Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Wanita penghibur


__ADS_3

“Ibu mau ke rumah bordir itu lagi?” Tanya Elvira


“Iya, kamu tau kan ibu harus kerja,” ucap Sarah sambil menyisir rambutnya


“Kita gak bisa cari kerjaan lain bu ? Hmm .. jualan mungkin?”


“Kalau jualan butuh modal besar, darimana kita dapat uang untuk modal usaha ?”


“Kita pinjam aja uang bu,”


“Pinjam kemana ? Ke bank keliling lagi? Kamu mau kita kelilit hutang lagi?”


“Hmm.. sama Tantry gimana bu?”


Sarah menatap Elvira


“Kita terlalu banyak hutang budi sama keluarganya, ibu gak mau terus menerus merepotkan Tantry dan keluarganya, El .. sudahlah kamu harus terima kenyataan, pekerjaan ibu yang seperti ini,” ucap Sarah


“Tapi bu, kita bisa cari uang yang halal,”


“Sudahlah El, tidak ada orang yang mau mempekerjakan ibu, kamu di rumah saja tutup pintu dan jangan bukakan pintu pada siapa pun,”


Elvira hanya mengagguk pasrah, sudah berulang kali ia mencoba mencegah Ibu nya agar tak bekerja sebagai wanita malam, tapi semuanya sia - sia.


Sarah tetap pada pendiriannya, mungkin menjadi pekerja malam adalah pekerjaan yang pantas menurutnya .


***


“Tok tok tok”


“Ah apa ibu balik lagi ? Apa ada yang tertinggal,” batin Elvira

__ADS_1


Elvira mencoba mengintip dari balik jendela, ia takut jika yang datang justru anak buah nya Arman


“Hah Om Aliff,” batin Elvira


“El .. ini Om Aliff tolong buka pintunya,” terdengar suara Aliff dari balik pintu


“Eh Om, ada apa malam - malam ke rumah ku Om,” tanya Elvira bingung


“Ibu mu mana? Sudah tidur ya ?” Tanya Aliff


“I-ibu , hmm ibu lagi keluar Om,” ucap Elvira ragu - ragu


“Keluar? Kemana ? Ini kan sudah malam,” tanya Aliff bingung


“Hmm.. ibu , ibu ke..” ucap Elvira bingung mencari alasan yang tepat


“Ke rumah bordir itu ? Ibu mu masih bekerja di sana ? Rumah bordir yang ada di ujung jalan sana ?”


“Hmm i-iya Om,”


Aliff pun masuk kedalam mobilnya sambil bergerutu


“Bisa - bisanya dia masih kerja di rumah bordir itu, apa dia gak hargai aku, apa sebenernya yang di cari oleh Sarah, aku kasih semua yang dia butuhkan tapi dia malah menolak, dia lebih milih menjadi pelac*r, sial*n” umpat Aliff dalam mobilnya


Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Kesal, marah, kecewa tentu Aliff rasakan, semuanya ia rela berikan untuk Sarah, mulai dari rumah, kehidupan yang mewah tapi Sarah lebih memilih menjadi wanita malam .


“Om .. cari siapa Om,” ujar wanita malam yang berada di rumah tersebut


“Om sama kita aja Om, rela dibayar murah asal sama Om hehehe,”

__ADS_1


Aliff tak menghiraukan omongan - omongan nakal dari para wanita tersebut .


“Saya yang bertanggung jawab di sini, Om mau cari yang seperti apa ? Mau yang fresh atau yang berpengalaman, di sini ada banyak bisa Om pilih sesuai yang Om mau,” ujar wanita yang di sebut Mami oleh para wanita - wanita malam di sana


“Sarah, saya cari Sarah,”


“Ouh .. sayang sekali Om, Sarah sedang ada pelanggan, Om bisa cari yang lain, yang lebih fresh? Yang lebih cantik? Banyak.. atau mau tunggu Sarah ? Bisa banget tapi setelah ini ya,” ujar wanita tersebut sambil tersenyum tipis


“Apa ??? Saya mau Sarah sekarang juga,” ucap Aliff menahan amarahnya


“Gak bisa Om, Sarah sedang ada pelanggan,”


“Berapa laki - laki itu bayar Sarah? Saya bersedia bayar lebih,”


“Ouh .. sorry Om, Om bisa kok cari wanita - wanita lain di sini, atau tunggu saja Sarah, gak lama kok palingan juga 30 menitan,”


“Saya bayar 10 juta cash, ini ada cek senilai 100 juta, saya mau Sarah sekarang juga,”


“Saya mana bisa menolak, Sarah ada di kamar 003,” ucap wanita tersebut sambil mengambil uang dan cek yang ada di atas meja tersebut.


Aliff pun menuju kamar yang telah di tunjukkan oleh Mami tersebut .


“Tok tok tok”


Ketukan pintu yang terdengar sangat kencang .


“Buka!!” Ucap Aliff dengan keras


“Siapa diluar ganggu saja,” ucap Om - Om yang sedang bersama Sarah.


“Biar saya buka saja Om, Om bisa tunggu di sini sebentar,” ucap Sarah sambil memakai baju nya kembali.

__ADS_1


Betapa kagetnya Sarah saat pintu di buka


“A-Aliff, kamu .. kamu ngapain ?”


__ADS_2