Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Informasi


__ADS_3

Marwah pov


Sudah beberapa hari ini Aliff jarang pulang, ia lebih memilih tinggal di apartemennya dari pada tinggal bersamaku dan Shava, perempuan itu.. ya perempuan yang selalu Aliff sebut namanya dalam mimpinya, perempuan yang sangat Aliff cintai.


“Kemana aku harus cari informasi tentang perempuan itu,” batin Marwah


Aku terus bolak balik di kamar, membuka meja laci di samping kamar, mencari informasi perempuan tersebut.


“Kak Fatimah, bagaimana mungkin aku bisa lupa, kak Fat pasti tau siapa perempuan itu,”


Aku mencoba menghubungi Kak Fat, tapi telponnya sibuk.


“Kak ada yang ingin aku bicarakan, tolong angkat telpon ku Kak,”


Hampir satu jam aku menelpon dan mengiriminya banyak pesan, namun tak ada balasan sama sekali.


“Apa aku harus ke Bandung?”


Aku duduk di tepi kasur sambil terus memegangi ponselku, menelpon tapi tak ada satu pun jawaban.


“Kemana Kak Fat,”


Aku merebahkan diri di kasurku, perempuan seperti apa yang Aliff damba - damba kan, apakah ia lebih baik dari ku? Lebih cantik dari ku? Lebih terpelajar dari ku?


Tapi perempuan itu bukankah teman semasa kecil Aliff di kampung?


Seperti apa keluarga nya ?


Pertanyaan itu terus berputar - putar di atas kepalaku , bagaimana jika ia lebih baik daripada aku? Bagaimana jika wanita itu lebih cantik daripada aku?


Aku memejamkan mataku sejenak, pikiran ku tak tenang.


Drrttt drrrrttttt drrrttt


“Assalamualaikum sayang, maaf ya Kakak baru bisa telpon kamu, tadi Kakak lagi ada pengajian,”


“Waalaikum salam Kak, aku yang harusnya minta maaf, dari tadi nelpon sampai kirim pesan berkali kali hehe,”


“Gak apa - apa kok, kamu gimana ? Udah pulang dari rumah sakit? Udah baikan sekarang?”


“Alhamdulillah Kak, aku udah pulang dari rumah sakit, udah baikan juga Kak,”

__ADS_1


“Hmm ya Alhamdulillah, ngomong - ngomong ada apa nih?”


“Aku mau tanya sesuatu boleh gak Kak?”


“Boleh dong Sayang, mau tanya apa ? Tentang Aliff ?”


“Hmmm iya Kak, emm aku boleh tau gak Kak teman perempuan di masa kecilnya Aliff?”


Kak Fat tidak langsung menjawab, ada jeda beberapa detik, sambil sesekali terdengar Kak Fat menarik nafas dalam.


“Kak? Aku boleh tau ga ?”


“Oh iya, boleh kamu boleh tau .. perempuan itu namanya Sarah, dia itu anak dari Art di rumah Abah dulu, ayahnya orang kepercayaan Abah,”


Aku tersenyum lega, ternyata wanita itu hanya anak dari Art di rumah Abah, setidaknya apa yang aku khawatirkan salah.


“Lalu dia dimana sekarang Kak,”


Lagi lagi aku mendengar suara tarikan nafas yang dalam.


“Kak, apa aku boleh tau dimana perempuan itu sekarang?”


“Untuk apa sayang? Rumah tangga kamu dengan Aliff kan baik - baik saja,”


Kak Fat tak langsung menjawab.


“Kak,”


“Oh iya maaf ya sayang, kenapa kamu ga coba tanya ke Aliff aja ?”


“Aku udh coba tanya, tapi Aliff nya ga mau jawab Kak, aku harap Kakak mau kasih tau dimana perempuan itu, aku cuma mau kenal aja Kak gak lebih,”


Kak Fat kembali menarik nafas dalam.


“Oke baiklah, kamu kenal Elvira? Sahabatnya Tantry, iya Sarah itu ibu nya Elvira,”


Apaa ?? Apa aku ga salah dengar? Ternyata perempuan itu ibunya si kaki kayu, dan setau aku ibunya Elvira itu wanita malam, jadi ?? Ini ga lucu, mana mungkin aku kalah saing dengan wanita rendahan seperti itu.


“Marwah, kamu masih disana,”


“Oh iya Kak maaf , aku kaget aja ternyata teman masa kecilnya Aliff itu ibunya Elvira, iya aku tau Elvira Kak.. dunia itu sempit banget ya Kak ternyata,”

__ADS_1


“Iya sayang, Kakak aja kaget ternyata Sarah itu ibunya Elvira, sahabatnya Tantry,”


Aku rasa informasi ini cukup, aku akan cari kamu wanita pel*cur.


“Hmm Kak, aku mau beberes - beres dulu Kak, tadi Shava juga minta tolong masakin makanan, kebetulan Art di sini lagi pada cuti,”


“Oh iya Sayang, Kakak nelpon kamu nya kelamaannya, yaudah salam buat Shava, next time main ke Bandung ya sayang,”


“Iya Kak Insha Allah ya Kak, yaudah Assalamualaikum Kak,”


“Waalaikumsalam sayang,”


Oke informasi sudah di dapat, selanjutnya Tantry, aku harus dapat alamat rumah pel*cur itu.


“Tantry, tante mau minta alamat rumahnya Elvira boleh ?”


Aku mencoba mengirim pesan pada Tantry,


“Untuk apa Tan?”


“Tante mau minta maaf sama Elvira atas perlakuan tante kemarin, sekalian tante mau minta tolong Elvira buat ajarin les Shava,”


Ini alasan yang tepat, jika aku bilang yang sejujurnya Tantry gak akan kasih alamat rumah si kaki kayu itu.


“Oh oke Tan, ini alamatnya Jl. Swadaya no 14,”


“Ini dekat rumah kamu yang dulu ya?”


“Iya Tan, masuk ke dalam gang sedikit,”


“Oke makasih Tantry”.


Alamatnya sudah aku dapatkan, aku harus segera kesana.


Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, tangan ku sudah panas ingin menampar wanita itu, mulutku sudah ingin berkata kasar padanya .


Wanita pel*cur seperti itu bukanlah sainganku, dia tidak selevel dengan ku.


Apa Aliff sudah buta tidak bisa melihat yang mana berlian dan yang mana batu jalanan.


Aku sudah sampai di depan rumahnya, sudah aku duga Aliff pasti berada di sini.

__ADS_1


Cuiiih wanita murahan, bagaimana mungkin dia memasukan lelaki yang sudah beristri ke dalam rumahnya .


__ADS_2