Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Jangan memandang Orang lain dari fisiknya saja


__ADS_3

Pulang Sekolah


"Oh ya El, kemarin tante ku menelpon ku, katanya anaknya sedang membutuhkan guru les, kamu mau kan menjadi guru les untuk anak tanteku" ucap Tantry sambil membereskan bukunya..


"Oh.. benarkah? Aku mau Tan, untuk anak kelas berapa?" ucapku semangat


"Anak kelas enam SD El"


"Aku sangat mau Tan, kapan kira kira aku akan mulai?"


"Hari ini, bisa kan?" ucap Tantry dengan semangat


"Oke kalau begitu, dimana Tan aku akan mengajarnya"


"Di rumah ku, karena selama Abah dan Umma umroh, tante ku yang menemani aku dan Kak Omar"


"Hmm.. Apa aku mengenal nya Tan? "


"Tidak El, beliau itu adik dari Abah, namanya tante Marwah, kalau anaknya perempuan namanya Shava"


"Seperti nama bukit, Sava dan Marwah ya hehehe"


Lalu kami pun pulang ke rumah Tantry..


Di rumah Tantry


"Assalamu'alaikum.. "


"Waalaikumsalam, Aunty sudah pulang? mana guru les untuk Shava? "


"Ini, kenalin namanya aunty Elvira, panggil saja aunty El"


Shava pun mengulurkan tangannya, dan tersenyum


"Aunty.. ikut Shava sebentar yuk" ajak Shava


"Hmmm ya sudah, El tunggu di sini dulu ya.."


Lalu Shava dan Tantry pun masuk ke dalam kamar Tantry..

__ADS_1


Selang beberapa menit, seorang wanita cantik, dengan perawakan tinggi dan berwajah Arab datang menghampiri ku


"Assalamu'alaikum, ini temannya Tantry ya? yang mau ngajar anak tante? "


"Oh iya tante, kenalin aku Elvira"


"Oh.. Elvira, saya Marwah"


"Hmmm, Elvira satu kelas dengan Tantry ya? kata Tantry El berprestasi ya? "


"Heheh alhamdulillah tante"


"Kalau boleh tante tau sejak kapan Elvira mengajar jadi guru les?"


"Baru kali ini tan"


"Loh.. Tante kira sudah pernah jadi guru les"


"Hehehe tidak tan, baru sekali ini saja"


"Kenapa mau jadi guru les?"


"Hmm, untuk tambahan biaya tante"


"Sepertinya tante Marwah ini sedang mengintrogasi ku, apa aku harus menjawab jujur" batin Elvira


"Hmm, untuk melunasi hutang ibu ku tan"


"Hutang?" jawab tante Marwah kaget


"Iya, ibu ku hutang pada bank keliling" jawab Elvira pelan


"Astafirullah, memangnya pekerjaan ibu mu apa? "


"Hmmm, ibu bekerja sebagai.. Hmmm"


"Bekerja sebagai apa memang nya Elvira? Jujur saja"


"Wanita malam.. " ucap Elvira pelan

__ADS_1


"Astagfirullahalazim"


Lalu tante Marwah pun masuk ke dalam kamar Tantry..


Dikamar Tantry


"Aunty gak salah? masa guru les aku kayak gitu si, kakinya cuma satu.. Satu lagi pakai kayu" ucap Shava cemberut


"Astagfirullahalazim Shava... Tidak boleh berkata seperti itu, kamu kan dengan aunty Elvira belajar pakai otak, bukan untuk main bola kan? tidak boleh merendahkan orang seperti itu Shava"


"Tapi Shava tidak nyaman kalau belajar dengan dia"


"Kamu belum mencoba nya Shava, aunty El itu baik kok.. Asik juga cara belajarnya"


"Shava tetap tidak mau aunty, cari lah guru les yang sempurna, bukan yang seperti dia"


"Ya Allah Shava, sejak kapan kamu seperti itu? semua manusia itu sama di mata Allah Shava, yang membedakan nya hanya amal dan ibadahnya, begitu juga dengan aunty El.. tidak boleh merendah kan orang seperti itu Shava"


"Tapi kan aunty"


Lalu Tante Marwah pun masuk..


"Tantry.. Kamu ini apa apaan sih?" ucap Marwah dengan nada emosi


"Ya Allah kenapa Tante?" ucap Tantry panik


"Guru les untuk Shava"


"Elvira?"


"Iya, apa apaan kamu ini.. Ibunya bekerja sebagai wanita malam dan terlilit hutang di bank keliling"


"Lalu masalahnya dimana tante?"


"Tentu masalah lah Tantry, bagaimana mungkin kamu berteman dengan orang seperti itu? apa Abah dan Umma tau masalah ini? "


"Abah dan Umma tau, Kak Omar pun tahu"


"Lalu mereka tidak keberatan kamu berteman dengan dia? "

__ADS_1


"Tidak, selama Elvira memberikan hal yang positif kenapa harus keberatan sih tan? "


"Ya Allah Tantry.. " ucap Marwah dengan nada emosi


__ADS_2