
Satu bulan telah berlalu dari kejadian malam itu, selama satu bulan itu pula Jeff selalu meminta "jatah" yang selalu di turuti oleh Sarah
"Uwek.."
"Sar.. kamu kenapa?" ucap Ibu yang bingung melihat ku muntah muntah
"Gak tau Bu, mungkin masuk angin"
"Ya sudah istirahat saja"
"Ya Bu"
"Oh ya kata Pak Kiyai Abdullah, Aliff hari ini pulang loh Sar, katanya sih lagi liburan"
Aku hanya tersenyum tipis sambil sesekali merasakan mual..
"Ibu senang kamu bisa berteman akrab dengan Aliff Sar, Ibu malah mengharap nya lebih dari pertemanan Sar" ucap Ibu sambil menyediakan sarapan untuk ku dan Bapak
"Ah Ibu jangan terlalu berharap, kita ini siapa Bu.. tidak pantas bersanding dengan anak Kiyai besar seperti Kiyai Abdullah" Ucap Bapak yang baru keluar kamar
"Tapi sepertinya Aliff menyukai Sarah pak"
"Suka sebagai teman iya, sudahlah pagi pagi jangan merancau saja, kita makan dulu.. Ayo Sar makan dulu"
"Iya Pak Buk"
Setelah selesai sarapan Bapak dan Ibu bergegas ke rumah nya Aliff untuk bekerja di sana
"Aduh, perut ku kerasa mual dan kepala ku sangat pusing" eluh ku
Sambil duduk di meja makan aku memijat keningku..
"Ah tanggal berapa ini ya, aku sepertinya belum datang bulan"
Setelah ku lihat kalender, aku sangat kaget bahwa aku sudah telat seminggu
"Kenapa aku telat ya, biasanya aku selalu tepat waktu datang bulannya, telat juga mungkin hanya sehari atau dua hari.."
"Hmm apa jangan jangan aku hamil"
Pikiran ku langsung tidak karuan, bagaimana jika aku hamil, apa Jeff akan bertanggung jawab.. Tapi Jeff kan berjanji untuk bertanggung jawab
__ADS_1
"Ah kepala ku makin pusing, perut ku semakin mual, lebih baik aku istirahat dulu.. Nanti siang baru aku temui Jeff"
Siang harinya
"Biasanya dia suka nongkrong di sini, kemana dia yah" gumam ku
"Sarah" panggil seorang lelaki
"Aliff, kau sudah pulang" ucap ku kaget
"Iya, aku baru sampai pagi tadi.. Sedang apa kau disini?" ucap Aliff
"Menunggu Jeff"
"Jeff?" kau masih dengan nya?"
"Iya awet kan?" jawabku bangga
Aliff hanya memutar bola matanya seperti orang yang tidak suka
"Sedang apa kau disini?" tanya ku
"Sombong sekali, tidak rindu dengan ku?" gumam ku..
Setelah kurang lebih lima menit aku menunggu akhirnya Jeff pun muncul
"Hay sayang, sedang apa di sini?" ucap Jeff sambil merangkul ku
Entah mengapa sejak ku berikan semuanya untuk Jeff aku sudah tidak merasa risih lagi dengannya
"Aku sedang menunggu mu Mas"
"Apa? kau menunggu ku?"
"Iya, ada yang ingin ku bicarakan"
"Apa katakan lah"
"Aku sudah telat datang bulan" ucapku pelan
"Maksud mu, kau hamil Sar?" ucap Jeff kaget
__ADS_1
"Aku tidak tahu, aku hanya telat datang bulan"
"Baiklah, kita periksa saja ke bidan ya.. Tapi jangan bidan di kampung ini, bidan di kampung sebelah bagaimana?"
"Terserah Mas saja"
Setibanya kami di bidan kampung sebelah
Aku merasa sangat deg degan, aku sangat takut jika aku hamil, tapi aku pun menyadari bahwa ini adalah resiko yang harus kami tanggung
"Selamat ya Bu, ibu sedang mengandung" ucap Bidan itu
Seperti tersambar petir di siang hari, aku hamil? bagaimana mungkin, apa Jeff akan bertanggung jawab pada kehamilan ku, tapi bukan kan Jeff telah berjanji akan menikahi ku jika aku hamil
"Apa Bu Bidan tidak salah? Sarah hamil Bu?" ucap Jeff kaget
"Iya, Ibu Sarah sedang hamil.. Selamat ya Pak Buk" ucap Bidan itu sambil tersenyum
Aku pun tersenyum sesekali, ku lihat Jeff yang entah mengapa wajahnya langsung berubah, dari yang semula manis kini jadi sangat masam
Sesampainya di tempat tadi kita bertemu, Jeff masih tetap diam dengan wajah yang masih sangat masam
"Mas, apa kau akan bertanggung jawab?" tanyaku pelan
"Kau gila apa Sar, aku bertanggung jawab? ah mimpilah kau, mana mungkin seorang Jeff Hartanto harus menikahi wanita miskin dan bod*h seperti mu Sar, kau tidak selevel dengan keluarga ku Sar"
Ucapan Jeff membuat ku membisu, janji manisnya selama ini hanya tipuan belaka, semua bujuk rayu nya hanya bohong
Aku bagai tersambar petir yang sangat dahsyat, apa yang harus ku katakan pada Ibu dan Bapakku, jika mereka tahu bahwa aku hamil
Apa yang akan orang orang katakan bahwa aku hamil di luar nikah
"Mas Jeff, bukan kah kau bilang kau akan bertanggung jawab jika aku hamil" ucapku sambil berlinang air mata
"Hahaha Sarah.. Sarah.. Kau ini benar benar bod*h, kau mau memberikan kehormatan mu kepadaku hanya dengan cuma cuma, hanya dengan modal bujuk rayu saja kau dengan mudah ku dapatkan, dan kau bilang apa? aku akan bertanggung jawab, bangun lah Sar.. Jangan mimpi, aku dari keluarga orang terpandang mana mungkin menikahi wanita miskin seperti mu"
"Tapi bagaimana dengan bayi yang ada di dalam kandungan ku"
"Gugurkan" jawabnya singkat
Lalu Jeff pun pergi meninggalkan ku..
__ADS_1