Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Flashback Sarah #7


__ADS_3

Setelah Bapak meninggal kini Ibu yang harus meninggalkan ku..


"Sar" ucap Kak Fatimah


"Kakak aku gak kuat kayak gini terus Kak, aku mau mati aja" ucapku sambil berderai air mata


"Astagfirullah Sar, istighfar gak baik ngomong kayak gitu"


"Setelah Bapak sekarang Ibu yang harus meninggalkan ku Kak"


Kak Fatimah hanya terdiam sambil terus mengelus elus punggung ku.


"Kak, Aliff gak tau kan masalah ini"


"Aliff tahunya Bapak kamu saja yang meninggal, dia gak tau tentang kehamilan dan Ibu mu yang meninggal"


"Aku gak mau Aliff tau Kak"


"Kenapa kau harus menyembunyikan ini dari Aliff Sar"


"Aku.. Aku takut Kak"

__ADS_1


"Apa yang kamu takutkan?"


"Aku takut Aliff akan menjauhi ku" ucapku pelan sambil menunduk


"Aliff tidak seperti itu Sar, percaya sama Kakak"


"Tapi.. Kak, aku tetap tidak mau Aliff tau"


"Lalu bagaimana Kakak harus mengatakan tentang keberadaan mu disini?"


"Jangan katakan pada Aliff Kak, jangan pernah bilang bahwa aku disini"


"Tapi.. Sar"


Kak Fatimah hanya mengangguk pelan..


Setelah Kak Fatimah pulang, aku hanya seorang diri disini, bayang bayang Ibu dan Bapak terus menghantui hidupku, aku harus hidup dengan anak ini, anak yang aku tidak inginkan sama sekali.


"Kenapa kau harus hadir dan menghancurkan hidupku" gumam ku sambil memukul mukul perutku.


"Seharusnya kau tidak usah hadir di dalam perutku" ucap ku sambil terus menangis

__ADS_1


"Tidak Sar, bayi ini tidak salah.. yang salah kau dan Jeff Sar, kau yang berdosa Sar, kau yang hina, kau seorang pendosa besar Sar, apa bedanya kau dengan pelac*r Sar, kau menyerahkan kehormatan mu secara cuma cuma dan sekarang kau hamil, lihat dirimu Sar betapa hina nya dirimu Sarah" gumam ku sambil memandangi diri di kaca


"Bayi ini satu satunya keluarga yang aku punya Ibu dan Bapak telah pergi meninggalkan ku, meninggalkan ku dengan beban yang harus aku tanggung sendiri, hamil di luar nikah, laki laki yang tidak mau bertanggung jawab, sampah sekali hidupmu Sar"


Aku berceloteh di depan cermin, memandang buruk diri sendiri, betapa malang nasib ku ini..


Semua telah ku berikan kepada lelaki itu, tapi yang ku dapat hanya penghinaan dari nya dan keluarganya.


Betapa bodohnya aku terperdaya dalam bujuk dan rayuan nya, semua ucapan manisnya sungguh membuat ku terlena dan terbuai, hingga tanpa aku sadari aku sudah terlalu jauh jatuh ke dasar jurang, tanpa aku tau bagaimana bisa kembali..


Kedua orang tua ku kini jadi korban karena kesalahan ku, aku harus menanggung malu seumur hidupku, bermandikan dosa yang hina.


Bukankah lebih baik jadi seorang wanita malam saja.. Dosa kah aku jika aku berfikir seperti itu?


Aku tau dosa seorang pezinah seperti diriku, bukankah pantas jika aku disebut sebagai sampah masyarakat.


Bisakah waktu ku putar kembali, dimana disaat itu aku tidak mengenal lelaki brengsek itu, dimana aku tidak pernah memberikan kehormatan ku pada nya, aku menyesal ya hanya kata itu yang bisa ku ucapkan, aku sangat menyesal..


Kini hidupku hanya sendiri, di temani oleh si bayi kecil yang masih berada dalam perutku, haruskah aku membenci nya, atau aku harus menyayangi nya


Karena bayi ini hidupku hancur, aku harus kehilangan orang tuaku.

__ADS_1


Bukan.. Bukan karena bayi ini, tapi karena kebodohan ku, karena kesalahan ku, bayi ini tidak salah, tidak pula berdosa, akulah yang salah dan berdosa.


__ADS_2