
Yuda sudah menemukan keberadaan Wulan dan juga Keyla. Tadi malam Yuda langsung mencari keberadaan Wulan. Tepat tengah malam ia berhasil menemukan Wulan. Ia langsung menyusup masuk ke rumah tempat Wulan menginap, tanpa halangan dan rintangan ia bisa mengambil beberapa helai rambut Wulan yang sedang tertidur pulas.
Kemudian, pagi ini secara diam diam dia memperhatikan Keyla yang sudah bersiap untuk berangkat kerja. Saat Keyla melangkah, Yuda pun mengikutinya secara perlahan dengan pergerakan yang sama sekali tidak dicurigai oleh Keyla.
Bahkan saat Keyla menaiki bis Yuda juga ikut naik. Ia duduk tepat dibelakang Keyla. Tapi, belum lima menit bis melaju tiba tiba bis berhenti, seorang wanita hamil menaiki bis, dan rupanya tidak tersisa tempat duduk lagi untuknya. Mata Keyla melirik pada penumpang lainnya yang berpura pura tidak menyadari kehadiran wanita hamil itu.
"Mhh, sepertinya aku yang harus berdiri." Ucapnya dalam hati. Ia pun berdiri dan memapah wanita hamil itu untuk duduk di kursi yang tadi ia tempati.
"Terimakasih, dek." Ucap wanita itu yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Keyla.
Sementara Yuda hanya mendengus kesal menanggapi perlakuan Keyla terhadap wanita hamil itu. Gara gara wanita hamil itu, ia terpaksa mengurungkan niatnya untuk bisa mendapatkan sesuatu dari salah satu bagian tubuh Keyla.
"Untung gue sudah menyiapkan plan B. Kali ini tidak boleh gagal." Gumamnya dalam hati.
"Sebentar lagi target akan turun dari bis." Bisiknya melalui alat seperti earphone yang terpasang ditelinganya.
__ADS_1
Yuda memberitahukan pada rekannya yang sudah siap menyambut kedatangan Keyla di halte depan Indomart.
Lima belas menit kemudian, bis berhenti di halte depan Indomart. Keyla turun dengan langkah santai seperti biasanya. Ia bahkan tidak menyadari saat seseorang menarik sehelai rambut panjangnya yang diikat ekor kuda.
"Apakah kamu berhasil?" Tanya Yuda pada pria yang menarik sehelai rambut Keyla.
"Ya, saya berhasil kapten." Ucapnya sambil memandangi sehelai rambut panjang Keyla yang digenggamnya.
Yuda tersenyum puas, kemudian ia pun langsung turun dari bis untuk mengikuti langkah rekannya menuju mobilnya yang terparkir di seberang jalan sana.
"Langsung ke Laboratorium." Perintah Yuda saat memasuki mobilnya.
Mobil itu pun melaju kencang menuju laboratorium. Yuda akan melakukan tes DNA untuk mengetahui apakah Wulan atau Keyla yang merupakan putri kandung Cakra. Ia juga sudah memiliki sample darah milik Cakra yang didapatnya saat Cakra mengikuti acara amal donor darah beberapa waktu lalu.
Tidak berapa lama, mobil Yuda pun tiba di halaman laboratorium. Ia segera turun dari mobil, lalu memasuki laboratorium dengan membawa sample darah milik Cakra, sample rambut milik Wulan dan Keyla.
__ADS_1
"Pagi Lia!" Sapa Yuda pada seorang perawat yang bertugas di laboratorium.
"Pagi, mas Yuda." Jawab wanita bernama Lia itu sambil tersenyum manis.
"Ini sample tiga orang yang berbeda. Sudah ada namanya disetiap sample." Memberikan sample yang dibawanya pada perawat itu.
"Apa ini rahasia?" Tanya wanita itu memastikan.
"Iya. Ini sangat rahasia."
"Baik mas Yuda." Ia langsung mengambil sample yang diberikan yuda dan meletakkan ditempat yang aman.
Kemudian, Yuda membisikkan sesuatu pada perawat itu. Dilihat dari raut wajah perawat itu, ia tampak terkejut dan sedikit kebingungan.
"Aku percaya sama kamu. Rahasiakan tentang kedatanganku hari ini." Ucap Yuda dengan tatapan tajam yang membuat perawat cantik itu menunduk.
__ADS_1
"Aku akan merahasiakan tentang hal ini, mas Yuda." Jawabnya pelan dengan keadaan masih menundukkan kepalanya.
Setelah merasa yakin perawat catik itu akan menjaga rahasia, Yuda pun bergegas meninggalkan Laboratorium.