Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Bank keliling


__ADS_3

"Saraaahhh" ucap Arman dari kejauhan


"Arman? El kamu masuk duluan ya" ujar Sarah lalu mendorong Elvira masuk kedalam rumah


"Tapi Bu" ucap Elvira bingung


"Sudah sana masuk" ucap Sarah sambil menutup pintu


"Sar, bayar hutang lu sini" ucap Arman sambil menadahkan tangan nya


"Nih, gue cuma ada segini" ucap Sarah sambil memberi uang


"Ah payah lo, masa tiap hari cuma bayar gocap, kapan lunasnya" ucap Arman kesal


"Ah yang pentingkan gue bayar" ucap Sarah


"Sar, btw yang barusan masuk anak lo" ucap Arman menggoda


"Lo liat bang?" ucap Sarah


"Ya liat lah, orang gede gitu masa gue gak liat"


"Hmmm, ya sudah sana balik gue mau masak dulu" ucap Sarah sambil mendorong Arman


"Santai lah Sar, gue punya ide buat lu Sar" ucap Arman berbisik


"Ide apa?"

__ADS_1


"Lo kasih anak lu ke gue, satu malam aja hutang lu gue anggap lunas" ucap Arman


"Plakkk"


Sarah menampar wajah Arman dengan sangat keras


"Jangan mimpi lu, gak akan gue kasih anak gue sama lu" ucap Sarah geram


"Halah sombong banget lu, anak cacat aja lu banggain, cuih" ucap Arman dan Arman pun pergi meninggalkan Sarah.


"Lu liat Sar, apa yang bisa gue lakuin" gumam Arman


Sarah membanting pintu dengan sangat keras, ia sangat kesal dengan ucapan Arman tadi, ia pun harus berjaga jaga dengan Elvira, jangan sampai Arman melihat Elvira lagi.


Sarah tau betul siapa Arman, selain rentenir Arman pun seorang gigolo yang sering menjual wanita ke pria hidung belang.


"Tok tok tok"


"Oh iya Bu" ucap Elvira yang langsung membukakan pintu


"El, kamu di antar siapa tadi?" tanya Ibu pada Elvira


"Oh itu Om nya Tantry" ucap Elvira


"Om nya Tantry? apa Ibu mengenalnya?" tanya Ibu


"Tidak, aku saja baru mengenalnya Bu, dia itu suami dari adiknya Abah Hussein, namanya Om Al.. " Belum selesai Elvira berbicara Sarah sudah memotong ucapannya terlebih dulu

__ADS_1


"El, ibu tidak mau jika kamu di antar oleh orang yang ibu tidak kenal, meskipun dia itu Om nya Tantry" ucap Sarah kesal


"Tapi Bu, dia orangnya baik kok"


"Semua orang awal awal ketemu itu baik El, sudah ibu tidak mau lagi kamu di antar olehnya"


Elvira hanya mengangguk pasrah, ia tahu betul Ibu nya tidak suka jika ia di antar oleh laki laki asing.


"Oh iya satu lagi, jika Arman datang ke sini jangan pernah membukakan pintu untuknya" ucap Sarah


"Memangnya kenapa si Bu?" tanya Elvira


"Ibu bilang jangan ya jangan, Ibu tidak mau dia melihat mu"


"Memangnya ada masalah jika dia melihatku Bu"


"Sudahlah El, dengarkan kata Ibu" ucap Sarah


"Iya Bu" ucap Elvira pelan


"Ibu mau masak dulu ya, kamu ganti baju habis itu bantu ibu di dapur ya sayang, sudah lama kita gak masak bareng" ucap Sarah


"Iya Ibu ku sayang" ucap Elvira tersenyum


Setelah Sarah pergi menuju dapur, Elvira terduduk di sisi ranjang


"Arman? apa aku harus bertanya pada nya, tapi bukankah ibu sudah melarang ku berkali kali" gumam Elvira

__ADS_1


Ia sangat ingin tahu berapa jumlah hutang Ibunya pada Bank keliling itu, tapi Ibunya sudah sering memperingatkan dan melarangnya


Ia sendiri tidak tahu apa alasannya, karena Ibunya tidak pernah memberitahu kan hal itu padanya.


__ADS_2