Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Sarah kembali


__ADS_3

"Aku boleh minta tolong jemput Elvira?" tanya Sarah.


"Iya, kamu gak mau ke rumah Bang Hussein dulu?" tanya Alif.


"Gak usah, nanti saja ke sananya," kata Sarah.


"Hmm.. baiklah," kata Alif.


"Kamu mau langsung ke rumah sakit?" tanya Sarah.


"Untuk apa?" kata Alif bingung.


"Bukankah istri mu sedang di rawat, jangan terlalu mengurusi aku, kasian istri mu," kata Sarah pelan.


Alif tak menjawab apapun, hanya terdiam sambil menarik nafas panjang.


Sesampainya di rumah, Sarah langsung turun.


"Maaf merepotkan mu lagi, aku janji ini yang terakhir," kata Sarah dari luar mobil.


Alif hanya tersenyum, dan melajukan kembali mobilnya.


"Kak Fatimah, maafkan aku.. Aku tak bisa menepati janjiku untuk menjauhi Alif, aku mencintainya Kak, aku mencintai Alif," batin Sarah.


****


Sesampainya di rumah Hussein, Alif hanya terdiam di dalam mobil, tujuannya ke rumah Bang Hussein untuk menjemput Elvira.


"Kenapa kau tak pernah membuka hatimu untukku Sar? apa kau tak peencintaiku," gumam Alif.


"Alif? ngapain kamu di sana? bukannya masuk," kata Zakiah.


"Hehehe iya Mbak," kata Alif sambil cengar cengir


"Tantry mana Mbak?" kata Alif.


"Ada di dalam, paling di kamar sama El.. Bagaimana keadaan Marwah?" tanya Zakiah.


"Hmm Marwah.. Baik kok Mbak," kata Alif gugup.

__ADS_1


"Mbak belum ke rumah sakit lagi, mungkin besok baru bisa ke sana, Bang Hussein juga masih sibuk mengisi acara TV, kapan kira - kira Marwah bisa pulang Lif?" kata Zakiah sambil menyirami bunganya.


"Kenapa aku lupa menanyakan keadaan Marwah pada Rafa, kalau sudah begini aku harus jawab apa," batin Alif.


"Lif.. Kenapa bengong aja si?" tanya Zakiah.


"Gak apa - apa Mbak, Alif cuma kecapean aja kayaknya hehe" kata Alif sambil menggaruk kepalanya.


"Kamu mau apa cari Tantry?" tanya Zakiah.


"Ada yang ingin Alif bicarakan pada Tantry, Mbak.. Alif masuk dulu ya," kata Alif sambil masuk ke dalam rumah.


"Di ketuk dulu pintunya, jangan main masuk aja.. Sekarang kan ada Elvira," teriak Zakiah.


Tantry dan Alif memang bukan keponakan kandung, melainkan ipar.. Namun Alif sudah menganggap Tantry sebagai adiknya sendiri.


"Tokk.. Tok.. Tok,"


"Tan.. Om boleh masuk ga?" teriak Alif dari balik pintu kamar Tantry


"Bentar Om, pakai jilbab dulu Elvira nya," Teriak Tantry dari dalam kamar nya.


"Ada apa Om?" tanya Tantry.


"Ikut Om yuk, sama El juga," kata Alif.


"Shava juga di ajak?" tanya Tantry


"Gak usah, kita aja," kata Alif sambil berbisik.


"Ada apa si Om? kok sampai bisik - bisik gitu," kata Tantry penasaran.


"Sudah ayo ikut, El di ajak juga ya," kata Alif.


"Nanti Shava mau ikut gimana?" tanya Tantry


"Memang Shava dimana?" tanya Alif.


"Dalam kamarnya, dia selalu mengurung diri Om.. Apa Om belum mau menemui Shava?" tanya Tantry.

__ADS_1


Alif terdiam sejenak, ia sampai lupa dengan Shava saking senangnya bertemu dengan Sarah.


"Bagaimana pun juga Shava itu anak ku, meski bukan darah daging ku, aku sudah terlalu sering menelantarkan dia, cuek sama dia bahkan aku jarang bercanda dengannya," batin Alif.


"Om.. "


"Aku kasian sama Shava, sejak Tante Marwah di rawat, dia jadi sering mengurung diri di kamar, aku maupun El sudah sering ngajak dia main biar gak kesepian, tapi.. Dia selalu menolak, dia bilang gak mau main sama El.. " kata Tantry dengan wajah sedihnya.


"Kenapa memangnya?" tanya Alif penasaran.


Tantry kemudian menengok ke arah El, El yang sedang asik membaca buku hingga tak menghiraukan Alif dan Tantry yang sedang berbicara.


"El kan.. Maaf ya Om, cacat.. Kakinya pakai kaki kayu," kata Tantry sambil berbisik.


"Apa? kau benar Tan.. " Alif kaget bukan main mendengar ucapan Tantry.


"Oommm.. " Tantry kemudian menarik Alif hingga ke ruang tamu.


"Jangan teriak gitu, aku gak enak kalau El sampai dengar," kata Tantry masih berbisik.


"Kamu lagi gak bercanda kan Tan?" tanya Alif serius.


"Demi Allah, aku gak bercanda," kata Tantry.


"Sar.. Kenapa harus anak mu yang menanggung semua ini, kasian Elvira.. " batin Alif


"Hmm, memang Om mau ajak aku dan El kemana?" tanya Tantry.


"Ibunya El sudah keluar dari penjara, tapi.. Kamu jangan bilang sama siapa - siapa ya.. Termasuk sama Umma kamu, cukup kita aja yang tau," kata Alif sambil berbisik.


"Nanti kalau El ketemu sama ibunya, otomatis El akan pindah dong ke rumahnya," kata Tantry.


"Itu biar jadi urusannya Bang Omar, pokoknya kamu jangan bilang jika Om yang mengantarkan kamu dan El bertemu dengan Ibunya," kata Alif.


"Nanti jika kita pulang hanya berdua tanpa El.. Umma pasti akan curiga," kata Tantry.


"Sudahlah, itu sudah jadi urusan Om dan Omar.. Pokoknya kamu jangan kalau Om yang mengantarkan ya?" kata Alif.


"Hmm.. Baiklah," kata Tantry

__ADS_1


__ADS_2