
...----------------...
...----------------...
Shao Hu, anak laki-laki kecil malam itu, sekarang dia berdiri memandang kuburan kakaknya yang telah pergi.
Melihatnya seperti itu, ingin sekali dia menangis, tapi air matanya sudah kering dari tadi, dan menyisakan wajah dan mata merah tertiup angin.
“Kakak...” Dia berhenti sejenak, bibirnya sulit melanjutkan perkataan. “kakak... orang yang telah membuat kita menderita telah mati. Sekarang, kakak bisa tenang di sana. Sejak kecil, kakak selalu ingin aku menjadi pendekar, sekarang, aku akan mewujudkannya. Kakak lihat dari sana, aku Shao Hu akan menjadi orang yang menggetarkan dunia, yang bahkan namanya saja terdengar, akan membuat orang-orang ketakutan. Kakak, jangan khawatir, aku baik-baik saja sekarang. Katakan pada ayah dan ibu, Shao kecil sudah besar, dan akan tubuh menjadi pria dewasa. Tidak akan menangis lagi, tidak akan. Tidak akan pernah memohon lagi. Selalu berusaha menjadi lebih baik.”
Shao Hu kemudian memandang langit yang di penuhi bintang-bintang. Di atas sana, langit biru masih terpancar, dan bulan perlahan-lahan bersinar.
Angin kembali bertiup dan menerbangkan helaian rambut pirang Pemuda itu. Dia lalu mengepalkan tangannya erat-erat, kemudian mengangkatnya tinggi dan membuka, seolah ingin menggapai langit. “Dunia kultivasi, aku datang!”
Seutas senyuman terbentuk di Wajahnya yang kotor. Dia lalu berjalan pergi dan menjauh pergi ke arah cahaya matahari terbenam. Sosoknya menutupi sebagian cahaya matahari, yang sulit di lihat siapa dari belakang.
...----------------...
...----------------...
Jiang Lu menghela nafas. Sejak tadi siang, pikirannya terpusat pada gadis yang baru di kenalnya. Dia hanyalah seorang Gadis muda, tapi apa yang terjadi, sosok itu membuatnya takut dan khawatir. Seharusnya tidak perlu di khawatirkan, begitu lah pikirannya untuk menenangkan diri, tapi tidak ada hasilnya sama sekali.
Dia terus memikirkan dan memikirkan. Hingga, tidak terasa malam semakin larut dan angin yang bertiup terasa mencekam, serta dingin.
Jiang Lu kemudian menoleh ke arah pintu yang terdengar suara langka kaki pelan yang semakin mendekat. Setelah terdengar keras, langkah itu tiba-tiba berhenti dan pintu perlahan-lahan terbuka.
Istrinya datang tanpa membawa apa-apa. Dia tidak berekspresi apa pun, dan terus berjalan mendekat.
“Aku tidak bisa tenang.”
__ADS_1
Istrinya kemudian duduk dan mengambil tangan suaminya itu. Memegang dengan lembut, layaknya di selimuti oleh selimut yang sangat hangat dan nyaman.
“Mengapa tidak bisa tenang? Bukankah dia hanya seorang gadis? Meski ibunya adalah sesosok yang mengerikan, bukan berarti, anak gadisnya juga akan sama, tidak mungkin dia mewarisi sikap ibunya. Kau tidak perlu memikirkannya, dan jika nanti dia memang sangat mengancam, kita akan menyusun rencana untuk menanganinya.”
Jiang Lu kemudian berdiri dan memandang ke luar jendela. “Rencana apa yang baik untuknya?”
Istrinya berjalan mendekat dan memegang tangannya. “Aku sudah menyusunnya, kau tenang saja.”
...----------------...
...----------------...
Malam begitu saja terlewati dan siang tidak terasa sudah melintas. Jiang Lu menunggu dua gadis yang datang malam itu. Dia tersenyum menyeringai saat dua bayangan gadis itu muncul dari kejauhan. Tentu saja rencana telah di susun sedemikian rupa untuk menangani dua gadis kecil yang datang malam ini.
“Hormat tuan putri.” Menundukkan kepala, Jiang Lu memberi hormat dan menyembunyikan senyumannya.
“Di mana markas mereka?” Tanya Xuan Yi.
Jiang Lu kemudian berjalan dan dua gadis itu mengikutinya.
Mereka berjalan di antara gang sepi desa, lalu menuju sebuah rumah yang beratapkan jerami. Selama perjalanan itu, Xuan Yi bertanya tentang bagaimana Jiang Lu menangani anak-anak yang di bebaskannya.
Jiang Lu menjawab jika semua anak-anak di tangani pemerintah, dan semuanya di kirim ke panti asuhan. Beberapa memilih pergi dan hidup sendiri.
“Ini benar-benar markasnya?” Tanya Xuan Yi.
“Benar, tuan putri.”
Xuan Yi mengerutkan kening saat dia bertanya, “Mengapa kau sangat yakin? Siapa yang mengatakannya kepadamu?”
__ADS_1
Jiang Lu terdiam sebentar. “Tentu saja para mata-mata yang saya kirim. Mereka adalah orang-orang yang telah saya kirim bertahun-tahun, dan sekarang ini adalah hasil dari kerja mereka. Tuan putri jangan menganggapnya sebagai kebohongan, karena tempat-tempat seperti ini adalah tempat yang paling berbahaya.”
Xuan Yi kemudian melangkah beberapa langkah setelah mendengarnya. Dia memandang ke sekitar yang hanya di penuhi kegelapan. Sedikit mengerutkan kening, tapi kemudian menoleh ke arah Jiang Lu dan Mingyue. Dia berkata kepada Mingyue, “Aku minta bantuanmu Ming.”
Mingyue yang tanpa ekspresi mengangguk kemudian mengambil dua anak panah dan membidik ke arah pintu. Lalu melepaskannya begitu saja. Anak panah bergerak lurus dan berputar-putar di udara, lalu menembus pintu kayu itu dan menghancurkannya.
Setelah tidak terdengar suara dari anak panah itu, Mingyue kemudian berkata kepada Xuan Yi, “Seperti yang kita duga.”
Xuan Yi mengangguk, lalu memandang Jiang Lu.
Jiang Lu sendiri tersenyum menyeringai. Sudah dari awal, dia telah mempersiapkan semuanya, tapi tidak di sangkanya, dua gadis itu terlalu cepat mengetahui semuanya. Walaupun begitu, mereka tidak akan lolos dari tempat ini, kecuali jika mereka mengalami penderitaan yang tidak terbayangkan.
Kedua belah pihak sudah masing-masing mengetahui identitas sebenarnya, namun mereka tidak buru-buru bergerak dan membuka secara gamblang mengenai semua ini. Karena, tentu saja, mereka memerlukan bukti untuk melakukannya.
Xuan Yi yang awalnya ingin menyerang kelompok itu bersama Jiang Lu dengan memecah belah tidak bisa di lakukan, karena Jiang Lu sendiri telah bergabung dengan kelompok itu dan bekerja sama, tentunya dia mendapatkan posisi yang tinggi di sana, jika tidak, sudah dari awal masalah ini pasti di ketahui pihak pemerintah.
Selain itu, rasanya sangat aneh jika masalah ini tidak di ketahui bertahun-tahun, jika itu bukan karena Jiang Lu dan beberapa kelompoknya sangat kuat, serta memastikan jika semua orang yang datang dan keluar yang mengetahuinya akan musnah. Pada kesimpulan yang di dapatkan Xuan Yi, kepala desa itu pasti telah bekerja sama dengan kelompok itu dan telah memberikan kontribusi besar kepadanya.
Hal ini wajar di curigai, mengingat bagaimana status kepala desa yang ada di desa itu, yang harus di hormati setelah di angkat. Xuan Yi telah melakukan persiapan yang matang sebelum datang ke tempat ini.
Dia telah membaca banyak buku jadi, dengan pengetahuannya, dia mampu mengenalinya.
Xuan Yi tersenyum dingin. “Tuan Jiang, anda adalah dalang di balik ini semua.”
“Jika anda telah mengetahuinya, mengapa anda berpura-pura tuan putri?”
Setelah mengatakannya, Jiang Lu melambaikan tangannya dengan lembut. Secepat kilat, lima puluh orang berpakaian hitam melompat ke luar dari balik rumah itu.
“Aku tidak suka menyelesaikan masalah dengan mencari bukti-bukti untuk mengalahkan argumentasi anda kepala desa. Dengan cara ini juga, bukankah akan lebih menyenangkan?”
__ADS_1
“Anda memiliki pendapat yang lain tuan putri. Ini adalah sesuatu yang menyenangkan, tapi juga sangat berbahaya. Bagaimana anda akan menanganinya?”
“Seorang tuan putri tidak perlu menjawabnya, dia hanya perlu menunjukkannya.”