku bisa memuaskan reader semua.. terimakasih dan maaf bila masih banyak typo nya.***...

__ADS_1


...###jangan lupa tinggalkan jejak yach,koment,like, dan jangan lupa vote nya juga terimakasih. ###...


__ADS_2