Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Pertanyaan Aliff


__ADS_3

"Itu.. Itu Sarah? apa benar? aku salah lihatkah? jadi Sarah itu Ibunya Elvira?" gumam Aliff


Aliff pun perlahan lahan mendekati dan memastikan apakah itu Sarah.


Sementara Sarah sedang fokus bercerita pada Omar dan Pak Anwar tentang kronologi kejadiannya.


"Sa.. Sarah??" tanya Aliff dengan suara yang pelan.


Sarah pun menoleh ke arah Aliff, betapa kaget dan terkejutnya Sarah.


"Aliff? kamu Aliff??" tanya Sarah dengan wajah yang kaget.


Omar dan Pak Anwar pun saling berpandangan, mereka kaget ternyata Aliff dan Sarah saling mengenal.


"Loh Om Aliff kenal Bu Sarah?" tanya Omar penasaran.


"Iya Omar, dia teman Om dulu," kata Aliff tapi pandangannya masih fokus ke Sarah.


"Sar, ceritakan padaku apa yang terjadi padamu, kenapa kamu jadi seperti ini," kata Aliff dengan suara yang lirih.


"Liff aku..," ucapan Sarah terpotong karena polisi datang.


"Maaf Pak, waktunya sudah habis, besok silahkan bapak ke sini lagi," ucap polisi tersebut.


"Bu, mohon maaf beri saya waktu lima menit saja untuk berbicara dengan Sarah," ucap Aliff sambil memohon.


"Mohon Maaf Pak tidak bisa, ayo Bu Sarah kembali ke sel anda," ucap Polisi tersebut


Sarah hanya mengangguk dan mengikuti polisi tersebut.


Aliff pun merasa kecewa karena baru tau bahwa Sarah adalah ibunya Elvira.


"Om tunggu kamu di mobil," ucap Aliff sambil menepuk pundak Omar.

__ADS_1


"Oh iya Om, aku juga masih ada yang harus di bicarakan dulu pada Pak Anwar," kata Omar.


Aliff pun keluar dari kantor polisi menuju mobilnya, rasa tidak percaya terus menghampirinya.


"Sarah, Sarah ada apa dengan mu Sar," gumam Aliff.


"Sarah, kenapa kau jadi begini,"


"Om maaf ya lama," kata Omar sambil mengenakan sealt belt.


"Kita makan dulu sebentar ada yang mau Om bicarakan padamu," ucap Aliff sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Oh perihal Bu Sarah kah Om?" tanya Omar.


Aliff pun mengendarai mobil dengan sangat kencang.


"Om pelan pelan," kata Omar dengan wajah yang sedikit takut, namun tidak di hiraukan oleh Aliff.


"Kita makan di sini saja," kata Aliff sambil turun dari mobilnya.


Setelah mereka memesan makanan, mereka pun duduk di luar restoran tersebut.


"Jelaskan pada Om, dari mana kamu mengenal Sarah atau Elvira," tanya Om Aliff tanpa basa basi.


"Kita gak nunggu makanannya dulu Om, biar enak ngomongnya sambil makan," kata Omar.


Maklumlah Omar dari pulang kerja langsung ke kantor polisi untuk mengurus Elvira dan Ibunya.


Aliff menghela nafas panjang, ia sangat tahu bahwa Omar sudah lapar..


"Oke," jawab Aliff singkat.


Tidak lama kemudian makanan mereka pun datang.

__ADS_1


"Oke ceritakan," kata Aliff.


"Oke gini Om, keluarga ku kenal sama Bu Sarah dan Elvira dari Tantry, Tantry itu satu sekolah waktu SD sama El, mereka teman dekat.. El sering main ke rumah kita dulu, karena emang dulu rumah kita dan Bu Sarah gak terlalu jauh," kata Omar sambil mengunyah makanannya.


"Kamu tau siapa Bapaknya Elvira?" tanya Aliff lagi.


"Nggak tau, Bu Sarah cuma cerita kalau Bapaknya El sudah meninggal,"


"Cerita gak meninggal nya kenapa?"


"Katanya si di tusuk orang, terus makamnya ada di kampung, Bu Sarah pindah ke Jakarta karena takut dan trauma," kata Omar.


"Meninggal? siapa yang meninggal? bukankah yang pernah di tusuk orang itu Bapaknya Sarah, Kak Fatimah yang kasih tau aku dulu, setelah Bapaknya Sarah meninggal aku benar benar tidak tahu di mana Sarah, aku memang sempat bertemu dengan Sarah waktu itu, ah saat itu dia ingin bertemu dengan Jeff, tapi sialnya saat sore harinya aku harus kembali lagi ke pesantren," batin Aliff


"Om, apa Om mengenal dekat Bu Sarah?" tanya Omar yang memecah lamunan Aliff.


"Ya dekat, kami sangat dekat," kata Aliff


"Oh iya kamu tau sejak kapan dia jadi wanita malam dan kasus dia tadi kenapa?" tanya Aliff


"Aku kurang tahu sejak kapannya, yang jelas sejak El dan Tantry berteman Bu Sarah memang sudah bekerja jadi wanita malam, kasusnya dia punya hutang pada bank keliling, nah si penagih hutang itu mau memperkosa El, Bu Sarah tidak terima terus refleks membunuh si penagih hutang itu," kata Omar.


"Biarkan kasus ini Om yang tangani, berikan saja alamat si penagih hutang itu, kamu tidak usah ikut campur," kata Aliff dengan tatapan tajamnya.


"Tapi bagaimana dengan Pak Anwar, Pak Anwar sudah bersedia membantu," kata Omar


"Apa sudah pasti Sarah akan bebas? Omar kamu harus tahu, Sarah itu bersalah karena telah membunuh, apa ada bukti jika si penagih hutang itu akan memperkosa Elvira dan Sarah refleks membunuhnya? Mereka pasti lebih licik agar Sarah mendekam di penjara sementara hutangnya akan di bebankan pada Elvira dan ujung ujungnya kamu tahu jika El tidak bisa membayar bukan tanpa alasan kan jika mereka memanfaatkan Elvira," jelas Aliff


Omar terdiam sesaat, yang di bicarakan Om nya memang benar


"Lalu bagaimana caranya Om agar Bu Sarah bisa bebas?" tanya Omar penasaran.


"Tenang saja, Om sudah punya cara," ucap Aliff sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2