Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Mesin waktu


__ADS_3

“Aku ada di sini, aku akan selalu ada untuk mu, jangan pernah merasa dirimu rendah, aku mencintai mu Sar, aku sangat mencintai mu,” ucap Aliff sambil terus memeluk Sarah.


Sarah tersadar akan pelukan hangat yang diberikan Aliff, ia sadar tak seharusnya ia lakukan ini.


“Liff lepaskan pelukan mu,” ucap Sarah sambil mendorong tubuh Aliff


Aliff menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan .


“Sar, apa kau tidak mau hidup dengan ku?”


Sarah hanya terdiam, jika waktu bisa di putar, ia sangat bersedia menjadi pendamping Aliff


“Sar, aku akan menceraikan Marwah jika kamu mau,”


Aliff menatap dalam Sarah.


“Aku ingin hidup dengan mu Sar,” ucap Aliff pelan


“A-aku, aku tidak bisa Lif, jangan pernah meninggalkan istrimu demiku,” Sarah mencoba memalingkan wajahnya


“Lihat aku Sar? Kamu mencintaiku ?”


Sarah mencoba menenangkan dirinya, manarik nafas sedalam mungkin.


“Sudahlah Lif, lupakan aku .. berbahagia lah dengan istri mu, tak seharusnya kau berbicara seperti itu, aku ini sahabat mu dan selama nya akan menjadi sahabat mu,” ucap Sarah sambil mencoba untuk senyum.


“Sahabat ? Oke ..” ucap Aliff


Aliff Pov


Sampai kapan kamu akan menutupi semuanya Sar, aku tahu kamu pun mencintai ku.

__ADS_1


Sar.. jika waktu bisa waktu aku putar, aku akan lebih memilih bersama mu, aku yang akan bertanggung jawab atas anak mu, aku yang akan selalu bersama mu, menemani mu di saat sulit mu.


Aku menatap wajah Sarah yang mungkin tak secantik dulu, senyum nya yang tak selepas dulu, berapa banyak beban yang harus kau pikul sendiri Sar.


“Liff sampai kapan kau terus memandangi ku?” Ucap Sarah mengagetkan lamunan ku .


Aku hanya terdiam sambil sesekali tersenyum, malam ini kita habiskan waktu untuk bercerita, tentang Elvira..


Ya Elvira gadis kecil yang malang


“Aku tak ingin Elvira mengenal Jeff sebagai ayahnya,” ucapnya


“Lalu ? Lelaki mana yang akan kau kenalkan pada Elvira sebagai ayahnya ?”


“Aku sudah mengatakan pada Elvira, bahwa ayahnya sudah meninggal,”


“Dia percaya ?”


Sarah hanya mengangguk pelan.


“Aku tak ingin tahu dia ada dimana, aku sangat membenci nya,”


Dia terus bercerita, mengungkapkan isi hatinya ..


Dia sangat membenci Jeff, tentang orang tuanya, kemana ia pergi setelah ibunya meninggal .


“Jika waktu bisa ku ulang lagi, mungkin aku dulu mengikuti kata - kata mu Lif,” ungkapnya sambil merebahkan diri


“Yang lalu sudah biar saja berlalu,”


“Bagaimana dengan istri mu? Kapan aku dikenalkan dengannya ?”

__ADS_1


“Aku tak akan mengenalkan mu pada Marwah,”


“Loh kenapa ?”


“Dia pasti akan membenci mu,” ledek ku


“Aku kan gak salah apa - apa, kenapa dia membenci ku,” tanya nya heran


“Kamu salah, salah karena menjadi orang yang aku cintai,” ledek ku


“Alifff, kamu..” Sarah mencubit ku pelan


Rasanya rindu sekali bercanda seperti ini dengannya, rindu dengan tertawa renyah nya, rindu dengan ekspresi wajahnya jika sedang tertawa .


“Sar.. kamu mau masuk ke mesin waktu ?”


“Mesin waktu ?”


“Jika aku bisa, ku akan kembali .. ku akan merubah takdir cinta yang ku pilih,”


“Aku nanya ih, kamu malah nanyi,”


“Haha ya itu mesin waktu, lagu,”


“Kamu kenapa si suka banget bercandain aku,”


“Kamu gemesin kalo lagi marah,” ucapku sambil mencubit pipi nya


“Ih kamu mah,”


Sarah.. dia tak akan pernah berubah, dia akan tetap menjadi Sarah ku yang dulu.

__ADS_1


“Antar aku pulang Lif, aku kefikiran Elvira.. dia di rumah sendirian, takut dia kenapa - kenapa,”


“Ya, setelah kau melayani ku,”


__ADS_2