
"El.. Bangun yuk udah subuh ini, kamu kan harus sekolah"
Sarah terus mengetuk pintu kamar Elvira namun tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar
"El sayang, apa kamu sudah bangun?" ucap Sarah lagi
Sudah lebih dari sepuluh menit Sarah mengetuk pintu kamar Elvira namun tidak ada jawaban
"El, kamu tidak apa apa sayang" ucap Sarah panik
Lalu tanpa pikir panjang Sarah pun mendobrak pintu kamar Elvira.
"Ya Allah El" ucap Sarah tambah panik melihat Elvira dengan wajah pucat dan menggigil.
"Kamu tidak usah masuk sekolah dulu ya, nanti Ibu ke sekolah kamu, sekalian Ibu mau ke rumah Bu Deva"
Elvira hanya mengangguk pelan, matanya sudah sangat sayu, badannya pun terasa panas
"Ibu siapkan sarapan untuk mu ya sayang, sekalian Ibu siapkan obat" ucap Sarah
Setelah Elvira makan dan minum obat, Sarah pun bergegas pergi ke sekolah Elvira untuk meminta izin, setalah itu barulah Sarah ke rumah Bu Deva untuk bantu bantu.
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas siang, namun Sarah belum juga kembali.
"Ibu kemana ya? kok belum pulang juga" gumam Elvira dengan wajah yang pucat namun sudah tidak panas lagi badannya
El pun beranjak dari kasur dan keluar kamar untuk duduk di ruang tamu.
"Tok tok tok"
__ADS_1
"Sarah.. Buka pintunya Sar"
"Arman? apa itu Arman, bank keliling itu?" gumam Elvira
Elvira pun mencoba mengintip dari balik jendela kaca.
"Ya itu orang nya" gumam Elvira
"Aku bukakan gak yah? tapi Ibu bilang gak usah dibukain" gumam Elvira
El tampak gelisah, ia ingin tahu seberapa banyak hutang Ibunya tapi Ibunya melarang Elvira bertemu dengan Arman.
Elvira menarik nafas dalam dalam.
"Bismillah" ucapnya pelan sambil menarik gagang pintu.
"Maaf Om, Ibu sedang tidak ada di rumah" ucap Elvira sambil menunduk.
"Kemana Ibu mu?" tanya Arman lembut
"Lagi di rumah Bu Deva" ucap Elvira pelan
"Apa Ibumu meninggalkan uang?" ucap Arman dengan tatapan seakan ingin menerkam Elvira
"Tidak Om, hmmm kalau El boleh tahu berapa hutang Ibu Om?"
"Apa saya tidak boleh masuk dulu?" ucap Arman sambil menggoda
"Maaf Om, tapi Ibu sedang tidak ada di rumah" ucap Elvira mulai merasakan ketakutan
__ADS_1
"Ya kita kan bisa ngobrol berdua" ucap Arman
"Maaf Om, kita bukan mahrom" ucap Elvira pelan
"Hahahahaha mahrom? tau apa kau tentang itu? apa Ibu mu tau tentang mahrom? lihat Ibu mu saja sering di sentuh lelaki, saya rasa kau pun begitu" ucap Arman sambil mencoba mendekatkan diri ke Elvira
"Pergi Om atau saya akan teriak" ucap Elvira tegas
Lalu secepat mungkin Elvira menutup pintu, lalu di tahan oleh tangan Arman.
"Om silahkan pergi dari sini, sebelum saya teriak" ancam El
"Teriak sesuka hatimu" ucap Arman
Lalu Arman mendorong pintu lebih keras hingga Elvira terjatuh, di tutupnya kembali pintu itu.
"Om mau apa? jangan macam macam dengan saya" ucap Elvira sambil menahan tangis
"Melakukan seperti pekerjaan Ibu mu" ucap Arman sambil mendekati Elvira
Suara teriakan Elvira terdengar sampai teras rumahnya.
"El, kau kenapa?" ucap Sarah dari luar rumah
"Buka pintunya El" ucap Sarah lagi sambil mendorong gagang pintu
Sarah mencoba mengintip dari jendela melihat apa yang sedang terjadi, alangkah terkejutnya nya ia melihat Arman sedang mencoba memperkosa Elvira.
"Arman, apa yang kau lakukan di sini? lepaskan anak saya" ucap Sarah sambil terus menggedor gedor pintu rumah yang terkunci.
__ADS_1
"Pergi kau Sar, hutangmu ku anggap lunas jika aku bisa menikmati anak mu" ucap Arman
"Ibu.. Tolong El"