Two Sky Poems

Two Sky Poems
Mekanisme waktu


__ADS_3

Kecepatannya sangat cepat dan stabil. Mingyue yakin, dia bisa membunuh tuan putri kemudian pergi dari sana. Namun, Zhao Yi menghalanginya dengan sesuatu yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, kemudian menghilang dan Mingyue tidak tahu ke mana wanita itu pergi.


Tidak ada alasan untuk memikirkannya, karena Zhao Yi telah berada di bawah pohon memandangnya dengan tajam. Kemudian berkata dengan lembut, tapi nada itu memiliki kekuatan mengancam. “Gadis yang bodoh, mengapa kau nekat menyerang Tuan putri dan ingin meracuniku?”


Mingyue tersenyum dingin dan memandang. Dia tidak berencana untuk kabur, karena itu akan merusak reputasi dan tekadnya, oleh karena itu, berjuang hingga titik penghabisan adalah hal yang lebih terhormat dari pada kabur demi nyawa yang tidak ada artinya baginya. “Aku tidak bodoh.”


Mereka kemudian terdiam beberapa saat saling memandang. Aura yang ada di sekitar mata mereka sama-sama kuat. Mingyue berkata lagi dengan nada tajam, “Aku tidak bodoh. Jika aku mencari kesempatan yang lain, maka itu akan di sebut kebodohan. Kalian telah mengetahui ada yang telah meracuni kalian, jika aku mengambil kesempatan yang lainya, maka aku tidak akan bisa melakukannya. Apa kau pikir, Tuan putri itu tidak akan meningkatkan keamanannya? Oleh karena itu...” Mingyue mengambil dua anak panah yang ada di punggungnya, kemudian meletakkannya. “Karena itu, aku lebih memilih mati dari pada tidak bisa membunuh tuan putri!”


Mingyue menarik dua anak panahnya dan bersiap melepaskannya jika itu di perlukan.


Zhao Yi memandangnya dingin. Dia tidak akan terancam oleh anak gadis biasa seperti ini. Dia kemudian melebarkan satu tangannya. “silakan...”


...----------------...


...----------------...


Su Jiao akhirnya tiba bersama dua delegasi sekte dan beberapa pelayannya, ketika Mingyue bersiap untuk melepaskan anak panahnya.


Dia terdiam menyaksikannya.


Mingyue menyadarinya, kemudian dia mengarahkan anak panahnya. “Kau datang juga...”


Dua orang delegasi Sekte dengan cepat berdiri di depannya. Kemudian para pelayan ikut berbaris di belakang dua delegasi.


Dua delegasi itu ingin segera menyerang, tapi Su Jiao mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan belum saatnya.


Su Jiao kemudian memandang gadis berpakaian hitam itu. “Mengapa kau ingin membunuhku?”


“Aku tidak akan menjawabnya!” Mingyue tetap tidak melepaskan anak panahnya.


“Siapa yang telah menyuruhmu?”


Mingyue terdiam.


“Gadis polos sepertimu sangat di sayangkan untuk di bunuh. Apakah ada kata-kata terakhir untuk kau ucapkan? Aku mungkin bisa mewujudkannya.”

__ADS_1


Mingyue terdiam sebentar. “Aku tidak punya apa pun lagi, semua itu telah kau rampas!”


Air mata Mingyue perlahan-lahan mengalir.


“Chao Hao, orang itu, kau telah membunuhnya! Aku tidak akan pernah memaafkan itu, aku akan membunuhmu!”


Su Jiao mengerti apa yang terjadi. Dia kemudian menjelaskan apa yang terjadi dan menjelaskan dia tidak terlibat dalam pembunuhan itu.


“Pembohong! Aku tidak percaya! Kau telah membunuhnya!”


Mingyue kemudian melepaskan anak panah itu.


Dua orang delegasi sekte mengeluarkan pedang panjang. Satu orang berlari ke depan dan membelah kedua anak panah itu dengan cepat. Kemudian asap racun menyebar. Zhao Yi kemudian membekukan asap racun.


Mingyue merasa semuanya telah habis. Harapannya telah hancur, dia kemudian melepaskan semua anak panah yang tersisa. Ledakan asap terjadi di mana-mana. Para pelayan terbatuk-batuk dan para delegasi sekte berusaha menghilangkan racun itu.


Ini adalah kesempatan Mingyue, dia kemudian menarik satu anak panahnya lagi dan ini yang terakhir. ‘aku harap ini berhasil.’


Dia menarik nafas dan membidik, lalu melepaskannya sambil berkata, “Ini harus mengenainya.”


Anak panah melesat dan bergerak cepat. Para delegasi Sekte yang menyadarinya dengan cepat bergerak menghalanginya. Namun karena jarak pandang yang pendek, membuat mereka tidak dapat melakukannya.


Namun, tuan putri dengan tenang berhasil menangkapnya. Dan racun itu tidak meledak.


Merasa terdesak, dia kemudian melepaskan senar busurnya, lalu memutarnya. Di dalamnya ada sebuah pedang panjang kecil. Dia lalu tersenyum memandanginya. Mingyue tidak bisa membalaskan dendamnya, dia memilih lebih baik mati dari pada di tangkap. Dengan cepat menusukkan pedang itu. Akan tetapi, dia tiba-tiba tidak sadarkan diri dan terjatuh.


Samar-samar dia melihat bayangan seseorang dan berakhir sudah pembalasan dendamnya.


...----------------...


...----------------...


Su Jiao menangkap gadis itu, kemudian melihat bayangan yang telah menghilang. Yang menyerangnya tadi adalah Gu Heng. Dia selalu menjaganya. Melihatnya dia teringat bagaimana mereka telah merencanakan hal ini.


Sejak beberapa hari yang lalu, mereka telah menyadari seorang gadis telah mengikuti Su Jiao. Tuan putri itu langsung memerintahkan untuk membunuhnya, tetapi Gu Heng menolak, sebab dia mengetahui gadis ini sangat polos dan di manfaatkan oleh seseorang. Selain itu, gadis itu memiliki kemampuan di bidang yang sangat di perlukan dan bisa di manfaatkan.

__ADS_1


Setelah situasi membaik, semua orang mendatanginya. Mereka satu persatu khawatir dan mempertanyakan keadaan Su Jiao. Dia mengatakan baik-baik saja, kemudian pergi dari sana sambil membawa Mingyue yang telah tidak sadarkan diri.


Setelahnya, dia kembali duduk bersama Zhou Yi. Namun kali ini bukan dia saja, delegasi sekte lainnya juga ikut. Mereka penasaran mengapa Su Jiao memberikan Gadis itu hidup, yang bahkan telah meletakkannya di atas pangkuannya sendiri. Sambil mengelus-elus rambutnya, dia berkata dengan nada lembut, “Gadis ini memiliki kemampuan.”


Zhou Yi penasaran. “Kemampuan, apakah itu berhubungan dengan anak panah itu?”


Su Jiao mengangguk dan mengeluarkan anak panah tadi yang berhasil dia tangkap.


“Lihat ini.” Su Jiao mengulurkannya, dan para delegasi menatapnya.


Dia membalikkannya, di ujung ada semacam tonjolan.


Su Jiao kembali berkata, “Ini adalah mekanisme waktu yang ada di panah ini.” Dia kemudian membalikkannya, memperlihatkan bagian belakang, yang ada semacam bambu kecil pendek, yang biasanya tidak akan ada apa pun di sana.


“Jika ini di tekan, maka mekanismenya akan aktif dengan sendirinya. Tonjolan yang ada di ujungnya akan lepas ketika mengenai target. Tadi ini tidak meledak, karena aku berhasil mencegahnya.”


“Alat semacam ini hanya bisa di miliki kekaisaran Wei. Aku menduga gadis ini berasal dari sana. Dari beberapa informasi yang aku dapatkan, dia bisa membuat alat-alat semacam ini dengan mudah dan menyembunyikan berbagai senjata dalam satu senjata. Kemampuan ini bisa kita manfaatkan untuk kemajuan kekaisaran. Hanya dengan melakukan beberapa tindakan kecil, dia akan mau melakukannya.”


Delegasi sekte Thousand Flowers berpikir sebentar. “Jika dia tidak mau, apa yang kita akan lakukan?”


Dua orang yang lainnya sama ingin menanyakannya.


“Dia akan mau melakukannya.”


Zhou Yi bertanya, “Bagaimana anda akan membujuknya? Meski bukan anda yang membunuhnya, dia tidak akan percaya dengan mudah.”


“Aku punya caranya. Jika dia tidak mau, kita akan melakukannya dengan cara kekerasan.”


Delegasi-delegasi sekte kemudian berdiri, memberi hormat, lalu pergi, kecuali delegasi dari sekte White Clouds Fairly.


“Zhou Yi, perlihatkan kepadaku apa yang dilakukan anak itu sekarang.”


“Baik, tuan putri.”


Zhou Yi kemudian melambaikan tangannya. Sebuah proyeksi muncul meperlihatkan Xuan Yi masih berjuang untuk tahap ketiga.

__ADS_1


Su Jiao tersenyum melihat kegigihan anaknya itu, tapi dia kemudian menghela nafas.


Zhou Yi memperhatikannya. Dia merasa ada sesuatu yang membuat Su Jiao sedih setelah melihat anaknya. Apakah itu adalah rasa kasihan atau kesal karena Xuan Yi belum menyelesaikannya, Zhou Yi tidak berani bertanya.


__ADS_2