Two Sky Poems

Two Sky Poems
Keahlian memanah


__ADS_3

Anak laki-laki itu kemudian bersimpuh kemudian tidak sadarkan diri. Suara besi yang beradu itu membuat gendang telinganya terasa pecah. Sementara, anak-anak lain menghela nafas dan bergumam dalam hati jika anak itu sangat beruntung ada seseorang yang menyelamatkannya. Tapi siapa yang menyelamatkannya?


Besi panjang yang menghalangi golok Pria itu mampu membuat bilahnya retak dan hancur. Tidak ada yang tahu apakah Golok itu yang lemah atau kekuatan pria itu yang terlalu kuat.


Pria itu tercengang kemudian melompat ke belakang sambil berseru, “Siapa yang berani menghalangiku! Kelu-”


Sebelum pria itu menyelesaikan kata-katanya, sebuah anak panah melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, menembus telinga pria itu dan membuatnya terlempar. Pria itu kemudian terkapar di tanah dengan darah mengalir dari telinganya.


Semua orang yang ada di sana terkejut dan terheran-heran, siapa yang telah berani melakukannya dan itu dilakukan dengan sangat luar biasa!


“Ini terlalu mudah.”


Suara renyah terdengar dan merebut perhatian semua anak-anak yang ada di sana.


Seseorang berjalan dari kerimbunan pohon dengan santai. Wajahnya tampak tenang dan sangat cantik!


...----------------...


...----------------...


Xuan Yi kemudian berjalan dan mengambil tongkatnya. Dia kemudian tersenyum ketika mengingat bagaimana dia dan Mingyue melancarkan serangannya dengan diam-diam, yang ternyata itu berhasil.


Namun, tiba-tiba pria yang tersungkur itu kemudian bangun. Tangannya gemetar terangkat untuk mematahkan tajaman anak panah itu, kemudian mencabutnya secara paksa. Dia kemudian memandang Xuan Yi dan berkata dengan nada berat, “Ini belum selesai.”


Dia kemudian mengambil golok besarnya memegang erat dan berteriak sambil mengayunkannya.


Xuan Yi memegang erat senjatanya, kemudian melompat dan memukul golok itu dengan tongkatnya. Golok itu kemudian berputar kembali ke arah pria itu dan kembali ke tangannya. Berteriak, pria itu kemudian menerjang ke arah Xuan Yi dan mengayunkan beberapa serangan, tetapi, Xuan Yi mampu menghindar dan menyerang bagian pundak kaki pria itu dengan tepat, membuatnya terjatuh. Kemudian, menendang kepalanya, dan pria itu kemudian terpental, lalu tersungkur di tanah.


Perlahan-lahan, pria itu bangkit lagi. Setelahnya, berteriak, ingin menerjang ke depan, akan tetapi sebuah anak panah melesat dan menusuk dahinya. Pria itu kemudian terjatuh ke belakang, dan matanya perlahan-lahan tertutup.

__ADS_1


Anak-anak gembira melihatnya, akhirnya orang yang sangat mereka benci akhirnya tewas, tapi kemudian mereka teringat dengan orang yang lain, yang mungkin akan datang setelah orang ini, dan orang itu lebih kuat dari orang yang ada di depannya.


Xuan Yi tersenyum puas. Dia kemudian berkata dengan nada santai, “Apakah hanya ini?”


“Tidak, ini hanya permulaan.”


Semua anak-anak kemudian memandang ke arah rimbunan pohon bersama Xuan Yi. Anak-anak itu kemudian meneguk ludah ketika mendengar suara itu. Orang yang mereka takuti akhirnya muncul, dan itu lebih awal dari perkiraan mereka.


Perlahan-lahan sepasang mata besar yang berwarna merah muncul dan kemudian seseorang yang sangat tinggi, besar dan gagah muncul. Tubuhnya sangat berotot dan keras, mungkin lebih keras dari pada batu. Rambutnya panjang berwarna hitam gelap, di kedua kaki dan tangannya ada gelang perak besar. Ketika berjalan, akan terdengar sedikit suaranya.


Pria itu mengambil pedang besar dan panjang di belakangnya. Pedang yang lebar, memiliki panjang 10 meter dengan lebar 4 meter. Itu lebih panjang dari tubuhnya, tapi pria itu dengan mudah mengangkatnya.


Menarik dari sarung, kemudian menancapkannya ke tanah. “Ketika orang-orang hanya mendengar namaku saja, mereka akan ketakutan, tapi kau, anak kecil, tidak terlihat takut sama sekali denganku. Pedangku merasa terberkati jika menyentuh darahmu.”


“Sebelum kau mati, ingat, namaku adalah Fang He.” Pria itu ingin menarik pedang, akan tetapi, telinga kanannya bergetar merasakan adanya bahaya. Dia kemudian mengangkat pedang, lalu meletakkan di belakang punggung.


Sebuah anak panah melesat dan menghantam punggung pedang dan membuat tubuh Fang He terdorong ke depan. Mengerutkan kening, dia kemudian menatap ke atas pohon.


Tiga anak panah kemudian melesat. Fang He memotong-motong anak panah itu bersamaan, kemudian mendorong tubuhnya dan berlari ke arah asal anak panah itu.


Xuan Yi kemudian berlari dan melempar tongkatnya. Dia tentu tidak akan membiarkan Fang He mendekati Mingyue. Jika dia tertangkap, maka akan semakin sulit baginya untuk mengalahkan pria itu.


Berhenti sejenak, Fang He melempar pedangnya juga.


Dia membiarkan pedang itu beradu dengan tongkat Xuan Yi. Maka, terjadilah benturan di udara. Tentu saja, ini adalah langkah yang cerdas, yang membuat Xuan Yi semakin sulit untuk menghentikannya.


Dia hanya bisa menggertakan gigi dan bergerak lebih cepat. Tapi karena kecepatan Fang He lebih cepat, semakin sedikit kesempatan yang di milikinya.


Sementara itu, anak panah terus terlontar demi menghambatnya, tapi dengan cepat, Fang He menghindar.

__ADS_1


Ketika mencapai beberapa meter, Fang He melompat. Di udara, senyuman terbentuk dan pedang besarnya kembali ke tangan Fang He.


“Hahaha, matilah pengecut!”


Bomm!!!


Pedang panjang itu berputar-putar dan dengan mudahnya memotong pohon yang ada di sana. Akan tetapi, pedang itu tidak mengenai sasarannya. Setelah kembali ke tanah dan pedangnya kembali, Fang He mengerutkan kening, kemudian menatap Xuan Yi dengan tatapan tajam. “ Di mana dia berada?”


Xuan Yi tidak menjawabnya, tapi tersenyum, kemudian berlari ke arah Fang He.


Dia melayangkan serangan dan di tahan oleh pedang Fang He. Mencobanya lagi, tapi lagi-lagi di tahan. Mengayunkan ke kepala, Fang He mendorong tubuhnya ke belakang, kemudian melempar pedang.


Xuan Yi menahan dengan tongkatnya, tapi karena kekuatannya sangat besar, maka dia pun terdorong ke belakang.


Sementara itu, Mingyue berdiri di atas pohon sambil memandang pertempuran di depannya. Tubuhnya sangat tertutup oleh kerimbunan daun-daun hijau pepohonan. Kedua matanya memandang tajam ke arah pertarungan itu, setelahnya, dia mengendalikan pergerakan nafas agar lebih tenang dan teratur.


Dia tahu, mengendalikan nafas, akan mengendalikan emosi dan fokusnya. Mengambil satu anak panah dengan tiga mata panah, dia lalu membidik mata Fang He.


Diam sejenak. Ketika bibirnya sedikit bergerak, anak panah itu kemudian di lepaskan.


Anak panah itu kemudian berputar-putar dan mulai mencari targetnya.


Suara siulan yang di timbulkan membuat telinga Fang He berkedut. Dia kemudian memandang ke sumber suara itu.


Tapi, anak panah itu sudah berada sangat dekat dengannya. Kecepatan Fang He tidak lambat, dia kemudian membelah anak panah itu. Akan tetapi, itulah yang di inginkan Mingyue. Anak panah itu kemudian pecah menjadi tiga. Mengenai dua mata dan dahinya.


Suara anak-anak merasa ketakutan saat melihatnya. Beberapa menutup matanya karena tidak kuat. Dan beberapa juga pingsan, entah karena takut atau memang tubuhnya sudah lelah.


Xuan Yi merasa senang. Tapi, tangan Fang He bergerak mencabut anak panah itu dan, darah menyembur dari sana, kemudian mengalir ke pipinya, lalu akhirnya menetes seperti hujan.

__ADS_1


Fang He kemudian tersenyum menyeringai, membuat gigi-giginya kelihatan dan lalu di penuhi warna merah karena darah.


Sekarang, Fang He lebih menyeramkan dari sebelumnya.


__ADS_2