Two Sky Poems

Two Sky Poems
Penyamaran


__ADS_3

Setelah Xuan Yi berkata, dia teringat bagaimana sebelumnya membuat rencana yang begitu cepat.


Dia lalu memandang Mingyue. Mengyue mengangguk kemudian melangkah satu langkah ke depan. Dia menarik busurnya dan mengarahkan ke arah salah satu orang berpakaian hitam kemudian melepaskannya.


Pria yang berpakaian hitam hanya terdiam, seolah serangan Mingyue tidak akan berarti apa pun baginya.


Saat anak panah itu sudah dekat, pria itu kemudian segera ingin menghindar, tapi dia kemudian mengetahui apa yang di incar oleh anak panah itu dan ingin menghentikannya, tapi dia tidak bisa melakukannya.


Secepat kilat, anak panah itu berbalik dan tanpa di sadari, dahi Jiang Lu telah tertusuk anak panah itu, kemudian darah mulai keluar. Kedua matanya membatu dan akhirnya terjatuh.


Semua orang berpakaian hitam terkejut dan tidak menyangka hal itu akan terjadi. Mereka bertanya-tanya apakah semua sudah selesai.


Tapi meskipun demikian, Mingyue dan Xuan Yi tidak terlihat senang sedikit pun. Mingyue kemudian meletakkan busurnya, lalu Xuan Yi bergumam sambil menggelengkan kepala, “Aku tahu, ketika seseorang mengetahui seberapa dingin musim dingin, dia pasti telah menyiapkan baju yang berlapis-lapis atau mempersiapkan apa pun yang bisa menjaga dan melindungi tubuhnya. Jiang Lu keluar lah!”


Semua orang terkejut setelah mendengarnya, kecuali satu orang berpakaian hitam yang ada di sana.


Dia tersenyum dan melepaskan cadar yang di pakainya sambil berbicara, “Tuan putri, bukan orang sembarangan.”


Xuan Yi tersenyum. “Jika kau sudah muncul, bagaimana kalau kita memulainya?”


Orang-orang yang berpakaian hitam tidak pernah menyangka jika tuannya berada di sekitar mereka dan bersembunyi dengan baik, tetapi, itu juga telah menyelamatkannya dari serangan mendadak barusan dan membuat mereka lebih waspada terhadap serangan Mingyue yang kini terlihat tenang.


Sementara itu, Xuan Yi kemudian ingin mengeluarkan rencana kedua untuk mengatasi kegagalan rencana pertamanya. Dia kemudian teringat bagaimana dia mengeluarkan beberapa surat laporan yang di ikat burung-burung dengan berbagai arah, dan dia tahu desa yang di tempatinya telah di jaga ketat, oleh karenanya mustahil mengirim surat dengan burung, maka dari itu, dia lalu mengirimkannya menggunakan panah kecil dengan tulisan kaligrafi yang sangat kecil dan orang-orang tidak akan memperhatikannya, kecuali jika memiliki mata yang tajam seperti elang.


Jiang Lu yang mengetahui apa yang di pikirkan Xuan Yi kemudian berkata, “meskipun anda adalah tuan putri, anda tidak akan mendapatkan bala bantuan apa pun dari pihak kekaisaran. Gelar tuan putri yang anda miliki saat ini sebatas penyebutan saja.”


“Ya, kau benar, tanpa orang-orang kekaisaran, gelarku hanya sebatas penyebutan saja, tetapi meski kupu-kupu yang indah berada di jaring laba-laba yang sangat lengket, dan dia telah menyerah untuk menyelamatkan dirinya, setidaknya dengan keindahannya, dia masih berkemungkinan untuk selamat.”


Xuan Yi kemudian memandang Mingyue dan mengangguk.


Mingyue mengeluarkan anak panahnya lalu melepaskannya ke atas.


Di langit, tiba-tiba keluar cahaya berwarna merah dan menuju ke atas.


Alis Jiang Lu terajut bersama dengan kekesalannya, dia kemudian memandang ke arah orang-orangnya. “Sebarkan itu sekarang!”

__ADS_1


Orang-orang itu mengangguk dan mengeluarkan bola-bola kemudian melemparkan. Ketika menyentuh tanah, bola-bola itu meledak dan mengeluarkan asap hitam. Itu bukan pengalih, jika Xuan Yi tidak salah, itu adalah racun.


Setelahnya, Jiang Lu berlari dan melompat-lompat di atap-atap rumah.


Keadaannya semakin parah, orang-orang yang menghirup bau racun itu seketika tidak sadarkan diri dan ajal menjemput mereka. Tetapi, Xuan Yi tidak akan merasakannya, karena dia tahu, ini adalah salah satu cara untuk membunuh musuh dengan mudah.


Maka dari itu, dia datang membawa persiapan yang matang, yaitu membawa penawar racunnya.


Sejak mengunjungi Jiang Lu, dia telah mencium bau yang aneh dari rumahnya, dan setelah mencocokkan dengan apa yang di bacanya dan bertanya kepada Mingyue, dia menyimpulkan jika itu adalah racun, oleh karena itu, dia meminum penawar sebelum akhirnya datang ke tempat ini.


Dia mendesah karena Jiang Lu pergi, sehingga dia tidak bisa menghabisinya, tetapi di lain tempat, Jiang Lu telah terbunuh.


Dia kemudian berbalik dan berkata sambil berjalan, “Baiklah, apakah kau puas dengan ini?”


Mingyue ikut berjalan. “Sebelum kepalanya terputus, aku tidak akan puas.”


“Kau ingin bukti, aku akan membawanya nanti, tapi sekarang, kita harus menghabisi yang satunya lagi.”


...----------------...


...----------------...


“Hari ini, aku ingin membuat sebuah Seni yang begitu mengagumkan. Siapa yang pertama?”


Ketika berkata, dia langsung berdiri dan memperlihatkan senyuman licik.


Orang-orang mulai merasakan perasaan buruk terhadap gadis di depannya itu, tetapi mereka yakin, jika gadis itu hanya anak kecil yang di kirim tuan putri untuk menghalangi mereka pergi.


Namun, beberapa yakin jika gadis di depannya itu bukan orang sembarangan. Dan jika di lihat bagaimana dia berbicara, itu seolah dia memilih kekuatan yang lebih besar dari semuanya.


Jiang Lu menatapnya sambil mengerucutkan sedikit kening dan memandang tajam ke arah gadis itu. Dia berpikir, jika gadis itu adalah sosok yang akan sulit di hadapi. Bahkan orang-orangnya akan sulit menghadapinya. Oleh karena itu, dia kemudian berkata, “kalian, kirimkan sinyal untuk yang lainnya.”


Semua orang tidak mau mempertanyakan dan mengeluarkan sesuatu dari balik baju hitamnya, akan tetapi, gadis itu menjentikkan jarinya ke depan. Bersamaan dengan itu aura berwarna merah darah sedikit kehitaman peka keluar dari langit dengan bentuk tangan, seperti ingin menangkap Jiang Lu dan yang lainnya.


Semuanya berpencar dan ada beberapa melompat turun.

__ADS_1


Jiang Lu mengerti dan semua orang akhirnya tahu jika gadis itu memiliki kekuatan yang sulit di hadapi.


Wajah Jiang Lu terlihat membiru dan lebih pucat. Dia tahu, akan sangat sulit baginya untuk melawan gadis itu, oleh sebab itu, dia kemudian mengeluarkan pedangnya dari balik jubahnya yang panjang, seolah pedangnya mampu muat dalam lengan bajunya atau memiliki penyimpanan.


“Kau Gadis yang kuat, tapi sayangnya kau tidak akan bisa mengalahkanku.”


Gadis itu kembali tersenyum dan setelahnya menatap Jiang Lu dengan sangat tajam. “Benarkan??”


Sebuah pedang yang entah dari mana muncul dan mendarat di tangan gadis itu.


Pedang itu berwarna hitam gelap, tetapi memiliki pantulan cahaya yang menyilaukan.


“Aku tunjukkan, bagaimana cara untuk membunuhmu!”


Gadis itu kemudian melompat dan mengayunkan pedangnya.


Jiang Lu perlahan-lahan merasakan perasaan buruk terhadap serangan gadis itu.


...----------------...


...----------------...


Sementara itu, di atas atap gerbang desa, Gu Heng berdiri dengan sebilah pedang di tangannya.


Dia melihat pertarungan jauh di sana antara beberapa orang. Dia terkejut dan terheran-heran bagaimana mungkin seorang gadis kecil seperti itu memiliki kekuatan yang sulit di tebak.


Dia kemudian sedikit tersenyum membayangkan bagaimana gadis kecil yang di bawanya memiliki pemikiran seperti ini. Bahkan sekarang, satu pun penjaga tidak akan lolos.


“Tuan putri, anda benar-benar sulit di hadapi.”


Sementara itu, di bawahnya puluhan prajurit lengkap dengan zhirah dan tombak berbaris menunggangi kuda menunggu perintah.


Gu Heng berkata tanpa menoleh, “Ayo kita bergerak.”


Dia kemudian melompat dari satu atap ke atap yang lainnya dengan cepat, seolah gravitasi tidak mempengaruhi sama sekali.

__ADS_1


Sementara para prajurit mulai mengendarai kuda mereka memasuki desa dengan gumuruh yang menarik perhatian semua orang.


Mereka mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, dan mengapa para prajurit itu datang ke tempat mereka secara mendadak seperti ini.


__ADS_2