Tuhan.. Apa Salahku??

Tuhan.. Apa Salahku??
Pertemuan Sarah dan Fatimah


__ADS_3

"Sarah... Kenapa anak ini seperti Sarah di waktu muda dulu," batin Fatimah.


"Ummi.. Umi," kata Tantry sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Fatimah.


"Eh.. Maaf," kata Fatimah yang tersadar dari lamunannya.


"Ummi nih kayak Om Alif aja, liat Elvira gak kedip hehe," kata Tantry.


"Hehe cantik, jadinya Ummi terkesima," kata Fatimah.


"Fat.. Kamu bisa langsung ke kamar aku aja, Shava udah tidur," kata Zakiah.


"Bagaimana dia?" tanya Fatimah.


"Aku tidak tahu, aku lihat dia sudah tertidur," kata Zakiah.


"Tantry, El.. Ummi mau istirahat dulu ya di kamar," kata Fatimah.


El dan Tantry pun hanya tersenyum sambil mengiyakan.


Sesampainya di dalam kamar, hal pertama yang ingin di tanyakan adalah Elvira, mengapa wajahnya mirip sekali dengan Sarah, apa ada hubungan antara Elvira dan Sarah.


"Kia.. Aku mau tanya sesuatu sama kamu," kata Fatimah.


"Soal El? kau dan Alif sama saja ingin tau tentang El, memangnya ada apa dengan El si," kata Zakiah sambil merebahkan badannya.


"Alif mengenal orangtuanya El?" tanya Fatimah penasaran.


"Iya," kata Zakiah singkat.


"Tapi.. Siapa ibunya El?" tanya Fatimah.


"Nanti kau bisa tanyakan saja pada Alif, sudahlah Fat.. Tidur saja," kata Zakiah.


Fatimah pun merebahkan badannya di atas kasur, pikirannya jadi melayang saat melihat Elvira, mengapa wajahnya sangat mirip dengan Sarah di waktu muda dulu, apa jangan jangan Elvira itu anaknya Sarah dan Jeff?


"Besok Mbak mau ketemu sama kamu, ada yang mau Mbak omongin sama kamu.. Berdua saja," isi pesan Fatimah pada Alif.


"Siapa kirim pesan malam malam?" tanya Sarah sambil membereskan sisa makanan nya.


"Mbak Fatimah, katanya mau ketemu sama aku berdua," kata Alif


"Ada apa ya?" tanya Sarah bingung.


"Entahlah," kata Alif sambil meminum minumannya.


"Sudahlah Lif, kamu sudah terlalu banyak minum," kata Sarah sambil mengambil botol beer dan gelasnya.


"Memangnya kenapa kalau aku minum?" tanya Alif bingung.


"Nanti kau malah mabuk dan merancau yang tidak tidak," kata Sarah.


"Aku tidak akan mabuk," kata Alif.


"Terserah kau sajalah, lalu dimana aku tidur?" tanya Sarah.


"Tidurlah dengan ku," kata Alif santai.

__ADS_1


"Tidak, aku lebih baik tidur di sofa ini saja," kata Sarah menolak.


"Mengapa kau tidak mau tidur dengan ku, bukankah kau telah melakukannya dengan Jeff? dan pekerjaan mu pun seperti itu, mengapa jika dengan ku kau selalu menolak?" kata Alif memandang sendu wajah Sarah.


"Alif," kata Sarah lirih.


"Oh.. Astaga, apa yang sudah ku ucapkan.. Benar katamu, aku terlalu banyak minum hingga ucapan ku jadi ngaco hehehe, sudah lah tidur di kamar sebelah kamar ku, di apartemen ini ada dua kamar, tenang saja," kata Alif sambil tersenyum.


Sarah hanya diam mematung, apa yang ada di pikirannya Alif..


"Mau sampai kapan kau di sana? sudah tidur sana," kata Alif sambil berjalan menuju kamarnya.


Alif merebahkan dirinya di atas kasur..


Menatap langit langit kamarnya, dari dulu hingga sekarang memang sulit mendapatkan Sarah.


Jika di lihat wajahnya pun tak terlalu jelek, jika dengan Jeff masih gantengan Alif. begitulah pikir Alif.


"Mengapa kau selalu menolak ku Sar?" gumam Alif.


Sementara Sarah yang sedang merebahkan dirinya di atas kasur jadi teringat ucapannya Alif, mengapa ia berpikir seperti itu..


"Alif, apa kau sama menganggap ku hanya sebagai wanita malam? aku pikir kau akan melindungi ku, menutup rapat tubuhku.. bukan membukanya dan menikmatinya.. Alif, jika ingin ku katakan, aku mencintai mu.. Namun aku sadar diri, kau telah beristri dan kau lah sahabatku.. aku tidak ingin menghancurkan mu, menghancurkan rumah tangga mu," gumam Sarah..


***


Keesokan paginya, seperti biasa.. Sarah bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan, kali ini ia menyiapkan makanan untuk Alif.


"Sar.. Aku pikir kau masih tidur," kata Alif yang baru keluar dari kamarnya.


"Waw sarapan pagi ku kini sangat berkesan hehe, biasanya aku hanya makan roti bakar atau nasi goreng.. Sekarang banyak lauk pauknya," kata Alif sambil menarik kursi.


"Sudah, makan dulu," kata Sarah.


"Oh ya, aku mau menelpon Mbak Fatimah dulu," kata Alif.


"Makan saja dulu, nanti baru telpon Kak Fatimah nya,"


"Baik bos," kata Alif dengan mulut yang penuh dengan nasi.


"Kau nih seperti El saja," gumam Sarah.


Setelah sarapan, Alif pun segera menelpon Fatimah.


"Mbak Fatttt.. Bisa ke apartemen aku gak?"


"Katanya lagi di renov?"


"Sudah selesai, aku mau kasih liat apartemen aku yang baru,"


"Ya sudah, sekalian ada yang mau Mbak bicarakan sama kamu,"


"Oke siap, Alif tunggu,"


Alif pun mematikan sambungan telpon nya.


"Sebentar lagi Mbak Fat mau ke sini," kata Alif.

__ADS_1


"Aaah serius? aku udah kangen banget sama Kak Fatimah," kata Sarah dengan senangnya.


"Ketemu sama aku senang gak?" goda Alif.


"Sama kamu mah biasa aja," kata Sarah.


Tak lama kemudian Fatimah pun tiba di apartemen Alif.


"Gak ada yang berubah Lif," kata Fatimah sambil duduk di sofa.


"Mbak.. Sebentar ya, aku mau ngenalin Mbak Fat sama asisten baru aku," kata Alif.


"Siapa? perempuan atau laki laki?" tanya Fatimah.


"Perempuan," kata Alif singkat


"Alif.... Gak usah macem macem deh kamu," kata Fatimah sambil menjewer kuping Alif.


"Ah Mbak mah gak pernah berubah.. sakit tau," kata Alif sambil mengelus elus kupingnya.


"Siapa asisten baru kamu? dimana dia? kenalin sama Mbak," kata Fatimah.


"Sebentar ya Mbak,"


"Miss S, tolong dong minuman nya buat Mbak ku yang cantik ini," teriak Alif.


Sarah pun keluar dengan membawa minuman, betapa terkejutnya Fatimah melihat Sarah.


"Sa.. Sarah?" gumam Fatimah.


"Kak Fatimah," kata Sarah yang langsung memeluk Fatimah.


"Ya Allah Sarah, kamu kemana aja? Kakak nyariin kamu loh selama ini," kata Fatimah sambil membelai rambut Sarah.


"Maaf kan Sarah Kak," kata Sarah sambil menangis.


"Sudah sudah, kamu kemana aja?" kata Fatimah sambil mengusap air mata Sarah.


"Sarah.. Sarah," kata Sarah sambil menunduk.


"Lif.. kamu ketemu Sarah dimana? Marwah tau perihal Sarah?" tanya Fatimah.


"Marwah gak tau apa apa tentang Sarah, Alif juga ketemunya gak sengaja Mbak," kata Alif.


"Sebentar Sar, Lif.. Kalian tau Elvira?" tanya Fatimah.


"Elvira temannya Tantry? itu putri ku Kak," kata Sarah.


"Astagfirullah, pantes aja mukanya mirip banget sama kamu, itu anak kamu sama Jeff?" tanya Fatimah.


"Nah kan, aku bilang juga apa Sar.. Untung tadi gak sama El, kalau sama El.. Sudahlah," kata Alif.


"Sebentar.. Maksudnya gimana? memang El belum tau ayahnya siapa?" tanya Fatimah.


Sarah hanya menggelengkan kepalanya.


"Astagfirullah Sar.. "

__ADS_1


__ADS_2