Two Sky Poems

Two Sky Poems
Masalah selesai begitu saja


__ADS_3

Su Jiao menendang Chao Yong hingga tersungkur ke tanah. Dia tidak bisa bergerak sekarang, karena kedua tangannya terikat.


“Tuan Hao, apa anda tahu apa yang terjadi jika Seseorang mencoba membunuh anggota keluarga kekaisaran?” tanya Su Jiao.


Dia berkata seperti itu karena Yan Lin dan seorang pria berjubah telah berada di sampingnya. Sehingga jika terjadi penyerangan, dia tidak akan takut.


Chao Yong masih sadar, dia hanya meringis kesakitan dengan darah menetes. Bajunya robek-robek dan kotor.


“Maafkan Saudaraku yang mulia jika dia telah melakukan kesalahan. Aku telah bersamanya selama bertahun-tahun, dia memiliki kepribadian yang baik dan sopan, tidak mungkin mencoba melakukan pembunuhan, anda mungkin salah menangkap orang.”


“Kami tidak salah menangkap orang, tapi dia yang salah memilih target,” Sergah Yan Lin dengan nada dingin, kemudian melanjutkan, “Tuan, saudara anda telah berani menyerang Tuan putri, anda harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia berbuat.”


Kemudian Su Jiao berkata, “Tuan, jika aku tidak berbaik hati, aku telah membunuhnya. Aku dengan baik hati datang sebagai pelanggan, tapi adikmu terlalu serakah. Jika aku tidak terlalu baik, kongsi dagang kalian sudah menjadi debu sekarang.”


Su Jiao kemudian pergi meninggalkan ancaman, “Jika kau tidak memenuhi keinginanku dalam 5 hari, adikmu akan aku bunuh.”


Mereka pergi meninggalkan Chao Hao dengan hancur. Chao Yong di seret oleh pria berjubah tanpa kelembutan sedikit pun.


Chao Hao roboh, seakan tubuhnya kehilangan tenaga. Matanya dengan sayu dan bingung bertanya-tanya bagaimana dia bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu lima hari.


Karena adiknya yang bodoh itu, Kongsi dagang dan dia akan menerima akibatnya.


“Tuan... Maafkan hamba.” Bersimpuh tidak berani mengangkat kepalanya, pelayan yang memberikan ide itu kepada Chao Yong, tubuhnya bergetar penuh penyesalan. jika tidak mati, maka hukuman yang sangat berat akan dia terima.


Chao Hao bertanya dengan lirih dan bingung. “Apakah ini ada hubungannya denganmu?”


Pelayan itu tidak menjawab, dia terlalu takut untuk menjawabnya.


Jika dia memilih pergi tanpa mengatakan ini, maka tuan putri sudah pasti tahu siapa yang mencoba untuk membunuh anaknya dan jika tidak mengatakannya, maka Kongsi dagang cepat atau lambat juga akan mengetahuinya.


Dia menyesal telah berkata seperti itu sekarang.


“Jika adiku tidak kembali, aku akan memotong lidahmu dan jarimu, mengambil satu mata, menjahit alat kelamin dan mengikatmu di penjara tanpa makanan.”


“Tuan, maafkan hamba....” kedua matanya bergetar dan tubuh tidak Karuan. Bagaimana dia bisa menjalankan hukuman berat seperti itu?

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


Hari-hari berikutnya kembali normal. Xuan Yi belajar dengan baik dan di lindungi. Dia telah berkembang cepat dan sangat bertalenta dalam menulis kaligrafi dan menggunakan senjata.


Tidak hanya itu, dia juga ahli dalam membunuh seseorang.


Ketika di desa bunga kuning, gadis baik itu pernah membuat sup mata manusia yang dia dapatkan dari beberapa orang yang pernah melecehkannya.


Gadis itu mampu berekspresi seperti apa pun, dia bisa sangat baik, tapi juga bisa sangat mengerikan. Inilah sikap aslinya yang di turunkan oleh ibu dan ayahnya.


Saat itu, dia memakai gaun mini yang mengekspos tubuhnya untuk melayani para penjahat minum.


Saat itu, dia telah mencampuri rancun tanpa rasa dan warna ke dalamnya. Karena para pria itu telah mabuk, mereka akhirnya terbunuh. Saat itulah, dia membawa pisau. Memotong jari-jarinya dan mengambil bola mata mereka. kemudian memasaknya dengan senang hati dan memberikannya kepada Para anjing.


Dia tidak lupa dengan peristiwa itu dan selalu mengenangnya.


Pembunuhan kedua dia lakukan kepada ayahnya sendiri yang dia rahasiakan. Ibunya Su Jiao tidak mempercayai, karena dia terlihat terlalu baik.


Kemudian masalah Chao Hao dan Chao Yong akhirnya terselesaikan dengan api penderitaan. Mereka akhirnya di gantung di atas pohon rendah, dan tubuhnya di makan serigala. Isi perutnya berceceran, di penuhi lalat-lalat dan belatung. Tidak ada yang mengetahui kematian mereka.


Kejadian itu hanya terjadi dalam waktu satu malam setelah kepergian Su Jiao. Hingga sekarang, tidak tau siapa yang telah melakukannya, tapi yang jelas itu anggota Kongsi dagang.


Sementara masalah Su Jiao telah selesai dan semua vaksin telah di buat dan disebarkan. Situasi perlahan-lahan membaik.


Tapi bukan berarti dia selamat, dia tetap akan di incar oleh anggota Kongsi dagang.


...----------------...


...----------------...


Seorang pria berjubah dengan rambut putih berdiri di bawah pohon sembari memejamkan matanya. Kemudian perlahan-lahan dia membukanya. “Tuan telah berpesan untuk menjaga anaknya dan melindungi kongsi dagang tanpa pandang bulu. Kengerian dan darah akan selalu menjadi ciri khas kongsi dagang yang harus di pertahankan. Kita telah melakukannya, tapi sekarang di mana yang mulia tuan putri yang tuan bicarakan?”


Seorang pria dewasa dengan jubah besar telah duduk di atas dahan pohon. “Aku telah mencarinya, tapi tidak ada ciri-ciri yang sama dengan sikap tuan, dan tuan sendiri menghilang setelah mengatakan itu, aku ragu apakah dia benar-benar memiliki seorang anak gadis.”

__ADS_1


“Aku dengar, tuan sering memperkosa perempuan, seharusnya dia memiliki banyak anak, tapi aku tidak yakin dengan kejahatan seperti itu, anak-anak akan selamat.”


“Dengan sikap dan beberapa banyak tuan melakukannya, seharusnya ada beberapa yang masih hidup.”


“Tuan berkata, hanya ada satu yang boleh memimpin perusahaan kongsi dagang yang dia miliki. Dan yang hanya memiliki sikap sepertinya yang harus mewarisi. Aku tidak menyangka orang seperti tuan akan melakukan tindakan tidak terhormat seperti itu.”


“Tuan sudah gila dan mati dengan tidak tenang.”


...----------------...


...----------------...


Di malam harinya, setelah Xuan berlatih, Yan Lin mengucapkan selamat tinggal kepadanya, dan menyuruh untuk masuk ke salah satu dari tujuh sekte yang ada. Dia tidak menyarankan Sekte apa yang harus di pilih gadis itu, karena dia tahu semua orang memiliki pilihan masing-masing, dia hanya menjelaskan semua Sekte yang ada di ke-tiga kekaisaran dengan singkat dan menyerahkan sebuah buku untuknya.


Xuan Yi mengambil. Dia memandang beberapa saat lalu bertanya, “Apa kau tidak akan bertemu denganku lagi?”


Setelah berlatih beberapa hari bersama Yan Lin, Xuan Yi telah terbiasa menjadikannya teman dan guru besar. Dia menganggap Yan Lin adalah sosok pemuda yang sangat mengagumkan dan memiliki banyak ilmu. Sangat di sayangkan jika Xuan Yi berpisah tanpa menyerap semua ilmu yang di milikinya.


“Kita akan bertemu nanti.”


“Ke mana kau akan pergi?”


“Tidak tahu. Aku seorang penjelajah, ada banyak tempat yang aku tuju, jadi aku tidak bisa menyebutkannya satu persatu.”


“Kenapa kau tidak mau menyebutkannya?”


“Aku malas menyebutkannya.”


“Lalu, bagaimana aku nanti mencarimu?”


“Kau akan menemukanku dengan menanyakan namaku, Yan Lin. Dengan begitu kau akan menemukannya.”


Xuan Yi mengangguk. “Kapan kau akan pergi?”


“Sekarang.” Yan Lin kemudian memandang ke arah Danau yang tenang beberapa saat kemudian kembali memandang Xuan Yi “Aku pergi dulu.”

__ADS_1


Setelah Yan Lin berjalan menjauh, Xuan Yi berseru, “Hati-hati di jalan. Jangan pernah meremehkan hal apa pun; jangan pernah percaya dengan mudah kepada orang asing.”


Yan Lin mengangguk dan mengangkat tangannya.


__ADS_2