Two Sky Poems

Two Sky Poems
Apa yang terjadi dengan saudaraku?


__ADS_3

Segera setelahnya tawa dari seseorang terdengar. Kemudian perlahan-lahan sosok Chao Yong muncul dari belakang dengan wajah penuh kepuasan. Dia menatap Xuan Yi yang di penuhi keinginan. “Tuan putri, menyerah lah kepada kami.”


“Jika tidak, apa yang akan kalian lakukan kepadaku?” Xuan Yi tidak takut dengan beberapa orang di depannya. Meski dia baru berlatih menggunakan tombak, setidaknya dia mampu membuat orang-orang itu terluka dan membuat keributan, agar orang-orang datang membantunya.


“Menangkapmu dengan paksa, hehehe... Tidak menyangka Tuan putri haram telah datang bersama ibunya.”


Xuan Yi melepaskan tongkatnya dan bersiap ingin menyerang. Ketika dia ingin menyerang, tiba-tiba Jia Li berdiri di depan dan menghalanginya. “Tuan putri, biarkan aku yang melawannya.”


Dia telah memegang pedang dan memandang kumpulan orang-orang di depannya dengan penuh kebencian. Sebagai pelayan tuan putri Su Jiao dan Xuan Yi, dia tidak akan pernah mundur, meski dia tahu sekarang dia tidak akan mampu mengimbangi kekuatan lawannya.


Setelah mengatakan itu, dia berlari dan mulai melancarkan serangannya.


Cao Yong tersenyum jahat. “Terlalu nekat.”


10 orang itu kemudian bergerak menyerang Jia Li.


Wanita dewasa itu mengayunkan pedang ke segala arah, saling meladeni orang-orang yang menyerang dari berbagai arah. Dia mengayunkan untuk menyerang kepala, kemudian berusaha menusuk jantung mereka, memotong pergelangan tangan. Sesekali menargetkan perut mereka.


Hingga, keringat membasahi tubuhnya, dan beberapa irisan darah mulai memenuhi tubuhnya, tapi dia telah berhasil membunuh dua orang. Gaun berwarna kuning mulai di penuhi bercak-bercak darah.


Wanita itu tidak kuat lagi, dan dia pun mundur.


“Tuan putri pergi dari sini, cepat!”


“Aku akan membunuh mereka.” Jawab Xuan Yi sambil berjalan memegang tongkat besinya.


“Tuan putri, anda jangan nekat.”


Kata-kata itu tidak di hiraukan gadis itu, dia terus berjalan sambil memegang tongkat. Kemudian, dia berlari. Dia lalu mengayunkan ke kanan, Tapi di halangi pedang, kemudian berbelok ke atas menyerang kepala, namun ada serangan lain dari belakangnya, maka di ayunkan ke belakang.


Xuan Yi berusaha menyerang dengan apa yang telah di pelajarinya. Jika lawannya hanya dua orang, dia telah membunuh mereka, tapi karena delapan orang, membuat dia kelelahan.


Dia mundur dan berseru, “Tuan gemuk! Apa anda sudah gila menyerang seorang anak kecil dengan 8 orang sekaligus?”


Cao Yong tertawa. “Tidak ada urusannya denganku. Asalkan kau tartangkap, maka semua selesai, entah dengan cara seperti ini atau tidak.”


Sudah di tebak apa yang akan di katakan pria perut buncit itu, tapi Xuan Yi hanya mencobanya.


Dari belakang, Jia Li berseru, “tuan putri, pergilah biarkan bibi yang menghadangnya.”


Xuan Yi tidak peduli, dia kembali berkata kepada Cao Yong. “Tuan, anda sangat tidak terhormat.”

__ADS_1


Xuan Yi ingin bergegas menyerang, tapi sosok indah perlahan-lahan muncul di depannya. Gadis itu tidak memakai alas kaki, tapi kaki telanjang itu sudah sangat indah terlihat, di tambah gaun berwarna putih. Dia kira-kira berumur 12 tahun sama dengannya.


Di tangannya berputar pisau kecil dengan gantungan bulu merak. Dia lalu menoleh ke belakang. “Kita bertemu lagi.”


Gadis itu tidak lain, gadis yang berasal dari sekte White Clouds Fairly dan telah bertemu dengan Xuan Yi sebelumnya.


Jia Li tidak bisa tidak terus memandanginya, gadis itu terasa memiliki Aura yang sangat suci dan penuh ke anggunan.


Sementara Cao Yong tidak suka dengan kehadiran anggota dari sekte White Clouds Fairly itu. Dengan kedatangannya, dia semakin sulit untuk menangkap Xuan Yi.


“Bunuh mereka!” serunya dengan suara marah.


8 orang tersisa bergegas berlari.


Gadis dari Sekte White Clouds Fairly mengerakkan tangan ke depan, kemudian melepaskan pisau kecil dari sana. Pisau itu melayang dengan cahaya putih. Lalu dengan cepat bergerak mengarah 8 orang.


Jeritan kematian terdengar ketika pisau itu menghancurkan tengkorak mereka dan menembusnya. Beberapa dari mereka mengayunkan pedang untuk menghalangi, tapi pedang itu langsung berlubang ketika bersentuhan dengan pisau itu.


Darah muncrat ketika pisau itu menembus tengkorak mereka dan mayat-mayat berjatuhan.


Dalam sekejap, 8 orang mati.


Jia Li menelan ludah melihat pemandangan itu. Dia berpikir, gadis dari Sekte White Clouds Fairly itu sangat mengerikan.


Sementara wajah Chao Yong di penuhi ketakutan dan semua rencananya telah gagal.


Pisau itu kemudian kembali ke sisi pemiliknya. Gadis itu kemudian berkata, “ Sekarang giliranmu.”


Dia menunjuk Cao Yong, dan pisaunya melesat.


Dengan ketakutan Cao Yong berlari.


Pisau itu melesat dengan cepat. Cao Yong tahu pisau itu akan mengenainya apa pun yang terjadi, tapi dia tidak menyangka tiba-tiba pedang melesat dan menghalangi pisau itu.


Pisau itu kemudian berbalik ke pemiliknya, dan seseorang berjubah melompat lalu mengambil pedang itu.


Cao Yong sangat gembira ada seseorang yang menyelamatkan nyawanya. Pria yang berdiri di depannya mungkin orang yang telah di kirim kakaknya.


“Nona, biarkan aku yang mengurus sisanya.”


“Apa yang akan kau lakukan?”

__ADS_1


Pria itu tiba-tiba menghilang bersama Cao Yong.


Gadis dari Sekte White Clouds Fairly menggertakkan gigi karena kecewa. Tubuhnya kemudian terangkat, lalu berbalik menatap Xuan Yi dan Jia Li. “Kita akan berjumpa lagi.”


Dia kemudian menghilang.


...----------------...


...----------------...


Di sore ini Su Jiao berdiri di bawah Pohon Ginkgo memandang air Danau yang tenang. Dia telah lama tidak menikmati keindahan alam yang ada di desa bukit hijau ini, sehingga rasa-rasanya seperti berada di surga.


Angin yang bertiup membuat gelombang di danau dan menggoyang-goyangkan tanaman teratai yang ada. Ketika melihat ini, dia teringat bagaimana dirinya mengandung anak haram itu selama 9 bulan yang penuh penderitaan.


“Mengapa aku memikirkannya?” gerutunya. Sangat tidak baik jika menikmati suasana yang tenang ini dengan ingatan-ingatan buruk.


Tidak lama setelahnya, seseorang pria berjubah datang memberi hormat. “Yang mulia.”


Su Jiao berbalik kemudian pergi dengan bersama pria itu.


...----------------...


...----------------...


Cao Hao membuka selembar kertas yang menjadi daftar penjualan tahun lalu kongsi dagang Teratai. Dia harus memberikan dengan cermat setiap daftar penjualan dan pemasukan yang mereka dapatkan selama setahun sebelumnya. Jika dia gagal atau tidak akurat melakukan tugas itu, maka nyawanya bisa-bisa terancam.


Dia telah kesal dengan tuan putri Su Jiao yang telah memeras adiknya dan adiknya tidak bisa melawan balik.


Jika dia menemukan kesalahan lagi, maka tidak dapat di pastikan apakah dia akan kembali dengan tubuh utuh pulang menemui keluarganya.


Kongsi dagang Teratai adalah perusahaan gelap dengan banyak pendekar yang bergabung di dalamnya, dan merupakan kongsi dagang besar dan sangat berpengaruh. Anggotanya berasal dari orang-orang tujuh Sekte berbeda dan merupakan orang-orang kuat, sehingga wajar dia ketakutan.


Setelah duduk dalam waktu yang lama, tiba-tiba terdengar teriakan dari luar.


“Tuan! Tuan! Tuan Chao Yong terluka!”


Bergegas Chao Hao menutup kertas dan keluar rumah.


Dia terkejut ketika melihat adiknya terluka parah di pelipis dan satu jarinya terpotong. Wajahnya dipenuhi gunung-gunung lebam.


Dia ingin sekali berteriak dan menghancurkan orang yang telah melakukannya, tapi yang melakukannya sosok yang mempunyai otoritas di wilayah ini, dan lebih jauh lagi, kaisar ada di belakangnya. Dia memilih bertanya dengan hormat, “Tuan putri, apa yang terjadi dengan saudaraku?”

__ADS_1


__ADS_2