Tuan Putri Yang Hilang

Tuan Putri Yang Hilang
Bab 50 Semangat!


__ADS_3

Saat pesawat yang membawa Bara terbang ke Thailand, Keyla tiba di rumah mewah tuan Cakra. Ia disambut hangat oleh Karina yang dikenal sangat baik hati dan ramah dimata Cakra dan juga para pelayan di rumah itu.


"Selamat datang Keyla." Sapanya ramah.


Ia mengetahui tentang Keyla dari suaminya tepat sebelum mereka tiba.


Keyla hanya tersenyum sambil sedikit menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu siapa wanita yang menyapanya dengan ramah itu.


"Ini Nyonya Karina, istri saya." Cakra memperkenalkan Karina pada Keyla.


"Salam kenal Nyonya. Nama saya Keyla, saya pengawal baru tuan putri." Keyla langsung menyapa dengan sedikit menundukkan kepala.


Kini giliran Karina yang tersenyum sambil memerintahkan pelayan untuk mengantar Keyla dan membantu membawa tas pakaian Keyla kedalam kamarnya yang berada di belakang.


"Keyla, mari ikut saya." Ajak pelayan itu.


Ia sepertinya seumuran dengan Keyla.


"Namaku Linda. Aku juga baru beberapa minggu bekerja dirumah ini." Ujar Linda sambil melangkah untuk menunjukkan dimana kamar Keyla.


"Biar aku saja yang membawa tas ini." Keyla mengambil alih tas pakaiannya dari tangan Linda.


"Bekerja sebagai pengawal bukankah terlalu beresiko untuk seorang gadis muda seperti kamu, Keyla?" Ucap Linda.


"Sepertinya begitu. Tapi, orang sepertiku membutuhkan gaji dari pekerjaan beresiko ini." Jawab Keyla santai.

__ADS_1


"Kamu sungguh pemberani."


"Harus berani demi membahagiakan adik adikku." Ujar Keyla.


"Apakah kamu anak pertama sekaligus tulang punggung keluarga?" Linda semakin penasaran pada Keyla.


"Ya kira kira seperti itulah…"


"Semangat Keyla. Kita adalah orang orang yang bekerja demi membahagiakan keluarga."


"Semangat!" Sambung Keyla.


Sementara saat ini Wulan sedang bermain bersama Klara di fun park. Mereka naik komedi putar sambil memakan gulali. Mereka bersenang senang menikmati hari liburan. Terutama Wulan, ia baru pertama kali merasakan bermain seperti saat ini. Selalunya ia hanya menatap dari kejauhan saat orang orang bermain di fun park bersama keluarga mereka.


"Apa kak Wulan suka?" Tanya Klara.


"Setelah ini kita naik ayunan raksasa yok kak."


"Ayok." Jawab Wulan setuju.


Saat Wulan sedang asyik bermain, sepasang mata memperhatikannya dari kejauhan. Pemilik sepasang mata itu adalah Yuda. Ia diperintahkan oleh Jeydan untuk mengawasi gerak gerik Wulan, karena Wulan hanyalah boneka yang Jeydan letakkan disamping Cakra untuk membuat Cakra lengah.


"Nona Wulan bermain bersama nona Klara. Mereka tampak sangat bahagia, tuan." Yuda melaporkan pada Jeydan tentang apa yang dilihatnya.


"Untuk saat ini, saya akan menitipkan nona Wulan dan nona Klara pada para pengawal. Karena ada beberapa hal yang harus saya urus." Yuda melangkah menuju mobilnya. Lalu ia pun berangkat menuju lab tempat melakukan tes DNA.

__ADS_1


Begitu tiba di lab, Yuda langsung masuk menemui perawat yang minggu lalu memeriksa kecocokan antara Wulan dan Cakra.


"Selamat malam Lia."


"Malam mas Yuda." Jawab Lia ramah.


Yuda memberikan satu amplop kuning yang berisi sejumlah uang pada Lia.


"Apa lagi ini mas Yuda, bukankah beberapa hari lalu mas Yuda juga memberi saya hadiah seperti ini?"


"Tadi siang Bara datang kesini kan?" Tanya Yuda.


"Iya. Dia membawa sample darah yang katanya harus segera dites dan sangat rahasia." Tutur Lia menjelaskan.


"Apakah hasilnya sudah keluar?"


"Sudah mas Yuda. Saya juga sudah mendapatkan salinan hasilnya." Lia memberikan amplop besar berwarna coklat pada Yuda.


"Kamu yakin ini yang ingin diketahui Bara?"


"Iya saya yakin mas Yuda."


"Baiklah terimakasih, Lia." Yuda keluar dari lab dengan perasaan sungguh bahagia.


"Tuan pasti akan sangat menyukai hadiah ini." Yuda tersenyum.

__ADS_1


Ia melajukan mobilnya segera menuju Villa Mawar, dimana tuannya sedang menikmati sensasi menggairahkan dari tubuh seorang wanita panggilan.


__ADS_2