
"Kenapa sudah turun saja si,By?kita masih mau dengar kamu nyanyi...." Ucap Beny bersungut -sungut.Belum sempat menjawab keluhan Beny sudah terdengar teriakan lagi.
"Byan....." Seru Melly.Aku hanya menoleh tanpa menjawab.
"Aduuhh,kenapa kesini? Sana di tenda pelaminan saja sama sintha...." Kata Beny protes.
"Eh,sama Ansel tuh...tuh...." Ucap Beny lagi sambil menunjuk ke arah Ansel.
"Sel...Ansel...di cari sama Melly niih..." Teriak Beny lagi sambil melambaikan tangannya pada Ansel.Kulihat Ansel menoleh dan berjalan ke arah kami.Aku hanya geleng-geleng melihat kelakuan Beny.
"Apaan sih Ben,reseh deh..." Kata Melly kesal.
"Hai,Mel..." Sapa Ansel setelah berada di samping Melly,di jawab dengan senyuman oleh Melly.
"Siapa yang ngundang sih?" Ucap Beny bersungut-sungut.
"Aku dengar loh, Ben..." Kata Melly kesal.
"Sudah..kalian ini kalau ketemu pasti ribut." Ucap Yudi menengahi.
"Kesana yuukkk,Mel....Daripada cemberut karena Beny..." Ajak Ansel pula sambil menunjuk ke arah tenda pelaminan.
Melly mengangguk pasrah dengan ajakan Ansel,mereka berjalan menuju tenda pelaminan untuk menikmati hidangan disana sambil ngobrol tentunya.Meski Melly terlihat malas awalnya,dia cukup menikmati kebersamaannya dengan Ansel pada akhirnya.Aku memperhatikan tingkah mereka dari jauh,cukup bisa membuatku tersenyum untuk sesaat.
Ah,aku kenapa sii kayak orang sakit gigi bawaannya malas mengeluarkan suara serasa ada yang hilang,hatiku terasa kosong.
"By,dari tadi diam saja.sakit gigi yah?" Ledek Beny lagi.Aku hanya menoleh dan tersenyum,benaran aku kenapa sih ini.
"Aku pulang duluan yah?" Kataku akhirnya.
"Kok pulang,belum juga foto-foto?" Kata Riyan menimpali pula.
"Gerah..mau ganti baju dulu,nanti aku kesini lagi." Kataku sambil menunjukkan bajuku yang basah akibat keringat.Cuaca memang cukup panas seharian ini termasuk hatiku lagi panas membarah gaezz.
"Jangan lama - lama...nanti malah alasan ketiduran lagi." Kata Beny sewot.
Anak itu memang paling sewot dan reseh dari yang lain,aku hanya tersenyum dan mengangguk.
"Aku antar saja yah biar cepat?" Tawar Benylagi.
"Yaah sudah,ayo...." Putusku akhirnya.
Selang 2 jam aku dan Beny sudah kembali ke rumah Roy.Pantas menawarkan tumpangan,Beny sama - sama kepanasan.Kami sudah segar dengan pakaian yang baru di ganti.
Setalah cukup lama membantu merapikan sisa - sisa acara tadi.Disinilah kami sekarang,di bawah pohon mangga di samping rumah Roy yang selalu jadi tempat favorit kami bila sedang disini.Beny sejak tadi sudah jrang jreng dengan gitarnya.
"Nyanyi yuuck,By..." Ajak Beny padaku.
"Tuh nyanyi sama Riyan..." Kataku sambil menunjuk pada Riyan.
"Suara Riyan pales.." Kata Beny sambil berbisik.
"Kayak suara kamu tidak fales saja,Ben." Ucap Riyan melotot.
__ADS_1
"Tidak ada yang bikin fres ini minumannya?" Kata Sahid.
"Apa dulu nih,sirup atau jus?" Cerocos Beny lagi.
"Botolan saja yuukk?" Kata Dion menawarkan.
"Kamu yang traktir yah?" Kata Beny lagi sambil senyum - senyum.
"Patungan lah..." Kata Sahid lagi.
"Nih..sisanya tambahin...." Kataku menyodorkan beberapa lembar uang.
"Wiihh,Abyan..paling toplah...Paling paham deehh."Seru Beny lagi.
"Ini,sudah cukup belum?" Kata Ansel pula menyodorkan uangnya.
"Ini aku sama Roy.." Kata Riyan pula.
"Ok,aku dan Sahid tidak usaha yah?" Kata Dion cengar cengir.
"Enak saja...makin banyak makin asyiikk." Seru Beny lagi.
"Sudah,buruan sana..." Kataku pada Beny.
"Hah,aku..??temani yah,yon....." Ucap Beny malah mengajak Dion.
"Yah,sudah.ayoo...." Putus Dion.
"Seru ini..boleh gabung yah?" Kata Ainun sambil duduk dan bersandar padaku.
"Nyanyi yah By.." Kata Ainun tidak menghiraukan ucapan Roy.
"Yan,maini deh...." Kata Ainun lagi sambil menyerahkan gitar Beny yang tergeletak di sampingnya pada Riyan.
"Iyaa kak Riyan,ayo dong maini gitarnya...kak Aby nyanyi yah.." Kata sintha pula,dia memang datang bersama Ainun tadi.Riyan juga pandai bermain gitar tapi tak sepiawai Beny.
"Aduh,apaan sih ini cewek-cewek malah disini." Keluh Roy mulai gusar.
"Eh, ada sii cantik..." Sapa Beny pada Sintha sambil meletakkan bawaannya.Sintha jadi senyam senyum dibuatnya.
"Jangan mulai deh,Ben.itu adikku loh..." Kata Roy sok tegas.
"Santai kakak....peace!" Kata Beny menaikan kedua jarinya.
"Kak Ainun...Sintha....!!" Terdengar teriakan dari arah teras Roy,tampak 3 gadis memandang ke arah kami.
Ainun dan Sintha hanya melambaikan tangan sebagai isyarat mengajak mereka bergabung.Rita, Jihan dan Nana berjalan kearah kami,yah kami juga mengenal baik mereka,usianya sepantaran Roy.
"Aduh malah, bertambah lagi....Huusshh....,sana..sana..di dalam rumah.Anak perawan tidak baik di luar malam hari." Protes Roy mengusir semua sepupunya,yang di tegur malah ketawa ketiwi.
"Biarkan sajalah Roy,tidak mengganggu ini." Ucap Yudi bijak.
Makin rame lah tongkrongan kami dengan kehadiran kelima gadis-gadis ini.Aku masih lebih banyak diam.
__ADS_1
"Bawa apa,Ben?" Tanya Ainun mengalihkan perhatian semuanya, sepertinya dia tau hingga turut ikut bergabung dengan kamk.Sejak dulu dia memang selalu memintaku untuk berhenti mengkonsumsi minuman itu lagi,tapi aku belum bisa berhenti.
"Ini,Pesanan Roy....baju bekas." Katanya asal.
Beny memang suka asal ngomong kalau bicara.Ainun hanya mengerutkan kening mendengarnya.
"Main deh Ben,nih gitarnya..." Kata Riyan menyodorkan gitar yang dia pegang daritadi.Menghindari pertanyaan Ainun selanjutnya,yang pasti akan makin panjang bila tidak dipotong.
"Pengantin baru belum puas dengar suara Aby tadi siang." Jelas Riyan kembali,Beny hanya manggut - manggut mendengarnya.
"Lagu apa?" Tanya Beny lagi.
"Ruang Rindu_Letto,bisa...?" Kata Ainun sambil melirikku.
"Tidak cocok....ini saja..." Kata Beny menggeleng dan mulai memainkan gitarnya.
Jreng..jreng..jreng๐ถ๐ถ
Pertemuan yang kuimpikan
Kini jadi kenyataan....
Pertemuan yang kudambakan
Ternyata bukan khayalan....
๐ถ๐ถ๐ถ
Suara sumbang Beny terdengar menyanyikan lagu bang Haji.Kami serentak melempari Beny dengan pelastik kue yang berserakan di depan masing - masing.Ainun paling gemes sampai maju mencubit dan memukuli Beny.
"Aduh,kak Ainun sakit tahu...Kalau gemes tuh sama suaminya sana." Keluh Beny sambil mengusap bagian tubuhnya yang sakit.
"Abis suara Kak Beny jelek..Tidak usah nyanyi." Kata Sintha pula membenarkan tindakan Ainun.Beny hanya cemberut dan kembali memainkan gitarnya.
๐ถ๐ถ Ada kuda lumping..kuda lumping.....
Kesurupan...
Awas...Auuhh,aauhh,,aduuhh...sakit ๐ถ๐ถ
Kembali suara Beny bernyanyi,tapi belum sampai selesai sudah di serang oleh Sintha dan Ainun.
Aku memandangi Ainun tanpa berpaling,Ainun tak secantik seorang model tapi tak bikin bosan bila dipandang berlama-lama.Wajahnya standar indo tidak mancung ataupun pesek.kulitnya juga indonesia banget,tapi bikin aku tidak perna bosan menatapnya.Aduh...Dosa ini kayaknya mandang istri orang terus menerus.Aku masih belum percaya,bila pujaan hatiku itu telah menjadi milik orang lain.
Ainin sedang asyik menyanyi diiringi petikan gitar Beny bersama sepupu-sepupunya.Aku tahu selama ini dia juga punya suara yang lumayan.Sesekali dia melihat ke arahku dan tersenyum.Ah,aku benar - benar sudah melepaskannya.Nyeri...nyeri sekali hatiku melihat senyuman itu.
Mulai malam ini sepertinya aku harus menjauh dulu dari rumah Roy untuk beberapa waktu.Memberikan ruang pada Ainun agar menerima suaminya.Jangan sampai hubungan Ainun dan suaminya menjadi kacau karena kehadiranku.
Akhirnya aku dan kawan-kawanku kembali menikmati minuman yang di larang agama dan negara seperti hari-hari yang lalu,tentu setelah para gadis masuk kembali ke dalam rumah.Tidak sampai mabuk kok.Cuma sampai tak bisa bangun saja,tertidur pulas di bawah pohon mangga secara berjamaah.
Happy Reading.....
...###Hai reader sekalian....Mohon dukungannya yah,dikarya pertamaku ini......
__ADS_1
...jangan lupa koment,like dan vote nya juga...makasih,mohon maaf bila masik banyak Thpo nya.. ####...