
Setelah Yan Lin pergi, Xuan Yi harus menanyakan hal penting kepada ibunya. Dia belum mengetahui mengapa wanita bangsawan mau melakukan hubungan badan dengan seorang penjahat kelamin seperti ayahnya.
Setelah pulang, tidak seperti biasa ibunya tidur, dia duduk dengan tenang dan minum. Mungkin dia telah menunggunya atau ada sesuatu yang penting sedang dia pikirkan.
Setelah melihat Xuan Yi datang, dia menyapanya dan menyuruh, “Xuan yi kemari.”
Su Jiao tidak pernah memanggil Xuan Yi dengan sebutan Yi,er atau sejenisnya, membuat Xuan Yi selalu berpikir, apakah wanita itu belum mempercayai dirinya adalah anaknya. Dia juga sering bersikap dingin dan membuat pembatas yang memisahkan mereka.
Tidak seperti ibu lainnya, Su Jiao seolah tidak tertarik dan memikirkan Xian Yi, seolah menjemputnya saat itu hanya sekedar sebagai orang tua yang memenuhi kewajibannya saja. Dengan sikapnya, membuat Xuan yi bertanya-tanya, apakah pernyataan sebelumnya dapat meyakinkannya.
Dia kemudian mendekati ibunya dan duduk di seberang, saling menghadap.
Su Jiao bertanya, “Bagaimana latihanmu?”
“Sangat baik, tapi Yan Lin telah pergi.”
Karena Su jiao telah mengetahuinya, sehingga dia hanya berkata, “Dia harus pergi. Sekarang pergi ke kamar dan tidurlah.”
Ibunya hanya sekedar bertanya, tapi dia merasa lebih di perhatikan, namun dia menolak usulan ibunya dengan berkata, “Tidak, ada beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan.”
Su Jiao memandang sebentar Xuan Yi dan menghela nafas. “Apa ini terkait dengan aku tidak pernah melayani dengan baik?”
“Tidak, aku ingin bertanya tentang masa lalumu.”
Su Jiao memandang tajam anaknya, kemudian menghela nafas. Dia lalu memandang ke arah lain, di mana pemandangan indah langit malam, rimbunan pohon berada. Sepasang mata jernih seperti air itu terlihat meredup, bukan karena tidak ada matahari, tapi ada sesuatu yang muncul dalam ingatannya, sesuatu yang sentimental. “Apa yang ingin kau ketahui...?”
Melihat keredupan wajah itu, Xuan Yi ikut merasakan apa yang Ibunya rasakan. Dia merasa bersalah menanyakannya, tapi demi rasa ingin tahunya, dia memilih berusaha tidak peduli. “Kenapa ibu bersetubuh dengan penjahat kelamin seperti ayah?
Su Jiao terdiam sebentar dan mendesah pelan, serta matanya lebih tertutup. “Jadi, kau telah mengetahui asal usul diriku dan ayahmu sendiri?”
__ADS_1
Xuan Yi mengangguk.
“Sebagai tuan putri kekaisaran, aku di tuntut bersaing dengan saudara-saudaraku yang lain. Oleh karena itu, aku begitu berambisi untuk mendapatkan posisi terbaik, lebih baik dari saat ini. Ketika itu sang permaisuri selalu bersamaku dan kami seperti ibu dan anak. Tidak seperti ibuku yang dingin dan penuh tekanan.”
“Sang permaisuri mengatakan untuk menikahi pangeran salah satu dari dua kekaisaran yang ada untuk memperoleh posisi itu. Dia juga mengatakan meniduri seorang pangeran bukan aib. Aku mendapatkan cinta dari seorang pangeran dari kekaisaran Han dan kami saling mencintai.”
“Lalu?” tanya Xuan Yi penasaran.
“suatu hari, ternyata aku di bohongi untuk bertemu dengannya di suatu tempat. Kami telah 5 tahun tidak bertemu saat itu, jadi, aku meluapkan rasa rinduku dengannya dalam selimut dan menjadi satu tubuh dengan kebahagiaan seperti surga. Tapi, ternyata itu adalah jebakan; yang aku tiduri adalah ayahmu. Entah sesuatu apa yang terjadi ketika itu, aku melihat ayahmu sebagai kekasihku. Kemudian aku di tuduh melakukan perselingkuhan dan mendapatkan hukuman.”
“Pangeran dari kekaisaran Han yang melakukannya dan di bantu antek-anteknya. Aku masih bersyukur hanya di penjara, tapi hinaan, caci maki dan siksaannya tidak bisa aku terima.” Su Jiao menghela nafas kemudian memandang putrinya.
“Kapan ibu tahu telah mengandungku?”
“20 hari kemudian. Aku sangat hancur setelah mengetahuinya. Aku berharap mendapatkan saran dari permaisuri, tapi dia menghina dan memutus memutuskan hubungan denganku. Aku ingin membunuhmu dalam kandungan, dan kembali hidup seperti biasa. Tapi ibuku sendiri menghentikan itu dan mengatakan untuk bertanggung jawab.”
“Aku tidak mau mengandungnya, ini semua adalah jebakan.”
“Sembilan bulan aku menahan hinaan seperti ini.”
“Ketika aku pergi membawamu bertemu ayahmu, aku telah menjadi berita umum dan populer.”
“Bagaimana ibu melahirkanku?”
“Aku melahirkanmu dalam penjara. Tidak ada yang mau menolongku dengan sejarah yang kelam, tapi nenekmu yang membantu dalam persalinan. Setelah lahir, aku memberimu nama Su Xuan Yi, anak haramku, yang berarti melodi yang indah dan musim semi dalam bahasa lainnya. Meski kau terlahir sebagai anak haram, aku dan nenekmu sangat menyayangimu. Aku yang awalnya membencimu, perlahan-lahan sangat menyukaimu.”
“Lalu kenapa ibu menyerahkanku kepada ayah?”
“Karena kau rawan di bunuh dan akan di hina karena kau terlahir sebagai anak haram.”
__ADS_1
Mendengar pernyataan ibunya, Xuan Yi mengerti dengan apa yang telah terjadi. Terlepas apakah dirinya anak haram atau tidak, Xuan Yi tidak pernah peduli, asalkan dia bisa hidup seperti apa yang dia inginkan.
Dia telah hidup dengan bahagia bersama ayah dan ibunya sekarang, Meski fakta kelam bawah dia telah membunuh ayahnya tidak terbantahkan.
“Sekarang aku bertanya mengenai hidupmu di desa dan apa yang terjadi kepada ayahmu.”
Xuan Yi mengatakan semuanya. “Seperti apa yang aku katakan, aku kadang-kadang di pukul olehnya dan di siksa. Siksaannya perlahan-lahan menjadi semakin lembut dan penyayang. Aku mulai di ajarkan bagaimana cara membaca dan menulis. Ayah selalu pulang membawa buku dan mengajariku. Dia pria kasar ketika mengajari anaknya, tidak pernah satu kali tidak memukulku. Tapi seiring waktu, dia berubah menjadi semakin baik.”
“Aku mulai menyukainya. Tapi setelah mengetahui apa yang telah dia perbuat di masa lalu, aku langsung menunggu membunuhnya. Bertahun-tahun berlalu, akhirnya penyakit yang dia derita sangat parah, dia sering bersikap aneh dan mulai gila, serta berhalusinasi. Saat di malam hari, aku membunuhnya dalam keadaan berhalusinasi dengan kapak.”
Ekspresi Su Jiao tanpak tenang mendengarnya, mungkin dia tidak mempunyai perasaan apa pun kepadanya. “Jadi begitu...”
Dia menaruh cangkirnya. “Anakku, meski kau anak haram, kau telah menjadi putri kekaisaran. Tidak ada yang berani menghinamu sekarang.”
Xuan Yi mengangguk dan mengalihkan pembicaraan. “Ibu, aku ingin pergi ke Sekte belajar tentang ilmu bela diri dan tentang qi.”
Su Jiao menghela nafas. “Apakah kau yakin?”
“Aku yakin.”
“Pergi saja, tapi jangan pernah menyebut aku sebagai ibumu.”
Xuan Yi mengerti dan mengangguk.
“Ada Tiga sekte di kekaisaran Su, dua di kekaisaran Wei dan dua lagi di Han. Sekte itu di antaranya, White Clouds Fairly, Green pagoda, Thousand Flowers. Di antara ketiga itu, yang aku dengar Green pagoda yang paling mudah di masuki, sementara sisanya sedikit sulit. Yang mana akan kau pilih?”
“Aku masih memikirkannya.”
“Pikirkan sebaik mungkin, karena itu akan menjadi hidumu.”
__ADS_1
Xuan Yi mengangguk.