Two Sky Poems

Two Sky Poems
Orang yang sangat berani


__ADS_3

Perasaan pertama yang dia rasakan, tubuhnya terasa tersinari cahaya matahari yang menyejukkan, namun, tekanan gravitasi begitu menekannya, sehingga membuatnya dalam keadaan siaga.


Setelah merasakan itu, hamparan tumbuhan bunga matahari berada di sisi-sisi jalan, dan bau bunga matahari yang unik bertebaran di mana-mana. Beberapa Lebah bersuara merdu dan menyentuhkan kaki mereka di dalam sari bunga matahari.


Xuan Yi begitu gembira menyaksikan ini. Ini adalah musim bunga matahari yang sangat indah dengan cahaya matahari yang berwarna kuning.


Dia menyaksikannya beberapa detik, kemudian melangkahkan kakinya. Semakin melangkah, gravitasi semakin kuat, tapi dengan fisiknya sekarang, dia mampu mengatasinya. Jika dia tidak berlatih fisik, maka seberapa kuat berusaha, dia tidak akan bisa melewatinya. Ini semua berkat Yan Lin yang telah melatihnya.


Setelah melangkah lima kali dan berhenti, tiba-tiba Xuan Yi kembali ke tempat yang sebelumnya.


Xuan Yi menoleh memandang When Shu, dia masih berdiri di sana, dan Xuan Yi telah melangkahkan kakinya sebanyak lima langkah.


When Shu hanya tersenyum ketika Xuan Yi menatapnya. Xuan Yi kemudian memandang ke depan. Masih ada 25 langkah yang harus di tempuh untuk mencapai patung itu.


Xuan Yi kemudian mengambil nafas dalam dan melangkahkan kakinya ke depan. Sebelum dia berkeinginan menginjakan kakinya, kakinya telah mendarat dan tekanan gravitasi tambah kuat. Ini sekarang tiga kali gravitasi.


Xuan Yi ragu-ragu sebentar, kemudian melangkah dengan mantap.


Hembusan angin yang begitu dingin menyapanya, kemudian di hadapannya tiba-tiba jalan setapak dengan salju yang menyelimutinya. Pohon-pohon tanpa daun berdiri di samping-samping jalan. Jalan itu kini di dominasi warna putih musim dingin. Butiran-butiran salju berterbangan di sisi-sisinya.


Xuan Yi merasa kedinginan, kemudian bergerak lebih cepat ke depan.


Ketika kakinya sudah melangkah ke empat kali, dia merasa lebih lelah dan keringat mulai berjatuhan, meski itu musim dingin.


Gadis itu berusaha bergerak maju, dan akhirnya dia bisa menghela nafas lega setelah sampai di langkah ke lima, yang di mana dia kembali ke tempat asalnya. Nafasnya bergerak lebih cepat.


Xuan Yi tidak memandang when Shu, tapi dia duduk di sana untuk beristirahat. Dia menyadari tekanan gravitasi yang akan datang empat kali, sehingga dia mungkin akan lebih kesulitan untuk melangkah maju.


Tepat ketika dia memejamkan matanya, When Shu berseru dengan nada lembut, “Tuan putri, waktu anda terbatas.”


Xuan Yi membuka matanya dan kembali berdiri. Dia mengangguk, kemudian diam lagi.


Setelahnya, dia dengan yakin melangkahkan kakinya ke depan, dan kini suara kicauan burung-burung terdengar indah. Gadis itu sekarang berada di taman yang di dominasi warna hijau. Pohon-pohon sakura berwarna putih berada di kiri, kemudian warna merah di kanan. Kelopak-kelopaknya sesekali berjatuhan. Ini adalah musim semi.

__ADS_1


Pemandangan itu sangat indah, namun tekanan gravitasi membuat tubuhnya tertekan begitu keras, membuat dia harus menekan giginya dan keringat terus mengalir.


‘Ini lebih sulit’ batin Xuan Yi, kemudian berusaha berjalan.


Dia berhenti di langkah ke-tiga. Tubuhnya telah dibasahi keringat dan nafasnya sangat tidak beraturan dan tubuhnya terasa sangat berat seolah ada batu besar di punggungnya sekarang.


Dia kemudian memandang ke depan. Pemandangan yang di sajikan sangat indah dengan taburan kelopak-kelopak bunga Sakura, dan baunya begitu harum, namun keindahan itu sangat sulit di nikmati dalam keadaan seperti ini. Dia menggertakkan giginya dan melangkah satu lagi.


Ketika kakinya menyentuh jalan, retakan-retakan pun terjadi. Ini menandakan jika gravitasinya yang ada lebih kuat.


Xuan Yi memandang tajam dan melangkah lagi. Kali ini, dia roboh. Menggunakan kedua tangannya untuk berusaha berdiri, tapi gagal.


Keringat menetes dari pelipisnya seperti hujan berjatuhan.


Xuan Yi bernafas menggunakan mulutnya dengan suara keras.


“Satu lagi.” Dia kembali memandang ke depan.


Satu kakinya di injakan ke depan, lalu kaki yang ada di belakang berusaha berdiri dengan tubuh yang bergetar.


Xuan yi kemudian melompat. Tubuhnya yang terasa berat, tiba-tiba saja menjadi ringan. Dia terjatuh dan berbaring sembari memandang langit. Akhirnya dia berhasil melewatinya. Tinggal tiga lagi yang harus dia lewati.


Setelah nafasnya menjadi lebih tenang, dia bangun dan memandang When Shu yang masih berdiri di sana. Dia lalu memandang ke depan, tinggal tiga musim lagi yang harus dia lewati.


Xuan Yi sekarang tidak yakin, apakah dia akan berhasil menahan berat lima kali dari tubuhnya sekarang atau tidak.


Dia lalu berdiri dan menghela nafas. “Tinggal sedikit lagi.”


Xuan Yi harus menguatkan dirinya, jika tidak, usahanya akan sia-sia. Dia menarik nafasnya beberapa kali dan mengepalkan kedua tangannya, meyakinkan dirinya dan melangkah satu lagi.


Dalam satu langkah itu, Xuan Yi tersungkur ke depan. Dia langsung mengertakkan giginya menahan berat dan rasa sakit yang lebih parah dari sebelumnya.


Sekarang, di hadapannya adalah musim gugur. Pohon-pohon besar berdiri di sisi jalan yang di tiup angin segar. Daun-daun berjatuhan, namun Xuan Yi tidak merasakan dingin sama sekali; tubuhnya sangat panas di balut keringat.

__ADS_1


Dia sekarang memejamkan mata menahan sakit. Rasa-rasanya dia tidak akan bisa melangkah ke depan lagi dan meneruskan ujian.


...----------------...


...----------------...


Dua puluh empat orang berlutut dengan dalam. Mereka melentangkan tangan dan tidak berani mengangkat kepalanya.


Ratusan orang yang ada di belakangnya juga ikut melakukan tindakan yang sama.


“Kami berterima kasih kepada yang mulia...” semua berkata dengan tulus dan sangat mengagung-agungkan seseorang yang ada di dalam kereta kuda sekarang.


Empat prajurit berdiri di sekitar kereta kuda, mereka berdiri dengan tatapan tajam dan bersiap melakukan apa saja jika di perlukan. Bahkan, mereka berani mempertaruhkan nyawa untuk melindungi orang yang ada di dalam kereta kuda.


Lalu, sebuah tangan menyibak kain yang menutupi jendela, kemudian wajah cantik muncul memandang semuanya dengan lembut. Dia lalu tersenyum tipis. Wajahnya yang tampak bidadari semakin indah saat sinar matahari siang mendarat.


Su Jiao merasa lega, akhirnya wabah yang menimpa penduduknya semakin sedikit dan terkendali dengan adanya vaksin yang terus-menerus di produksi.


Wabah itu hanya memiliki gejala demam, yang di sertai muntah-muntah, seperti demam biasa, akan tetapi jika sekarang terkena, maka lima hingga sepuluh hari ke depannya akan mati. Penyakit itu tidak sembuh dengan obat demam biasa.


Pajak masih belum dapat di pungut, tapi Su Jiao yakin, sebentar lagi semua akan kembali normal.


“Berdirilah....”


Su Jiao kemudian melepaskan tangannya, dan kain kembali menutupi jendela.


Semua orang yang mendengar itu perlahan-lahan mengangkat kepalanya. Mereka sangat senang, akhirnya wabah itu berangsur-angsur pulih, semua itu ada campur tangan tuan putri cantik yang pernah memiliki aib di kekaisaran.


Ketika dia datang memperkenalkan diri, semua menghina dan mencemoohnya, tetapi sekarang, dia sangat di hormati. Tidak ada satu pun yang akan berani membicarakannya.


Namun, orang-orang itu tentu sangat penasaran, bagaimana sosok tuan putri yang memerintah mereka. Apakah dia secantik yang dirumorkan atau tidak.


Salah satu penduduk berbicara pelan, “Maafkan hamba yang mulia, bisakah anda keluar sebentar?”

__ADS_1


Empat prajurit itu langsung memandang orang itu dengan tatapan membunuh dan seperti pedang.


Pria itu tidak berani dan langsung bersimpuh lagi. “A-ampun, maafkan hamba.” Tubuhnya gemetar dan keringat dingin mulai keluar. Sangat bodoh meminta hal seperti itu kepada tuan putri, dia tahu itu, tapi rasa penasaran yang begitu kuat mendorongnya.


__ADS_2