Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Flashback Sarah #4


__ADS_3

"Gugurkan" jawabnya singkat


Lalu Jeff pun pergi meninggalkan ku..


Aku berjalan pulang dengan air mata yang terus berlinang di pipiku, rasa takut, malu, bimbang semuanya jadi satu dalam diri ini


Bagaimana mungkin aku bisa menghadapi hidupku yang seperti ini, bagaimana jika Bapak dan Ibu tahu bahwa aku sedang hamil, dan ayah yang ada di dalam kandungan ku ini tidak mau bertanggung jawab


Sesampainya di rumah, ku rebahkan badanku


"Jahat kau Mas, jahat sekali kau padaku" gumam ku sambil terus memukul guling dan bantal yang tidak berdosa


"Apa yang harus aku katakan pada Ibu dan Bapak, bagaimana jika mereka tahu bahwa aku hamil"


"Tok.. Tok.. Tok.. "


"Assalamu'alaikum, Sarah.. "


Suara ibu terdengar dari balik pintu


"Walaikumsalam, ya Bu sebentar"


Ku rapikan pakaian dan wajahku agar tidak terlihat habis menangis..


"Lama sekali kau membuka pintu nya nak, ini ada makanan untuk mu"


Ibu membawakan ku makan siang.


"Kau kenapa Sar? mata mu sembab seperti habis menangis" tanya ibu yang curiga


"Tidak apa apa Bu, mungkin kebanyakan tidur jadi sembab deh hehe"


"Memang jika kebanyakan tidur bisa bikin mata sembab ya Sar?"


Aku hanya tersenyum tipis

__ADS_1


"Kau sudah bertemu dengan Aliff Sar?"


"Hmm, belum Bu.. "


"Ya sudah lah kalau begitu, Ibu harus kembali dulu ke rumah Pak Kiyai"


Aku pun hanya mengiyakan, setelah Ibu pergi aku baru tersadar akan ucapannya Aliff


"Aliff, kau benar.. Jeff hanya pura pura" ucapku sambil terus menangis


"Apa kau masih mau berteman dengan ku Liff, dengan wanita kotor seperti ku"


Aku terus menangis hingga membuat ku lelah dan tertidur..


***


"Sarah.. "


"Ah Bapak, Ibu.. Kok sudah pulang" ucapku kaget


"Ibu ngaco aja ah ngomong nya, tidak baik berkata seperti itu kepada anak Bu" ucap Bapak


"Tapi Pak.. Kita kan punya anak gadis, harus di jaga dengan baik Pak, di jaga juga kehormatannya, jangan sampai ternoda sebelum waktunya"


"Bapak percaya pada Sarah Bu, Sarah tidak akan berbuat seperti itu"


"Bapak liat tuh si Jeff, setiap hari bawa perempuan, ada aja yang hamil gara gara dia, aduh Sar.. Kamu kalau cari calon jangan yang seperti dia ya, Ibu mah amit amit deh kalau punya menantu seperti dia"


"Sudah sudah, mau magrib malah ngomongin orang si Bu" ucap Bapak menyudahi omongan Ibu


Hatiku begitu sangat hancur mendengar percakapan Ibu dan Bapak, bagaimana jika mereka tahu bahwa anak kesayangan nya ini telah hamil di luar nikah


"Sar, wajah mu kok pucat sekali.. ayo kita ke klinik saja Sar" ucap Bapak yang khawatir dengan keadaanku


"Tidak Pak, Sarah hanya perlu istirahat saja"

__ADS_1


"Kau tidur dari siang sampai mau magrib apakah itu kurang Sar?" tanya Ibu


"Sudahlah Bu" ucap Bapak


"Sarah izin ke kamar dulu ya Pak Bu" ucapku lemas


Belum sampai ke kamar ku, kepala ku sudah sangat pusing dan akhirnya aku pingsan..


Setelah ku membuka mata, aku sudah berada di kamar ku, wajah Ibu dan Bapak sangat berubah


"Ada apa ini" gumam ku..


"Katakan pada Bapak mu ini Sar, siapa laki laki yang telah menghamili mu" ucap Bapak dengan suara lantang


"Apa? orang tuaku tau bahwa aku hamil" batinku


"Jawab Sarah" ucap Ibu dengan suara yang keras


"Bu.. Pak.. Maafkan Sarah, Maaf kan Sarah" ucapku sambil memohon di hadapan Ibu dan Bapak


"Katakan Sarah" ucap Bapak tegas


Aku menghela nafas dalam dalam, aku harus berbicara jujur pada orang tuaku


"Jeff Pak, Bu" ucapku pelan


"Sejak kapan kau berhubungan dengan lelaki itu nak" ucap ibu lirih


"Maafkan Sarah Bu.. "


"Ayo, kita ke rumah nya Jeff.. Kita minta pertanggung jawaban dari nya" ucap Bapak


"Tapi Pak, Jeff tidak mau bertanggung jawab" ucapku sambil menangis


"Ikutlah dulu dengan Bapak, ke rumah Jeff" ucap Bapak

__ADS_1


__ADS_2