Tuan Putri Yang Hilang

Tuan Putri Yang Hilang
Bab 30 Ternyata...


__ADS_3

Malam ini Bara bergerak sendiri tanpa Jehan ketahui, karena Jehan sedang sibuk mengurus untuk melakukan tes DNA. Ia mengemudikan mobil menuju kos Keyla. Ia berencana untuk mendapatkan sample DNA keyla juga. Dan kebetulan sekali, Keyla sedang tidak berada di kos.


Bara langsung menyelinap masuk ke kamar kos Keyla tanpa ketahuan oleh siapapun.


"Apakah dia tinggal di tempat sekecil ini?" Gumam Bara saat melihat kamar kos Keyla yang bahkan hanya sepertiga dari luas kamarnya.


Ia melangkah mendekati meja rias Keyla. Disana ada bedak padat, parfum, beberapa lipstik dan juga sisir. Lalu, mata Bara menatap laci kecil dibawah meja rias itu. Saat ia membuka laci itu, yang ada disana hanya beberapa ikat rambut, masker dan gunting.


"Sangat tidak rapi." Ujarnya sambil menutup kembali laci itu.


Kemudian, Bara kembali melangkah mendekati tempat tidur Keyla. Disamping tempat tidur ada meja kecil yang diatasnya tertata bingkai foto Keyla bersama Wulan.


"Apakah hanya Wulan satu satunya sahabat yang ia miliki?" Bara meraih bingkai foto tersebut, lalu duduk di atas tempat tidur Keyla.


Ia menatap wajah Keyla dalam foto itu untuk waktu yang lama, hingga membuatnya teringat pada seseorang.


"Bukankah dia gadis di halte itu!" Seru Bara mengingat bahwa ternyata ia pernah menatap Keyla beberapa hari yang lalu saat Keyla menunggu bis di halte.


"Berarti, malam itu di bis…"

__ADS_1


"Dia yang duduk disebelah gue! Dia gadis yang menyadari gue terluka. Dia gadis yang menyimpan handphone gue." Ucapnya mengingat rangkaian kejadian yang ternyata membuat mereka selalu terhubung.


"Gue harus memastikan, apakah Keyla putri Papa yang sebenarnya ataukah memang Wulan."


Bara meletakkan kembali bingkai foto di atas meja samping tempat tidur Keyla. Ia pun langsung bergegas menuju kamar mandi Keyla dan ia berhasil menemukan helaian rambut Keyla yang tersangkut di lubang pembuangan air.


Bara pun langsung membawa helaian rambut Keyla dan juga rambut Papanya ke rumah seorang profesor kenalan dokter Salman yang ahli di bidang penanganan DNA.


Saat Bara menuju rumah Profesor yang ia maksud, Jehan baru saja tiba di laboratorium. Ia menyerahkan sample darah tuan Cakra dan juga rambut Wulan pada dokter di sana.


"Kira kira berapa lama hasilnya akan bisa diketahui, Dokter?" Tanya Jehan pada dokter itu.


"Kami akan langsung mengimformasikan jika hasilnya sudah diketahui." Ujar dokter itu.


"Baik, Dokter." Jawab Jehan.


Ia pun segera meninggalkan laboratorium setelah memastikan ia tidak diikuti oleh siapapun.


"Semoga hasilnya benaran nyata bukan tipuan." Ujarnya.

__ADS_1


Jehan yakin akan mendapatkan hasil yang real bukan tipuan. Karena ia mengenal dokter tadi yang merupakan sahabat baik Diki. Terlebih, sepetinya anak buah Jeydan tidak mengetahui bahwa ia datang ke laboratorium malam ini.


Sementara itu, Bara saat ini sudah tiba di rumah profesor kenalan dokter Salman.


"Maaf Prof, sepertinya saya mengganggu malam anda." Ujar Bara merasa tidak enak saat Profesor menyambutnya dan mempersilahkan ia duduk di ruang tamu.


"Tidak usah sungkan nak Bara. Saya siap membantu nak Bara selama saya bisa."


Bara tersenyum senang, lalu ia memberikan sample DNA Keyla dan papanya pada Profesor.


"Apa yang nak Bara ingin saya lakukan dengan kedua sample ini?" Ia bertanya bukan karena tidak tahu masud Bara, tapi ia hanya ingin mengetahui lebih jelas tentang kedua sample rambut tersebut.


"Saya ingin mengetahui apakah mereka ayah dan anak." Jawab Bara to the point.


Profesor mengangguk paham. Ia pun langsung menyimpan kedua sample tersebut.


"Datangkah besok malam, tepat seperti saat ini." Ucapnya sambil melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh lebih lima puluh, malam.


"Baik Prof."

__ADS_1


Tidak berapa lama setelah berbincang sebentar, Bara pun pamit undur diri dari rumah Profesor yang sangat ramah dan baik seprti dokter Salman. Bara bahkan tadi sempat disuguhi secangkir teh hangat. Dan setelah teh hangatnya habis, Bara pun langsung pulang.


__ADS_2