True Love Bad Boy

True Love Bad Boy
Ngepantai Nyantai 2


__ADS_3

" DANTI...!!!" Suara teriakan terdengar dari kejauhan. Kami semua serentak menoleh ke asal suara.Tampak beberapa gadis berjalan ke arah kami, sepertinya mereka teman-teman Danti.


Beny dan Riyan sudah grasak - grusuk membenarkan posisi mereka tebar pesona. Aku hanya memperhatikan gadis - gadis itu yang berjalan makin dekat ke arah kami. Tampak salah satu dari mereka sangat menarik perhatianku, manis menurutku.


"Hai,kalian juga disini?" Tanya Danti saat semuanya sudah berhadapan dengannya.


"Iya, pantas aku telpon tapi tidak kamu angkat lagi sibuk rupanya." Ucap salah satu teman Danti.


" Iya, lagi nyantai bareng keluarga." Balas Danti tersenyum.


" Ooh, ya... kakak - kakak sekalian kenalkan ini teman - teman Danti....yang ini Ranti, cherly, Erni, Tania dan Nuri..." Kata Danti memperkenalkan satu persatu kawan - kawannya pada kami.


"Hai, Semua salam kenal. Nama aku Riyan.. Itu Sahid, Roy, Ansel, Yudi, Aby, dan itu Beny." Ucap Riyan mewakili sambil menunjuk kami satu persatu penuh senyuman.


Aku hanya menoleh sebentar saat Riyan menyebut namaku dan kembali menatap gadis yang menarik perhatianku, ternyata namanya Nuri. Aku lihat dia paling menarik diantara semuanya. Aku kembali fokus pada ikan yang ada di hadapanku, sesekali aku mebolak - balik agar matangnya merata. Kulihat Ansel juga tidak terpengaruh dengan ke datang para gadis itu, dia juga masih fokus dengan pembakaran jagungnya.


Beny dan Riyan jangan ditanya mereka mulai sibuk mendekati gadis - gadis itu yang kini telah bergabung dengan tante Rasty. Sesekali terdengar tawa mereka karena dicandai Beny dan Riyan.


" Kak, kenapa tidak ikutan kenalan?" Tanya Winda yang mengagetkanku.


"Nanti ikannya hangus kalau ditinggal." Ucapku seraya tersenyum.


"Mereka itu teman sekolah atau teman kuliahnya Danti?" Tanyaku lagi pada Winda yang sedang mengangkat ikan yang sudah matang dari perapian.


"Semuanya sahabat kak Danti dari kecil. Mereka lagi pada liburan, sekolah di kota semua.Sepertinya mulai besok rumah bakalan tambah ramai deh, kak." Kata Winda sambil sesekali menoleh ke arah Danti.


"Karena kami?" Tanyaku.


"Bukanlah,kak.. Karena itu..." Ucap Winda sambil melihat ke arah Danti dan kawan - kawan yang sedang tertawa.


"Oh, memangnya semuanya nginap di rumah?" Tanyaku makin penasaran.


" Tidak sih kak, Tapi pasti selalu kumpul." Dari pagi sampai sore atau malam. Kadang pada di jemput baru pada pulang, kadang juga papa yang mengantarkan mereka satu persatu,kadang juga nginap sih." Ucap Winda sambil menarawang lalu menarik nafas panjang.


" Kamu tidak suka kalau rumah ramai, atau kamu tidak suka sama mereka?" Tanyaku makin penasaran, kini bahkan aku mulai fokus pada obrolan kami. Untungnya ada Ansel dan Yudi yang masih sigap membolak balik ikan dan jagung di perapian.


" Malas saja melihat mereka kecentilan seperti itu." Ujar Winda dengan wajah cemberut melihat ke arah meja hidangan dimana Danti dan teman - temannya sedang berkumpul.


Tampak Sahid dan yang lain sudah disana, memang ikan dan jagung yang kami bakar hampir semuanya sudah terhidang. Aku , Ansel dan Yudi tinggal merapikan sisa pembakaran saja.


" Mungkin mereka cuma ingin berkenalan dengan kakak - kakakmu ini, Win. Nanti juga kalau sudah kenal mereka yang akan menjauh. Ayoo kesana..." Ucapku sambil tersenyum dan mengusap kepalanya.

__ADS_1


" kenapa kak? Kok menjauh?" Tanya Winda penasaran dengan ucapanku.


"Lihat saja tingkah mereka tidak ada yang beres." Ucapku sambil menunjuk dengan dagu ke arah Beny dan Riyan.


" Tapi kak Beny lucu,kak.." Seru Winda berbinar melihat ke arah Beny.


" Kayaknya ada yang mulai naksir ini?" Ucapku sambil senyum - senyum pada Winda.


" Siapa kak? Tidak..Tidak,kak.. Bukan begitu..." Kata Winda gugup salah tingkah.


" Iya juga tidak apa - apa,Win..." Ucapku tetap tersenyum meledek.


Kami berjalan beriringan menuju meja hidangan. Ansel dan Yudi berjalan lebih dulu, jadilah aku dan Winda asyik ngobrol sambil berjalan di belakangnya.


Aku serasa sedang ngobrol dengan Davina, Winda sepertinya memang seumuran Dengannya. Mungkin karena itu aku merasa nyaman ngobrol dengan Winda, aku rindu dengan Davina. Sudah lama aku memang tidak pernah ngobrol banyak berdua dengan Davina lagi.


Saat tiba di meja hidangan, kak Anthon dan om Riswan juga sudah bergabung. Aneka makanan sudah dihidangkan tante Rasty.


"Ayoo,makan dulu.. Baru berenang." Seru om Riswan.


Kami pun bergantian mengambil hidangan yang kami kehendaki dan menikmatinya. Kulihat Beny makin akrab dengan Ranti, Sahid dengan Tania juga makan bersama, Riyan juga sudah duduk berhadapan dengan Cherly, Ryo juga ikut - ikutan mendekati Erni. Tampak hanya Nuri yang bersama Danti dan Winda makan berhadapan.


Aku menikmati makananku sambil sesekali melirik ke arah Nuri yang tetap asyik mengobrol dengan Danti dan Winda tanpa mempedulikan sekelilingnya.


" Dekatin saja,By..." Seru Yudi mengagetkanku. Tampak dia senyum - senyum penuh arti menatapku.


" Siapa,Yud?" Tanya Ansel penasaran, seraya menoleh kepadaku.


" Tanyakan saja pada kakakmu." Ujar Yudi masih tersenyum mengodaku. Aku hanya tersenyum kecut dan kembali fokus menghabiskan makananku. Ansel makin penasaran dan mulai tak berhenti menatapku.


" Kenapa,Sel? Nanti kamu tersedak bila makannya seperti itu. " Ucapku sambil berlalu menumpuk piring bekas makananku dengan piring kotor yang lain di dekat Winda.


Aku berjalan menuju tepi pantai di mana tampak Beny dan Riyan dan yang sudah bermain air, sedang para gadis sedang merapikan bekas makan tadi.


" Ada yang mau lomba renang?" Tanyaku saat aku sudah berada di dekat Roy.


" Ayoo, By... Siapa takut?" Ujar Sahid seraya melepas bajunya.


" Ayoo..." Seru Beny pula sambil berlari masuk ke air dengan masih mengunakan pakaian lengkap.


" Ben, kamu tidak akan menang jika memakai pakaian seperti itu." Seru Yudi pula.

__ADS_1


" Aku pemenangnya..." Teriak Ansel pula sambil berlari ke arah ku yang sudah berada di air. Sejak kapan dia mengganti pakaian dan celana pendek?


" Yan, Ayoo..." Seruku pula pada Riyan.


" Malas deh,By..aku lupa bawa baju ganti. Kalian saja yang renang." Seru Riyan malas-malasan.


" Bilang saja mau PDKT, Yan.. Tidak usah cari alasan." Seru Beny pula mengejek Riyan.


"Yud... Kamu tidak mau berenang?" Tanya Ansel pula,saat melihat Yudi di pinggir pantai.


" Kalian saja, aku juga tidak bawa baju ganti." Sahut Yudi pula.


" Payah ini, kurang seru.. Masa cuma kita saja yang berenang." Keluh Beny memasang wajah cemberut.


" Tidak apa, Ben.. Nanti kita seret saja." Bisikku seraya memberikan isyarat pula pada Sahid dan Ansel. Mereka mengangguk mengiyakan.


Aku, Beny, Ansel dan Sahid masih asyik menikmati bermain air saat Danti dan teman - temannya mulai mendekat ke bibir pantai. Mereka juga sepertinya hendak bermain air. Aku dan Ansel memberi isyarat pada Beny dan Sahid, untuk mendekati Yudi, Roy dan Riyan.


Kamipun menyusun strategi, Sahid pura - pura naik ke pinggir pantai hendak minum padahal mengambil baskom dan mengisinya dengan air laut di tempat yang tak terlihat oleh Riyan, Yudi dan Roy.


Tak berapa lama Beny juga naik dengan alasan ingin buang air kecil. Padahal bisa saja tadi dia buang air di dalam air.


Aku dan Ansel menyusun dengan alasan kurang asyik berenang hanya berdua. Tampak sahid sudah


mendekati Yudi, tapi aku mengisyaratkan menyeret Riyan dan Roy terlebih dulu.


Tapi Ansel malah asyik bergabung dengan Danti dan teman - temannya. Hingga tiba- tiba kami mendengar suara teriakan yang membuat gagal semua rencana kami.


" AAAHHHHH....TOLOOONNNGGGG....!!!!!!"


****


...***maaf Slow Up reader cantik N ganteng.....akibat kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa dihindari,maaf yaahh.....***...


Happy Reading......


...***please dukung aku yach,aku harap karyaku bisa memuaskan reader semua.. terimakasih dan maaf bila masih banyak typo nya.***...


...###jangan lupa tinggalkan jejak yach,koment,like, dan jangan lupa vote nya juga terimakasih. ###...


~Jangan lupa di jadikan favorit juga yah~

__ADS_1


__ADS_2