
“El .. ikut aku sebentar yuk,” ucap Tantry
“Kemana Tan?”
“Ikut saja, ada surprise untukmu,” ucap Tantry sambil tersenyum
“Hmm, baiklah,” ucap Elvira
“Kalian udah siap?” Tanya Aliff
“Loh kita perginya sama Om Aliff?” Tanya Elvira bingung
Tantry menganggukan kepalanya sambil tersenyum
“Wah pada mau kemana ni?” Tanya Umma Zakiah
“Ada kepentingan Mbak,” Ucap Aliff
“Bertiga aja ? Shava ga di ajak ?” Tanya Umma Zakiah
“Urusan orang dewasa Mbak,” ucap Aliff sambil berlalu pergi
Umma Zakiah hanya geleng - geleng kepala dengan kelakuan adik iparnya tersebut
Sementara Tantry dan El hanya diam sambil sesekali senyum
“Umma kami jalan dulu ya, Assalamualaikum,” ucap Tantry sambil mencium punggung tangan Umma Zakiah
“Waalaikumsalam, hati - hati kalian,”
****
Di dalam mobil tak ada pembicaraan apapun, kegelisahan dan bingung terlihat dari raut wajah Elvira.
“Loh ini bukannya ke arah rumahku ya,” batin Elvira
__ADS_1
“Tan.. ini bukannya jalan arah ke rumahku,” tanya Elvira setengah berbisik
Tantry hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Elvira.
“Kita sudah sampai,” ucap Aliff memecah keheningan di dalam mobil
“El, ayo turun,” kata Tantry sambil membuka pintu mobilnya
“T-tapi aku, aku ..” ucap Elvira merasa takut
“Aku takut berada di sini, bagaimana dengan Ibu? Apa aku di sini sendiri? Apa kehadiranku di rumah Tantry membuat mereka risih dan akhirnya menyuruhku untuk pulang,” Batin Elvira
“Ayo El turun,” ucap Tantry sambil mengetuk kaca mobil
“I-iya Tan,”
Perasaan takut dan trauma di kala melihat rumah tersebut, sekilas teringat kembali bayangan di kala Ibu membun*h Arman sang penagih hutang
Elvira menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan, mencoba untuk melupakan semuanya .
“Aku .. aku pasti bisa masuk ke rumah itu lagi,” batin El
Aliff membuka lebar - lebar pintu tersebut dan menyuruh Tantry serta Elvira untuk masuk
“Assalamualaikum,” ucap Elvira
“Waalaikumsalam,”
Betapa kagetnya Elvira setelah mendengar ucapan salamnya terbalaskan .
“I-ibu , itu suara ibu ,” ucap Elvira dengan mata berkaca - kaca
“Elvira .. sayang, ibu pulang nak,” ucap Sarah sambil memeluk Elvira
“Ibuuuuu, El kangen sama ibu,” ucap Elvira sambil memeluk dan menangis
__ADS_1
Pemandangan menyedihkan ini membuat Tantry maupun Aliff terharu .
****
“Om gimana ceritanya Tante Sarah bisa bebas,” tanya Tantry bingung
Aliff hanya tersenyum
“Ih si Om mah, orang nanya malah senyum,” ucap Tantry sambil cemberut
“Om, tapi mereka aman ga di sana ? Aku takut anak buah rentenir itu balik lagi ke rumah El,”
“Kamu tenang aja Tan, mereka ga akan balik ke rumah El lagi,”
“Kok Om yakin banget si?”
“Yakin lah, Om kan sudah kong kali kong sama mereka,”
“Hah? Gimana - gimana ?”
“Ah sudahlah, pokoknya mereka ga akan balik lagi ke rumah El, kamu tenang aja,” ucap Aliff menyakinkan
Meskipun ucapan Aliff menyakinkan tapi ada sedikit rasa was was dalam hati Tantry .
“El .. semoga kamu baik - baik aja di sana,”
“Om , apa kita ga belikan aja rumah buat El?” Tanya Tantry
“Kamu fikir El dan ibunya mau menerima ?”
Tantry hanya diam sambil mengangguk mengiyakan, sudah pasti El dan ibu nya menolak .
“Tan.. kamu Om anter sampai gerbang saja ya, Om harus ke rumah sakit,” ucap Aliff memecah keheningan .
“Iya Om,” ucap Tantry
__ADS_1
“Kamu tolong bilang sama Shava, kemungkinan besok atau lusa mamahnya akan pulang,”
Tantry hanya mengangguk .