Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Flashback Sarah #5


__ADS_3

"Ikutlah dulu dengan Bapak, ke rumah Jeff" ucap Bapak


Sesampainya di rumah Jeff, sudah aku duga bahwa Jeff enggan untuk bertanggung jawab


"Hey Pak Darto, harusnya kamu ngaca siapa kamu dan keluarga mu, mana mungkin kami orang kaya besanan dengan orang miskin macam kamu" ucap Bapaknya Jeff


"Tapi Jeff harus bertanggung jawab juragan, anak saya hamil oleh Jeff"


"Nih uang, dua puluh juta.. Sudah banyak banget kan uangnya, cukup untuk menggugurkan kandungannya Sarah, saya tidak sudi cucu saya di kandung oleh orang miskin seperti kalian, angkat kaki dari sini dan silahkan pergi"


"Juragan, mohon jangan usir kami, saya hanya ingin meminta pertanggung jawaban dari Jeff"


"Pergi!! kau tidak pantas berada lama lama disini"


Lalu Bapak pun bangkit dari tempat duduknya dan berdiri menantang Juragan Broto


"Broto!!! saya hanya ingin anak mu bertanggung jawab pada kehamilan Sarah, saya tidak butuh uang mu Broto, saya hanya butuh pertanggung jawaban dari anak mu"


"Lancang kau!!"


"Bawa orang orang miskin ini keluar dari rumah saya, dan sisanya silahkan kalian urus, saya tidak mau mereka meminta pertanggung jawaban dari Jeff"


Lalu pengawal dari Pak Broto pun menarik kami keluar dari rumah megah itu


Memukuli Bapak berkali kali, tapi Bapak kekeuh dan terus melawan hingga akhirnya salah satu dari pengawal itu mengeluarkan pisau dan menusuk Bapak berkali kali.


"Bapak!!!!" teriakku dan Ibu bersamaan


Tapi mereka enggan bertanggung jawab dan meninggalkan kami.


Setelah sampai di klinik Bapak sudah di nyata kan meninggal oleh dokter


Hancur.. Ya itulah yang aku rasakan, Bapakku harus meregang nyawa di saat aku membutuhkan, di saat kami meminta pertanggung jawaban dari Jeff


"Bangs*t kau Jeff" teriakku

__ADS_1


****


Setelah acara pemakaman selesai hanya ada aku dan keluarga Pak Kyai Abdullah


"Sar, Kakak mau tanya sesuatu" ucap Kak Fatimah


Ya, Kak Fatimah adalah Kakak dari Aliff, wanita yang sangat ramah dan lembah lembut .


"Mau tanya apa Kak?"


"Perihal gosip yang sudah beredar di luaran sana Sar, apa itu benar?"


Aku hanya menundukkan kepalaku, betapa malunya aku dengan keluarga Kyai Abdullah


"Katakanlah Sar"


"Iya Kak, aku " aku berhenti berucap dan terus menangis


"Jeff yang melakukannya Sar?"


"Sar, bukankah kau sudah tau seperti apa Jeff itu? apa Aliff tidak memberitahu mu?"


"Sudah Kak, tapi aku.."


"Sudahlah Fat, jangan di teruskan lagi, Sarah sedang berduka" ucap Bang Khalid


Bang Khalid adalah Kakak tertuanya Aliff


"Aliff sudah tahu kau hamil?"


"Kak, Bang, Sarah mohon jangan beritahu Aliff perihal Sarah hamil"


"Kenapa?" tanya Kak Fatimah


"Sarah tidak mau Aliff sampai tahu Kak"

__ADS_1


Aku tahu betul, Aliff pasti akan marah besar dengan Jeff jika tahu aku hamil dan Jeff tidak mau bertanggung jawab.


"Hey Sarah, keluar lo" teriak seseorang dari luar rumah


"Siapa itu? kenapa ramai sekali di luar? biar Abang periksa dulu"


Bang Khalid pun segera keluar rumah dan memeriksa apa yang terjadi..


"Kak ada apa ini, Sarah takut"


"Tenang lah Sar, ada Kakak dan Bang Khalid"


Raut takut serta khawatir sudah nampak di wajah ibu ..


"Kita liat keluar saja" ucap Kak Fatimah


"Ada apa ini ramai ramai" ucap Kak Fatimah


"Usir wanita penzina itu!! kami tidak sudi kampung kami di tinggali oleh wanita kotor seperti dia" teriak seorang warga


"Tenang, tenang dulu, kita bisa bicarakan baik baik" ucap Bang Khalid mencoba menenangkan


"Halah, gak usahlah kau banyak bacot Lid, urus saja istri istri mu itu, apa kau mau menambah satu lagi? hahaha" ucap salah satu pengawal Pak Broto


Ya, Pak Broto pasti dia dalang dibalik semua ini, karena Aku hamil dan Bapakku meninggal karena ulah nya.


"Mau kalian apa?" teriakku


"Pergi kau dari sini!! penzina macam kau tak pantas berada di kampung kami"


"Tenang dulu Bapak Bapak, kita bisa bicarakan baik baik, jangan main hakim sendiri seperti ini" ucap Kak Fatimah


"Sudahlah, kalian kan dari keluarga Kyai.. Masa harus mengurusi mereka, seorang pezina.. Usir dia, usir!!


Lalu mereka menyeret ku dan Ibu sampai perbatasan kampung.

__ADS_1


" Tunggulah disini, saya akan ambil mobil dulu dan tinggallah sementara di rumah kontrakan Abah yang berada di kampung sebelah" ucap Bang Khalid


__ADS_2