
Sarah pun berlari ke belakang rumahnya, kebetulan rumahnya memiliki dua pintu.
Di dobraknya pintu belakang rumah, yang memang pintunya sudah rapuh.
Ia pun berlari menghampiri Arman yang hendak memperkosa Elvira.
"Lepaskan El.. Arman!!" Teriak Sarah sambil menarik baju Arman.
"Pergi kau Sar!! Hutang mu akan lunas!!" Bentak Arman dan langsung mendorong Sarah hingga jatuh tersungkur.
"Buu..." Teriak Elvira lirih.
Sarah pun bangkit dan melihat pisau di meja makan, di ambilnya pisau itu dan tanpa pikir panjang Sarah pun menusuk Arman.
"Ibuuu.." Teriak Elvira.
"Saraaah, kau..!!" Ucap Arman yang langsung jatuh ke lantai bersimbah darah.
Sarah menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Ia tidak menyangka akan melakukan hal itu pada Arman.
"Tok.. Tok.. Tok.. "
"Bu Sarah, ada apa? kenapa ramai sekali?" Teriak seseorang dari balik pintu.
"Ibu, bagaimana ini? El takut," ucap El..
"Ibu, ibu tidak tau El.. " ucap Sarah, ia masih sangat syok dengan semua yang terjadi.
"Bu Sarah.. " Teriak seseorang lagi dari balik pintu.
"Ibu, El takut.. " Ucap Elvira sambil menangis.
"Tenanglah Nak, Ibu akan menghadapi ini," ucap Sarah
Pintu pun di dobrak oleh seseorang dari luar, betapa kagetnya mereka saat melihat seseorang yang bersimbah darah.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? kau habis membunuh seseorang kah Sar?" Tanya tetangga nya.
****
"El.. " Tantry datang bersama dengan Omar dan Aliff.
"Tantry, aku takut sekali Tan," kata Elvira sambil menangis.
"Apa yang telah terjadi? Mengapa kau sampai di kantor polisi begini El?" Tanya Tantry.
"Sudahlah Tan, jangan di tanya dulu.. Omar sedang mengurus kepulangan Elvira," kata Aliff
Tidak lama kemudian Omar pun datang.
"El, ke rumah kita dulu ya," kata Omar
"Bagaimana dengan Ibu ku Kak?" Tanya Elvira.
"Ibu mu bersalah, kemungkinan akan di tahan.. Tapi tenanglah, aku akan mengurusnya," kata Omar.
"El, pulanglah dulu bersama kami ya, biarkan Kak Omar dan Om Aliff yang mengurus Ibu," kata Tantry mencoba menenangkan Elvira.
Elvira pun mengangguk pelan, ia sudah sangat takut dan kalut.
"Tan, aku sudah minta Pak Jaya untuk jemput, kamu dan Elvira pulang bareng Pak Jaya dulu ya, Kakak dan Om Aliff harus mengurus Ibu nya El dulu," kata Omar.
Tantry pun mengiyakan, setelah Pak Jaya datang Tantry dan Elvira pun pulang.
****
"Omar, apa yang sebenarnya terjadi?" kata Aliff
"Ibunya El membunuh seseorang Om, masalahnya bagaimana aku belum tau pasti," kata Omar.
"Kalau sudah begitu, biarkan saja.. Untuk apa kita bantu," kata Aliff.
"Tidak bisa Om, Elvira itu sahabatnya Tantry dan keluarganya pun sudah jadi bagian dari keluarga ku Om," kata Omar.
__ADS_1
"Apa kita bis bertemu dengan Ibunya El?" Tanya Aliff
"Bisa Om, aku sedang menunggu pengacara ku dulu," kata Omar.
"Ah itu dia, selamat malam Pak Anwar," lanjut Omar sambil bersalaman dengan Pak Anwar.
"Malam Pak Omar," ucap Pak Anwar.
"Untuk apa aku di sini, bukankah lebih baik aku pulang," batin Aliff.
"Omar, aku lebih baik pulang duluan ya," kata Aliff
"Temani aku dulu Om, sebentar saja.. Kita bertemu dulu dengan Ibunya Elvira," kata Omar.
Aliff hanya mengiyakan.
"Untuk apa bertemu dengan Ibunya Elvira dulu, lagian ngapain juga gue di sini, gak di butuhin kan," batin Aliff.
Sementara Omar dan Pak Anwar sedang mengobrol sembari menunggu Sarah.
"Lebih baik di luar saja," batin Aliff.
Aliff pun berjalan keluar sementara Sarah baru datang menemui Omar dan Pak Anwar.
"Ibu, bagaimana bisa terjadi?" kata Omar.
"Ibu reflex, tadi Arman mau memperkosa Elvira," kata Sarah sembari menangis.
"Bagaimana ini Pak? bagaimana kasusnya? apa Ibu Sarah bisa bebas?" tanya Omar.
Sementara Aliff di luar sudah sangat bosan.
"Lebih baik aku masuk, dan mendengarkan cerita Ibunya Elvira," batin Aliff
Aliff pun masuk lagi ke dalam, dan betapa terkejutnya ia saat tahu bahwa Sarah adalah Ibunya Elvira.
"Itu.. Itu Sarah? apa benar? aku salah lihatkah? jadi Sarah itu Ibunya Elvira?"
__ADS_1