
"El ini Om aku namanya Om Aliff"
"Senyum itu, kenapa senyumnya sama persis seperti Sarah? ah tidak, tidak mungkin kan dia anaknya Sarah" batin Aliff
"Eh Aliff baru sampai kamu?" ucap Umma Zakiah memecahkan lamunan Aliff
"Eh iya Mba" ucap Aliff
"Oh iya ini El oleh oleh untuk mu, Liff kamu langsung ke rumah Mba ya? gak pulang ke rumah mu?"
"Nggak Mba, aku langsung kesini, tadi rencananya mau jemput Marwah"
"Oh ya Marwah lagi nganterin Shava les Liff"
"Mba, Aliff ke kemar dulu ya mau mandi dan ganti baju"
"Iya, Mba juga mau siapin makan siang untuk kita, El nanti makan bareng ya"
Elvira hanya tersenyum..
"Dia siapanya Tante Marwah Tan?" bisik Elvira
"Suaminya, tapi sifatnya beda deh sama Tante Marwah, Om Aliff mah baik banget"
Elvira hanya tersenyum.
****
"Elvira, kenapa senyumnya mirip sekali dengan Sarah, tatapan matanya pun tajam seperti Jeff, apa jangan jangan? ah tidak mungkin, tidak mungkin gosip di kampung benar, aku harus cari tahu siapa Elvira" gumam Aliff
Setelah selesai mandi Aliff pun menuju ruang makan, Umma Zakiah sedang sibuk menyiapkan makan siang
"Mba, sini Aliff bantu" ucap Aliff
"Bantu makan kamu mah heheh" ledek Umma Zakiah
"Mas Husein mana Mba?"
"Lagi ke rumah kerabatnya, biasalah ada urusan katanya"
"Kalau Omar?"
"Jam segini mah masih sibuk di kantornya"
"Mba, Aliff mau nanya dong"
"Tanya apa Liff?"
"Tantry sudah lama berteman dengan Elvira?"
"Sudah lama sekali Liff, dari Tantry SD sudah berteman dengan El, dulu kan rumah Mba dekat dengan rumahnya El"
"Hmm, El tuh emang orang sini asli ya?"
"Seperti nya si iya, Ibu nya bilang kalau El dulu lahir dan besar di sini"
__ADS_1
"Ibu nya kerja apa Mba? suaminya?"
"Hmm Mba agak gak enak ngomongnya"
"Maksudnya gimana Mba?"
"Ibu nya El bekerja sebagai wanita malam, suaminya saja Mba gak tahu"
"Apa?" Aliff sangat terkejut dengan ucapan Umma Zakiah.
"kenapa kamu? kaget gitu"
"Mba gak larang Tantry berteman dengan dia? memang tidak akan merusak reputasi Mas Hussein sebagai seorang ustadz"
"Kamu itu sama seperti Marwah, untuk apa melarang mereka berteman, Tantry justru bisa membawa El lebih baik lagi"
"Tapi kan Mba"
"Hanya karena El itu anak dari seorang wanita malam, Liff justru mereka yang harus kita rangkul, agar mereka bisa berada di jalan Allah"
"Lalu kenapa Mba dan Mas Hussein biarkan ibunya El bekerja sebagai wanita malam"
"Mba sudah berkali kali mengajak Ibunya El bekerja di tempat Mba, tapi dia gak mau"
"Lah berarti memang ibunya El yang ingin bekerja seperti itu kan Mba"
"Dia bilang gak enak sama orang orang, belum lagi jika ada wartawan yang tahu bahwa dia seorang wanita malam, katanya bisa merusak reputasi Mas mu"
"Hah alasan saja"
"Fix ini si bukan si Sarah, gak mungkin kan Sarah jadi wanita malam dan gak jelas siapa suaminya, tapi kemana kamu Sar.. Melihat gadis itu aku seperti melihat mu" batin Aliff
"Liff bengong aja, Mba mau panggil El dan Tantry dulu ya untuk makan"
Aliff hanya tersenyum getir..
"Kenapa dia seperti Sarah, aku benar benar melihat Sarah pada gadis ini, tapi.. "
"Om kenapa liatin Elvira terus si?" ucap Tantry
"Gak apa apa, lagian siapa yang liatin teman kamu itu" ucap Aliff sinis
"Dih, Om aneh"
"Sudah ah, ini meja makan gak boleh ngobrol" ucap Umma Zakiah
Elvira terlihat risih karena Aliff terus memandangi nya
Selesai makan siang Aliff berencana menjemput Marwah
"Mba, aku mau langsung jemput Marwah ya"
"Iya hati hati kamu Liff"
"Om, anterin El pulang ya" ucap Tantry
__ADS_1
"Gak usah Tan, aku bisa pulang sendiri kok" ucap Elvira
"Ya sudah bareng aja sama Om" ucap Aliff
"Tapi Om, nanti Om Aliff jadi muter muter"
"Gak masalah" ucap Aliff
Elvira sebenarnya sangat risih dengan perlakuan Aliff, karena Aliff terus memandangi nya, tapi di sisi lain Elvira tidak enak dengan Umma Zakiah ataupun Tantry jika menolak.
Suasana di dalam mobil pun hening, tidak ada pembicaraan dari El maupun Aliff
"El" ucap Aliff memecah keheningan
"Eh iya Om" ucap Elvira
"Maaf ya kalau Om liatin kamu terus dari tadi hehe" ucap Aliff
"Oh iya gak apa apa kok Om" ucap Elvira canggung
"Kamu risih karena Om liatin terus? tenang Om bukan laki laki hidung belang kok hehehe"
El hanya tersenyum getir mendengar candaan Aliff yang garing
"Senyum kamu tuh ingetin Om sama teman Om di kampung"
"Oh iya?" ucap Elvira kaget
"Iya, mirip seperti kamu"
"Hmm lalu kemana sekarang teman Om"
"Tidak tahu"
"Kok tidak tahu Om"
"Ya, dia pergi meninggalkan Om, sudahlah Om tidak mau bahas, oh ya ini jalan arah rumah Mba Zakiah yang dulu, terus rumah kamu di mananya?"
"Oh di depan sana Om"
"Hmm oke"
"Om mau mampir?" tanya Elvira
"Gak usah, Om mau jemput istri Om dulu"
"Hmm yasudah makasih ya Om udah antar El" ucap El
Aliff hanya tersenyum dan melajukan mobilnya kembali.
"El.. "
"Ah ibu"
"Kamu baru pulang? kok telat? diantar sama siapa itu?"
__ADS_1
"Nanti El jelaskan di dalam, ayo kita masuk dulu Bu"