
Pagi pagi sekali Keyla sudah terbangun. Ia hanya berdiam diri di kamar sambil menatap foto Wulan di layar handphonenya.
"Apa yang harus aku lakukan..."
Keyla ingin memaki dan marah pada Wulan. Tapi, itu hanya bisa ia lakukan jika saja Wulan bukan putri dari seorang konglomerat.
Sementara itu, Bara sudah dalam penerbangan menuju Jakarta. Sedangkan Jehan, sudah berhasil mengetahui apa yang disembunyikan Diki selama ini. Jehan mengikuti anak buah Diki secara diam diam, hingga ke apartemen di mana Diki dan istrinya bersembunyi.
Jehan bahkan sampai tidak bisa berkata kata saat mendengar Diki mengatakan akan merebut UT Holding untuk putrinya Wulan.
"Aku harus segera melaporkan semua ini pada Bara." Batinnya.
Secara diam diam, Jehan meninggalkan gedung apartemen tempat Diki menyembunyikan istrinya.
Jehan langsung kembali ke Jakarta setelah mengetahui banyak hal tentang Diki yang sebenarnya.
Meninggalkan Jehan di Malaysia, Bara sudah tiba di Jakarta. Ia dijemput oleh Timo yang sudah membaik.
"Apakah kamu benar benar sudah membaik?" Tanya Bara saat masuk ke mobil.
"Sudah tuan muda. Saya sudah benar benar membaik."
Timo mengemudikan mobil menuju kediaman Bara. Sementara itu, Wulan dan Klara juga dalam perjalanan menuju rumah Bara. Mereka tidak sabar ingin segera menemui Bara. Mereka mengetahui kepulangan Bara dari Cakra.
Meninggalkan mereka yang dalam perjalanan menuju rumah Bara. Di rumah itu, Susi dan Intan sedang menyiapkan berbagai macam hidangan sesuai permintaan tuan muda mereka.
"Mbak Susi, kalian sedang apa?"
__ADS_1
Keyla menghampiri ke dapur.
"Nona Keyla, kenapa belum bersiap?" Tanya Mereka heran melihat Keyla yang masih memakai kaos over size dan celana jeans nya.
"Saya sudah siap kok, mbak. Sudah mandi loh…"
Mendengar jawaban Keyla membuat mereka menepuk jidat masing masing. Kemudian mereka saling bertatapan, lalu menarik Keyla kembali menuju kamarnya.
"Loh mbak kenapa?" Keyla terkejut.
"Kalian mau ngapain!" Teriak Keyla dari dalam kamarnya.
Susi dan Intan membantunya berganti pakaian dan juga memoles wajahnya.
Keyla ingin berontak tapi tidak bisa, dan akhirnya ia pasrah.
Susi dan Intan juga memakaikan dress biru tanpa lengan, selutut, dengan pita hitam melingkar di bagian perut.
"Wuah, nona Keyla tampak sangat cantik." Puji mereka.
Keyla menyeringai sedih menatap dirinya dalam cermin. Ia juga merasa dirinya cantik kali ini, tapi itu malah membuatnya bersedih karena perlakuan Intan dan Susi yang terus terusan memperlakukannya layaknya tuan putri.
Padahal ia kembali ke rumah ini, berencana ingin menawarkan diri menjadi pembantu yang melayani tuan muda sama seperti mereka.
"Nona Keyla, jangan mencoba menyentuh apapun karya kami di tubuh nona."
Mereka menatap serius pada Keyla. Sehingga membuat Keyla mendengus kesal.
__ADS_1
"Iya, saya tidak akan menyentuh apapun." Ucapnya.
Keyla melangkah keluar dari kamar itu. Sedangkan Susi dan Intan melakukan tos, merayakan keberhasilan mereka yang telah membuat Keyla tampak sangat cantik.
Langkah Keyla membawanya keluar rumah. Ia berdiri tepat di depan pintu rumah menatap mobil yang dikemudikan Timo melaju kearahnya.
Mobil itu parkir tepat di halaman rumah. Timo turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Bara.
Tepat sebelum Bara turun, mobil yang membawa Klara dn Wulan juga parkir di samping mobil Bara.
Seorang lelaki paruh baya turun berbarengan dengan Bara. Bara menoleh kearah mobil itu, yang kemudian Wulan keluar dari mobil itu.
Keyla terkejut melihat Wulan, hingga tiba tiba dia berlari kearah Bara yang baru saja mengalihkan pandangan dari Wulan untuk menoleh pada Keyla.
Senyum mengembang di wajah Keyla sambil berlari kearah Bara yang tercengang pangling melihat tampilan Keyla. Wulan, Klara dan Timo juga menatap heran pada Keyla.
"Tuan muda, maafkan aku. Please, bantu aku kali ini!" Teriak Keyla dalam hati.
Matanya menatap lekat wajah Bara yang tampak bingung menatapnya.
Dalam hitungan detik, Keyla melingkarkan tangannya di pinggang Bara. Ia memeluk erat tubuh Bara sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Bara.
Semua mata menatap heran padanya. Keyla memejamkan matanya berharap tuan muda tidak mendorong tubuhnya agar menjauh.
Bara tidak mendorong tubuh Keyla, ia malah membalas pelukan Keyla. Ia melingkarkan lengannya di punggung Keyla. Lalu memberi kecupan di puncak kepla Keyla.
Keyla terkejut dan merasa akan terjadi masalah besar setelah ini. Sedangkan Wulan menggertakkan giginya menahan emosi dan rasa cemburunya pada Bara. Sementara Timo dan Klara malah membekap mulut mereka masing masing.
__ADS_1