Tuan Putri Yang Hilang

Tuan Putri Yang Hilang
Bab 74 Membebaskan Keyla


__ADS_3

Berkat bantuan Encik Emran, Bara dan Timo bebas dari para polisi itu. dan saat itu jugalah Bara mendapat telepon dari Jehan yang mengatakan bahwa Keyla adalah putri kandung Cakra dan Wulan adalah putri kandung Diki.


Bara meminta Jehan untuk membantu Timo menangkap Diki di Malaysia. Sementara dia kembali ke Jakarta untuk membebaskan kekasihnya, gadis bermata biru yang sangat dicintainya.


Sedangkan Yuda, saat ini sedang menyiksa Keyla atas perintah Jeydan.


"Lepas.. lepaskan aku!" Teriak Keyla histeris.


Dia di gantung diatas air yang didalamnya terdapat begitu banyak buaya yang siap menerkamnya.


"Aakkkhh.. toloooongggg.." Keyla benar benar ketakutan, terlebih saat mulut mulut buaya itu menganga untuk meraih kakinya.


Keyla hanya bisa mengangkat kakinya perlahan, tanpa bisa bergerak lebih kuat, karena jika melakukan itu, tali yang mengikat tangannya tergantung bisa saja putus dan tubuhnya akan masuk kedalam sarang buaya.


"Bagaimana Cakra? Serahkan perusahaanmu padaku, atau putrimu akan menjadi santapan buaya."


Jeydan melakukan panggilan video dengan Cakra yang benar benar kaget melihat keadaan Keyla.


"Berani kau menyakiti putriku, aku pastikan putrimu juga mati, Jeydan." gertak Cakra yang sudah mengirim anak buahnya untuk menangkap Klara dan Karina.


Tidak lama berselang, Video rekaman Klara dan Karina yang tertangkap oleh anak buah Cakra, segera Cakra kirimkan pada Jeydan.


"Aku tidak peduli, Cakra. Apa kau bodoh, aku tidak pernah menganggap bayi yang lahir dari rahim wanita murahan itu adalah putriku." Jeydan tertawa puas dan dia mengejek Cakra yang masih saja kalah olehnya.


Sementara itu, Bara sudah tiba di kediaman Jeydan. Dia mulai bertarung melawan anak anak buah Jeydan. Sementara Jeydan dan Yuda tidak menyadari kedatangannya.

__ADS_1


Dengan mudah Bara menyusup masuk ke gudang tempat Keyla tergantung saat ini. Sementara Yuda hanya tersenyum senyum merasa menang, sambil menjaga di depan pintu gudang dan mendengarkan pembicaraan Jeydan dan Cakra. Sementara rekan rekannya yang lain sudah pada tidak sadarkan diri dibuat oleh Bara.


"Keyla!" Seru Bara berbisik, membuat Keyla menoleh hingga tali yang mengikat tangannya terayun kuat.


"Aaawwkkh.." Teriak Keyla ketakutan karena tali itu semakin membuat tubuhnya merendah. Bahkan jika Keyla tidak menarik kakinya ke atas, maka kakinya itu sudah dimangsa buaya yang lapar.


Dengan cepat Bara menarik tangan Kayla dari tepi kolam buaya itu.


"Teruslah berteriak, agar mereka tidak curiga." Bisik Bara pada Keyla.


Keyla terus berteriak meminta tolong, sementara Bara mencoba melepaskan tali ikatan di tangan Keyla.


Tidak butuh waktu terlalu lama, akhirnya Bara berhasil melepaskan Keyla.


"Aku takut, tuan.." Rengek Keyla dengan suara pelan dan juga gemetar.


"Tidak apa, sayang. Sekarang semuanya sudah tidak apa apa. Aku akan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan hal buruk seperti ini terulang lagi. tidak akan."


Bara terus memeluk tubuh gemetar Amara. Lalu diciumnya kening kekasihnya itu dengan hangat.


"Kita harus keluar dari sini, sayang." Bara menggendong tubuh mungil Keyla.


Sebelum benar benar pergi dari sana, Bara mengabarkan pada papanya untuk mengirim polisi ke vila mawar untuk menangkap Jeydan atas tuduhan kasus penggelapan uang dan transaksi perdagangan organ tubuh manusia.


Menyadari tidak ada lagi suara teriakan Keyla, membuat Yuda memeriksa ke dalam gudang. Matanya membola karena tidak lagi mendapati Keyla.

__ADS_1


"Apakah dia jatuh? Sudah dimakan buaya?"


Yuda mencoba memperhatikan keadaan kolam yang tampak tenang dan tidak ada tanda tanda darah disana.


"Apa yang terjadi?" Itu suara Jeydan yang ikut masuk ke gudang.


"Sepertinya gadis itu melarikan diri, tuan."


"Bodoh!" Teriak Jeydan murka. Tanpa berpikir, dia mendorong kuat tubuh Yuda hingga jatuh kedalam kolam buaya.


"Aaakkkkk..." Teriakan histeris Yuda saat para buaya memangsa dirinya.


Suara gemuruh terdengar dalam kolam itu, dan dalam hitungan detik saja air kolam berubah menjadi merah pekat.


Jeydan hanya menggeleng ngeri melihat kejadian itu, lalu dia segera berlari menuju ruangan tengah vila. Matanya kembali membola mendapati para anak buahnya terkapar tak sadarkan diri di lantai.


"Bajingan. Berengsek kau Cakra!" Teriaknya Murka.


Dorrr...


Doorrr


Tiba tiba saja dua peluru menembus tepat di dada dan perut Jeydan. Siapa yang menembak, tentu saja anak buah Diki. Dia mendapat perintah dari Diki untuk menghabisi Jeydan lalu mengambil alih Keyla untuk dijadikan sandera agar Cakra mau membebaskan Wulan putrinya.


Sayangnya pria itu terlambat. Dia tidak menemukan Keyla lagi di vila itu. Hingga dia beralih rencana, untuk langsung menyerang rumah Cakra.

__ADS_1


__ADS_2