Two Sky Poems

Two Sky Poems
Ujian tahap pertama


__ADS_3

Ketika Xuan Yi membuka matanya, dia telah berada di ruangan es yang sangat dingin. Dia sedikit gemetaran merasakan dinginnya suhu ruangan itu.


Namun semuanya menjadi lebih hangat ketika seorang wanita berpakaian biru langit datang menghampirinya.


“Xuan Yi?”


Xuan Yi mengangguk.


“Ujian pertamamu akan bertarung dengan hewan buas. Ikut aku.”


Xuan Yi mengikuti wanita itu. Mereka kemudian berjalan mendekati pintu besar yang ada di ujung ruangan. Sambil berjalan, wanita itu memperkenalkan dirinya. Namanya adalah Wen Zhu, orang yang akan memandu Xuan Yi dalam menjalankan ujiannya.


Ketika tiba di depan gerbang, dia berkata kepada Xuan Yi, “Kamu tidak perlu mengalahkannya.”


Xuan Yi mengangguk setelah memandang ke atas, melihat ujung pintu itu. Di bandingkan dengan pintu, itu seperti gerbang menuju aula yang sangat luas.


Wen Zhu kemudian membuka pintu itu. Aura dingin kemudian menyebar dari dalamnya.


Di ruangan itu hanya ada lantai es dengan beberapa patung-patung wanita bersayap di setiap sisinya. Tidak ada mahkluk buas membuat Xuan Yi bertanya-tanya.


Wen Zhu mengetahui apa yang di pikirkan Xuan Yi oleh karena itu, dia berkata, “Anda akan mengetahuinya setelah masuk.”


Xuan Yi mengangguk serius, kemudian sedikit melirik tongkat besi di punggungnya.


Kemudian berjalan beberapa langkah ke depan.


“Semoga anda bisa.” Ujar wanita itu perlahan-lahan menutup pintu besar


Xuan Yi kemudian mengamati patung-patung es yang sangat besar yang ada di ke empat sisi. Patung-patung yang ada sangat besar, dan ruangan itu juga sangat luas.


Setelah mengamatinya sejenak, dia mengerti, beberapa makhluk membeku tepat di dahi setiap patung. Dia melihat burung yang sangat besar, harimau, gajah dan kucing berwarna hitam.


Xuan Yi memandangnya satu persatu, hingga akhirnya terdengar suara-suara retakan-retakan yang ada di patung wanita dengan seekor gajah membeku.

__ADS_1


Xuan Yi memandangnya tajam dan melepaskan tongkat besinya. Dia bersiap-siap dengan kemungkinan es itu hancur.


Dan benar, akhirnya es itu perlahan-lahan hancur dan mata gajah itu terbuka lebar dengan warna merah, seolah dia memiliki mata banteng dalam keadaan marah.


Retakan-retakan yang hancur jatuh satu persatu, menyebabkan suara menggema dalam ruangan es yang besar itu.


Xuan Yi memegang lebih erat tongkat besinya. Melihat ukuran gajah yang ada di dalam es itu, membuatnya takut. Ukuran gajah itu sangat besar dan kemungkinan besar memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


Apa yang telah di pelajarinya memang benar, ujian masuk Sekte peri awan putih memang sangat sulit. Jika ujian pertama saja harus melawan mahkluk sebesar itu, bagaimana ujian yang lainnya?


Akhirnya pecahan-pecahan es yang berjatuhan berhenti dan gajah itu melompat.


Ketika dia menginjakkan ke-empat kakinya yang sangat besar, ruangan es itu bergoyang keras, seperti akan runtuh. Xuan Yi dengan cepat menancap tongkat besinya ke es, tapi meski begitu, dia masih sulit menjaga keseimbangannya.


Udara dingin menyebar dari gajah itu, membuat beberapa rambut Xuan Yi berterbangan. Xuan Yi memicingkan matanya, percikan-percikan es berterbangan dan membuatnya sulit melihat. Percikan-percikan itu juga membuat beberapa bagian tubuhnya tergores.


Mengangkat kepalanya dan melambaikan belalainya yang panjang, gajah itu meraung, mengeluarkan suara yang sangat melengking, itu mampu membuat patung-patung yang ada di sekitarnya bergetar karenanya.


Gajah itu kemudian menurunkan wajahnya dan memandang tajam ke arah Xuan Yi.


Gadis itu baru merasakan bagaimana rasanya di tindas dengan tatapan yang sangat mengerikan itu. Mata yang merah itu begitu menakutkan dan membuatnya semakin mengecil, lebih kecil dari semut. Dia menelan ludahnya.


Gajah itu kemudian mengangkat kedua kaki depannya, kemudian meraung dan melepaskannya lagi.


Xuan Yi dengan cepat bergerak ke belakang, tapi dengan hempasannya saja, dia telah terdorong lebih jauh dan percikan-percikan es menerjangnya.


Mahkluk besar itu kemudian berlari ingin menginjak Xuan Yi. Xuan Yi dengan cepat berguling-guling ke samping untuk menghindarinya.


Bommm!!!


Mahkluk itu berhenti ketika kedua gadingnya menabrak dinding es. Dia kemudian mundur dan menarik kedua gadingnya. Sekarang, dinding itu telah memiliki dua lubang.


Dia meraung lagi, mengangkat kedua kakinya dan menerjang Xuan Yi.

__ADS_1


Xuan Yi lagi-lagi menghindar dengan berguling-guling.


Putri itu hanya menghindar berbagai serangan yang di lakukan gajah itu. Dia memikirkan, untuk menyerangnya sambil terus menghindar.


Ketika gajah itu berhenti melakukan tindakan yang sama, kedua matanya penuh kemarahan. Dia meraung lagi dan berusaha menginjak-injak Xuan Yi. Tapi gadis itu mampu menghindar, meski setiap serangannya mampu membuat tubuhnya tergores-gores dan gempa yang di timbulkan membuatnya lebih sulit menghindar.


Kini tubuh Xuan Yi di basahi keringat dan dia mulai kelelahan.


Ketika ada kesempatan, Xuan Yi melompat tinggi. Dia berteriak dan melayangkan tongkat besi panjangnya di atas kepalanya. Xuan Yi saat ini sudah memiliki fisik yang kuat, sehingga melopat seperti itu mudah baginya.


Ketika tongkat besinya mendarat, dia terkejut merasakan betapa kerasnya kepala gajah itu, tangannya terasa sangat sakit dan tongkat besinya bergetar.


Sebelum belalai panjang menyerangnya, dia cepat-cepat melompat menghindar. Akan tetapi, belalai itu berhasil melilit tongkat Xuan Yi. Dia melawannya, tapi belalai itu terlalu kuat untuk di lawan.


Sehingga Xuan Yi melompat dan melepaskan tongkatnya.


Setelah mendarat, dia lalu memikirkan bagaimana cara menyerangnya. Menyerang kepala sangat tidak mungkin untuk menang, kalau menyerang belalai, itu terlalu sulit. Tapi jika menyerang mata? Xuan Yi terkejut dan begitu senang, kelemahannya pasti berada pada matanya, karena itu adalah titik terlemah gajah itu sekarang.


Xuan Yi gembira, tapi juga sedih, Tongkat besinya di patahkan menjadi dua. Dia kemudian memandang tajam ke arah Gajah itu. Dan lagi-lagi, gajah itu mengangkat kedua kakinya.


Ketika itu, Xuan Yi berlari mengambil patahan tongkatnya, dia kemudian berlari mengitari tubuh gajah itu. Kemudian melompat tinggi. Setelah mendarat di punggungnya, dia langsung bergegas ke depan, Tapi sedikit sulit, karena harus menjaga keseimbangan dan serangan-serangan dari belalainya.


Ketika hampir mencapai Kepala, dia melompat dan meluncur di punggung kepalanya. Dengan cepat melompat ke samping dan menusukkan tongkat itu tepat ke matanya.


Gajah itu meraung kesakitan, suaranya menggema lebih keras yang di penuhi kesakitan. Dia bergerak membabi-buta dan menabrakkan tubuhnya ke segala arah, agar Xuan Yi terjatuh.


Xuan Yi terus berusaha memegang erat tongkat besinya dan lebih dalam menusuknya. Tetapi karena gajah itu bergerak membabi buta dan belalainya terus ingin menggapainya, dia dengan cepat melepaskannya dan bergulung-gulung di lantai es.


Tubuhnya kini di penuhi keringat dan nafasnya cepat. Segera setelah dia mendarat, gajah itu bergerak mendekatinya.


Xuan Yi berlari dan menggapai Potongan besi yang satunya lagi. “Bagaimana rasanya buta gajah jelek? Dan ini yang satunya lagi!”


Xuan Yi melemparkannya dengan cepat dan keras.

__ADS_1


__ADS_2