Two Sky Poems

Two Sky Poems
Ujian tahap kedua


__ADS_3

Ketika melihat itu, Belalainya ingin mengapainya, tapi gagal, sehingga satu matanya lagi tertancap besi itu. Darah perlahan-lahan menetes lagi. Dan makhluk itu bergerak lebih liar.


Xuan Yi memegang bahunya yang sakit. Dia tidak punya kekuatan lagi untuk melawannya, tapi dia bertekad ingin menghancurkan tubuh gajah itu. Sehingga dengan tertatih-tatih yang penuh kesakitan, dia mengambil serpihan es yang sangat tajam di lantai. “Gajah sialan, nyawamu berakhir di tanganku sekarang.”


Dia kemudian bergerak menghindar dan mengelilingi tubuh gajah itu, sementara dia bergerak tidak karuan.


Ketika telah mencapai belakangnya, dia membidik pantat gajah itu, kemudian tersenyum. “Aku berhasil mengalahkanmu!”


Dia melepaskannya, dan berhasil menusuk pantat gajah itu dengan cepat dan keras. Lagi-lagi gajah itu meraung dan langsung berbalik menerjang Xuan Yi.


Xuan Yi tersenyum. Dia kemudian bergulung-gulung ke samping, tapi satu kaki gajah itu mengenai tubuhnya, membuat dia terpental dan bergulung-gulung di lantai beberapa kali.


Sekarang, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Kemampuan yang di berikan Yan Lin hanya sampai di sini. Dia belum bisa mengelola energi Qi atau sejenisnya.


Dengan terbaring di lantai dan memandang gajah itu mulai mendekatinya, dia puas telah memberikan perlawanan kepada gajah itu. Dia perlahan-lahan menutup matanya dan tidak sadarkan diri.


...----------------...


...----------------...


Xuan Yi kemudian terbangun. Dia telah berada di ruang es dengan patung-patung wanita berdiri di sekitarnya.


Ketika dia ingin bergegas keluar, When Shu membuka pintu dan dengan anggunnya berjalan mendekati Xuan Yi.


“Tuan putri, anda telah melewati ujian tahap pertama, sekarang ikutilah denganku untuk ujian kedua.”


Xuan Yi mengangguk dan mengikutinya. Dia tidak perlu bertanya mengapa, karena dia teringat akan apa yang di katakan When Shu, bahwa dia tidak harus mengalahkan Mahluk itu. Memikirkan tentang ini membuatnya bertanya, dari banyaknya orang yang mengikuti ujian, hanya berapa yang akan lulus?


Setelah pergi berjalan-jalan melihat keindahan istana es itu, mereka kemudian tiba di pintu yang sangat besar sama seperti sebelumnya.


When Shu tidak membuka pintu tapi menatap Xuan Yi. “Tuan putri, bagaimana perasaanmu setelah mengikuti ujian pertama?”


“Sangat sulit dan menegangkan. Apakah dengan ujian sesulit itu, tidak ada yang menjadi korban?”


“beberapa korban telah berjatuhan ketika anda melakukan ujian tersebut, dan semua itu wajar terjadi.”


“Itu sangat mengerikan. Tapi mengapa ujian masuk se-sulit itu?”

__ADS_1


“Anda tidak perlu mengetahuinya. Jika telah masuk ke Sekte kami, anda akan mengerti.”


When Shu kemudian mendorong pintu perlahan-lahan. Sebekas cahaya kemudian bersinar dari celah-celah pintu. Kemudian cahaya itu semakin terang dan lebih terang. Setelah di buka, taman yang luas terhampar di depan Xuan Yi.


Tumbuhan-tumbuhan dengan berbagai bentuk bunga terlihat di sana. Ada jalan yang memisahkan di tengah-tengahnya. Di kanan, berbagai warna bunga mawar tumbuh dengan sempurna dan pohon bunga sakura berwarna merah muda yang kini sedang berbunga lebat tumbuh di tengah-tengah.


Sementara di kiri, bunga mawar kuning dan hitam tumbuh dengan subur dan pohon Ginkgo berwarna kuning tumbuh tepat di tengah-tengahnya, saling berhadapan dengan pohon sakura.


Ruangan itu sangat besar dengan di tengah jalan ada patung seorang wanita duduk di atas batu dengan menyusui seorang bayi, dan di bawahnya ada kolam kecil.


Di sudut-sudut ruangan, pilar-pilar es berdiri.


Mereka kemudian masuk dan berdiri di sana. When Shu memandang pemandangan itu kemudian bertanya, “Tuan putri, apa anda menyukai taman ini?”


Kedua mata Xuan Yi berbinar ketika menatapnya. Dia mencium bau-bau wangi dari bunga dan melihat-lihat berbagai kupu-kupu berterbangan, dengan warna kuning kiri dan kanan berwarna warna-warni.


Di atap-atap ruangan terbuka lebar, sehingga udara dan cahaya matahari masuk.


“Tuan putri, anda terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat menderita, bukan?”


“Aku tidak terlalu mengetahuinya.”


“Anda tahu, Ibu anda sangat menderita, dia tidak hanya menanggung penderitaan metal, juga fisik. Orang-orang yang sebelumnya membenci dirinya, telah memukulinya. Ibu permaisuri juga ikut melakukan hal yang sama. Dia disiram dan kadang-kadang di tampar dengan kasar.


Inilah awal dari kehidupan anda. Tetapi kemudian, Selir Ying Sha membantu ibu anda hingga anda terlahir dan melihat betapa indah, menakjubkan dunia luar yang di penuhi keajaiban dan warna-warna selain warna merah. Tuan putri, anda terlahir tanpa di inginkan, dan hanya hidup karena penderitaan, ibu anda menderita karena anda, apakah tuan putri tidak merasa bersalah?”


Xuan Yi berpikir sebentar.


“Jika aku menjadi anda, aku sangat bersalah dan membalaskan dendam-dendamnya.”


Apa yang di katakannya sungguh membuat hatinya sedikit tergerak. Ibunya menderita karena dirinya, sehingga dia harus membantu ibunya dalam membalas dendamnya. Tapi dia tidak setuju merasa bersalah. “Aku tidak akan merasa bersalah, karena kelahiranku tanpa ada rencana dan semua itu bukan salahku, jadi untuk apa aku merasa bersalah? Membalaskan dendam ibuku adalah kewajibanku sebagai anak, dan aku akan melakukannya bukan karena merasa bersalah, tapi karena kewajiban.”


“Apa anda yakin?”


Xuan Yi mengangguk yakin.


When Shu kemudian memandang ke arah taman. Perlahan-lahan angin menerpa wajahnya. Pohon Ginkgo dan mawar berwarna kuning itu perlahan-lahan berguguran dengan lembut.

__ADS_1


Kupu-kupu kuning yang berterbangan satu persatu hinggap di daun yang berguguran tersebut.


Xuan Yi yang berada di kiri merasa heran. “Apa ini ujian tahap kedua?”


When Shu mengangguk. “Warna kuning mengandung arti kesedihan dan warna-warni mengandung kebahagiaan. Jika anda memilih pilihan yang benar, maka daun-daun dan bunga-bunga berwarna kuning akan berguguran, tapi jika salah, maka bunga sakura dan mawar warna-warni akan berguguran.”


Xuan Yi baru mengerti jika bunga-bunga ini memiliki tujuan.


“Tuan putri, kemudian anda terlahir. Anda di beri nama Su Xuan Yi, yang berarti musim semi; musim kebahagiaan; awal dari sebuah cerita. Mungkin ibu anda memberikannya karena berharap dengan adanya anda, kehidupan yang baru akan di mulai dan semua penderitaannya akan di gantikan dengan kebahagiaan.”


“Ibu juga berkata seperti itu.”


“Setelah anda lahir, ibu anda membawa anda pergi dan memberikannya kepada Tong Mu. Pernahkah anda berpikir siapa yang mengasuh anda setelah kepergian ibu anda?”


Xuan Yi sedikit menunduk untuk berpikir. Dia pernah bertanya tentang itu, tapi kemudian melupakannya. Sering sekali setelah tumbuh dewasa menanyakan siapa yang telah mengasuhnya, yang telah menyusuinya, dan yang telah memberikan pengajaran tentang bagaimana menjadi seorang yang baik.


Dia percaya, tidak mungkin hanya Tong Mu yang mengajarinya seperti itu. Ayahnya memang pernah mengajarkannya seperti itu, tapi dia tidak mungkin melakukanya sendiri. Berarti dengan seperti itu, mungkin ada seorang ibu tiri yang mengasuhnya.


“Tuan putri, jika anda memiliki dua ibu, yang mana akan anda pilih?”


Xuan Yi kembali berpikir.


“Ibu anda Su Jiao memang ibu kandung anda, tapi pernahkah anda berpikir jika ibu anda itu sangat dingin dan seolah tidak seperti anda? Pernahkah dia memanggil anda dengan lembut?”


Xuan Yi menyetujuinya.


“Tuan putri, mungkin saja ibu anda yang lain ini lebih baik dari pada ibu kandung anda. Dia mungkin lebih menyayangi dan sangat mencintai anda. Yang mana akan anda pilih?”


Xuan Yi menghela nafas. “Meski ibuku dingin, aku akan tetap memilihnya.”


“Mengapa?”


“Karena dia yang telah melahirkanku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dia melahirkanku dan menanggung penderitaan, yang mungkin aku tidak bisa menerimanya.”


Mereka kemudian secara bersamaan memandang taman. Kupu-kupu yang berterbangan perlahan-lahan hinggap di kelopak-kelopak bunga yang telah terjatuh.


Beberapa kelopak bunga sakura dan mawar berguguran.

__ADS_1


Xuan Yi terkejut dan bertanya-tanya apakah pilihannya salah.


__ADS_2