Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Bersama mu


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 02 tengah malam , namun Elvira belum juga tidur .


“Bagaimana Ibu ya, apa Ibu baik - baik saja di tempat kerjanya,” batin El


Tok tok tok


“Ah siapa tengah malam begini datang, aku buka ga ya pintu nya,” ucap Elvira


“El .. ini Ibu nak, buka pintunya sayang,”


“Ah Ibu sudah pulang, tumben .. biasanya subuh baru sampai,”


Elvira pun bergegas membuka pintu rumahnya .


“Loh kok Ibu bisa sama Om Alif,” batin Elvira


“Sampai kapan kamu mau bengong di sana El, kamu menghalangi Ibu masuk,” suara Ibu memecah lamunan Elvira


Elvira pun hanya tersenyum tipis


“Kamu belum tidur El ?” Tanya Ibu


“Belum Bu, gak bisa tidur aku,” mata Elvira terus melihat ke arah Aliff yang sedang asik merokok di depan rumahnya .


“Hmm, tidur sana sudah malam,”


“Om Aliff nginep di sini bu?”


Sarah melihat ke arah Aliff yang sedang asik merokok sambil memainkan ponselnya


“Nggak, sebentar lagi Dia pulang,” ucap Sarah singkat


Elvira hanya mengangguk anggukan kepala nya.


Banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Ibu nya perihal Alif


“Sekarang kamu tidur, besok kan sekolah,” ucap Sarah


Elvira pun hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamarnya .


“Mau sampai kapan kamu di sini? Lebih baik kamu pulang, aku ga enak sama orang - orang sini kalau lihat kamu di sini malam - malam begini,” ucap Sarah


“Aku mau nginep di sini,” ucap Alif masih terpaku pada layar ponselnya

__ADS_1


Sarah pun duduk di sebelah Aliff


“Ga usah ngaco kamu Lif, di sini banyak nyamuk, kamarnya juga panas, lagian kamu mau tidur dimana ? Di rumah ini cuma ada dua kamar,”


“Ga masalah, waktu di kampung dulu juga banyak nyamuk dan panas,”


“Lif, sudahlah lebih baik kamu pulang,”


“Gak mau, aku mau di sini,” ucap Aliff


“Terserah lah, aku mau tidur,” ucap Sarah sambil masuk ke dalam rumahnya .


“Lelaki keras kepala seperti Aliff memang tak akan bisa jika di larang, terserah dia mau nya gimana, kalau dia lelah dia pasti akan pulang,” batin Sarah


Jam sudah menunjukkan pukul 05 pagi, namun Aliff masih tetap setia di depan rumah Sarah.


Sarah pun mengintip dari jendela kamarnya .


“Ya ampun Alif masih di sini,” batin Sarah


Sarah pun segera keluar rumah, melihat Aliff tidur sambil duduk membuatnya tak tega .


“Orang ini gak pernah berubah,” batin Sarah sambil tersenyum


Aliff pun terbangun, matanya masih belum terbuka sempurna, tidur di kursi yang keras cukup membuatnya sakit dan pegal - pegal.


“Kan sudah ku bilang pulang saja, ngapain tidur di sini,” ucap Sarah


“Kan aku bilang mau nginep,” ucap Aliff


“Ya sudah pulang sana, sudah pagi kamu kan harus kerja,”


“Tega sekali kamu, aku mau tidur di kamar kamu aja,” ucap Aliff sambil masuk ke dalam rumah Sarah


“Eh.. ngapain malah masuk, Liff kalau Elvira tau bagaimana?”


Aliff tak menghiraukan ucapan Sarah, ia malah masuk ke dalam kamar Sarah.


“Liff jangan tidur di sini,” ucap Sarah sambil menggoyang - goyangkan badan Aliff yang sudah tertidur di kasur Sarah


“Hmm,”


“Liff bangun dong,” Sarah terus menggoyang - goyangkan badan Aliff

__ADS_1


“Jangan di goyang - goyangin nanti ada yang bangun,” ledek Aliff


Sarah pun langsung terdiam dan membiarkan Alif tidur di kamarnya.


“Huh.. terserah kamu lah Liff,” ucap Sarah sambil menutup pintu kamarnya .


“Bu..”


“Eh Elvira.. kagetin Ibu aja,”


“Aku cuma manggil masa Ibu kaget, Om Aliff udah pulang bu?” Tanya Elvira


“Hmm udah tadi malam,” ucap Sarah gugup


“Tapi di luar ada mobilnya Om Alif,”


“Mobilnya lagi mogok, jadi di tinggal dulu di sini, sudah kamu mau mandi kan ? Mandi dulu habis itu sarapan dan sekolah ya,” ucap Sarah sambil memasak


***


Setelah Elvira berangkat sekolah Sarah melihat Aliff di dalam kamar yang masih tertidur pulas


“Kamu pasti ngantuk banget ya Liff,” batin Sarah sambil memandangi wajah Aliff


Sarah pun menyalakan kipas angin yang berada di samping kasur .


“Liff kamu ga pernah berubah ya, aku baru tau kalau kamu tidur kayak gitu,” ucap Sarah sambil terus memandangi wajah Aliff


Tok tok tok ..


Ketukan pintu yang terdengar sangat kencang


“Heh .. buka dasar pelakor, wanita mur*han, buka !!”


“Siapa pagi - pagi menggedor pintu keras begitu,” batin Sarah


Sarah pun membuka pintu rumahnya ada seorang wanita yang berdiri depan rumahnya .


Plakkk


Satu tamparan mendarat di pipi Sarah.


“Dasar wanita mur*han, dimana kamu sembunyikan suami saya, dimana Aliff?”

__ADS_1


“K-kamu istri nya Aliff?”


__ADS_2