
Ketika pintu terbuka, Mingyue berbalik dan berjalan pergi dengan langkah cepat, akan tetapi, Xuan Yi dengan mudah mengejarnya dan hendak menggapai pundaknya. Namun, Mingyue tiba-tiba berbalik dan melemparkan sebuah pisau kecil.
Xuan Yi memegang pisau itu, tapi itu adalah jebakan; ketika di pegang, otomatis itu mengaktifkan mekanik yang ada di dalamnya melalui tombol kecil yang ada di pinggir pisau itu, sehingga ledakkan pun terjadi dengan asap putih muncul bersamaan dengan jarum-jarum yang sangat kecil dengan ukuran rambut-rambut bayi yang sangat tipis.
Xuan Yi terkejut dan melebarkan matanya. Dia kemudian melompat ke belakang, tapi beberapa jarum-jarum itu telah menusuk tubuhnya, dan dari sana muncul darah-darah.
Xuan Yi tentu saja sangat sulit untuk menghindar dari serangan yang senjatanya saja sulit di lihat, apalagi di tambah dengan asap itu, selain itu, jumlahnya yang banyak sangat mustahil untuk menghindar.
Beberapa bagian tubuhnya terkena, tapi yang paling parah tangannya sangat banyak ada jarum-jarum itu.
Bibir Mingyue sedikit tergerak, itu bukan senyuman, tapi ekspresi mengejek. Sulit untuk membedakan apakah itu adalah ekspresi tersenyum atau mengejek jika di perhatikan dari jauh.
Namun, tiba-tiba ekspresi itu berubah menjadi dingin seperti puncak musim dingin. Dia kemudian berkata dingin setelah melihat ekspresi Xuan Yi, “Kau mengetahuinya?”
“Tentu.” Xuan Yi kemudian melepaskan sarung tangan yang ada di tangan berdarahnya. Itu adalah sarung yang digunakan untuk menguji Mingyue, dan ternyata benar, Mingyue adalah gadis yang bertalenta tinggi, serta sangat baik di jadikan rekan dari pada musuh.
Xuan Yi kemudian memandang sarung tangan itu dan mengerti, jika jarum-jarum kecil itu mengandung racun korosif yang membuat daging domba yang di gunakan itu membuatnya hancur dengan asap kecil keluar dari lubang.
Dia kagum dan sekaligus heran, apakah ada lubang di ujung jarum kecil itu untuk membuatnya, dan jika ada bagaimana membuatnya, kemudian bagaimana caranya.
Dia menyampingkan pikiran itu, lalu memandang Mingyue. “Mingyue, bisa kau menjadi pelayanku?”
“Bahkan jika kau menjilat kakiku, aku tidak akan mau menjadi pelayanmu.”
“Namun, kau harus mau menjadi penjagaku. Kita akan pergi dalam beberapa hari menuju sekte White Clouds Fairly, dan kau akan mendapatkan keuntungan dari semua itu. Selain itu, kau tenang saja, aku tidak akan bersikap semena-mena kepadamu.”
Xuan Yi kemudian mengangkat tangannya dan mengisyaratkan Mingyue untuk meraih tangannya. “Yue, jika kau ingin membalas dendam, maka aku akan ikut membantumu untuk menyelesaikannya. Aku akan membuktikan jika bukan ibuku yang membunuh pamanmu. Jika kau tidak percaya, kau boleh membunuhku atau ibuku sebagai balas dendammu, tapi aku yakin, kau tidak akan bisa melakukannya. Seorang gadis tidak akan bisa berbuat apa-apa di kelilingi banyak harimau, bahkan jika gadis itu seseorang yang cerdas.”
__ADS_1
Mingyue terdiam. Kedua matanya kemudian menoleh di mana jarum-jarum menusuk tubuh Xuan Yi. Dia kemudian terkejut dan bertanya-tanya, apakah di area tubuh yang lain ada pelindung atau tidak. Jika tidak ada bagaimana mungkin racunnya tidak bekerja ketika jarum itu menusuknya?
Dia kemudian bertanya mengenai itu.
“Karena tubuhku telah di tempa dengan hal-hal seperti ini. Meski aku memakai sarung tangan ini, ada beberapa bagian tubuh yang kebal terhadap racun, jadi, kau tidak akan bisa meracuni untuk membunuhku, kau harus menggunakan senjata tajam untuk melakukannya. Tanganku juga, aku melakukan ini hanya untuk mengujimu. Yue, apakah kau bersedia menjadi penjagaku?”
Mingyue masih penasaran dan memikirkan untuk menjabat tangan Xuan Yi. “Kau tidak boleh menanyakan hal ini hanya satu kali. Aku masih tidak percaya jika Su Jiao bukan orang yang membunuhnya, dan aku tidak percaya dengan apa yang kau ucapkan. Jadi, berikan aku waktu beberapa saat untuk memikirkannya.”
“Aku akan memberikanmu waktu satu hari untuk memikirkannya. Tapi, jangan coba-coba untuk kabur, karena itu akan sia-sia.”
Xuan Yi kemudian masuk ke dalam perpustakaan lagi lalu menutup pintu. Dia kemudian menghela nafas. Lalu mencabut jarum-jarum kecil itu satu persatu. Saat di tarik, dia mengernyitkan dahi menahan sakit. Rasa sakit yang di sebabkan sangat menyakitkan, yang lebih sakit dari pada tergores pisau. Jika tidak di keluarkan, rasa sakitnya tidak akan pernah sembuh dan sebaliknya semakin parah.
Setelah beberapa kali mencobanya, dia mengambil kain lalu mengusapnya. Kemudian melakukannya lagi.
Setelah berhasil, dia menjadi lega kemudian nafasnya yang sedari tadi di kontrol perlahan-lahan menjadi lebih tenang.
Halaman pertama berhasil di pecahkan dengan kata-kata yang sulit di mengerti. Huruf-hurufnya terbalik dengan berbagai arah, membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengetahui apa yang di tulis, tapi arti sebenarnya dari kata itu tidak di ketahuinya. Kata Pertama, ‘Bulan berwarna gelap.’
Lalu di ikuti dengan kata-kata yang lebih sulit :
Bagaimana jika bulan itu berwarna gelap? Sering kali telingaku mendengar keindahan bulan, yang sering membuat instrumen musik yang masuk ke dalam gendang telingaku; yang membuatku bahagia dalam hati, meski itu hanya kata-kata. Aku tertawa mendengar pertanyaan itu. Tapi sekarang, bulan berwarna hitam. Di langit, apakah itu benar? Aku ragu, dan melihat bulan dalam kegelapan.
“Bulan mati?” Xuan Yi bergumam. “Tapi itu terasa sangat mudah untuk di tebak. Apakah ini sebuah perasaan kepada bulan yang sering di liat seseorang?”
Xuan Yi kemudian membuka jendela dan melihat sebagian bulan menggantung di langit. “Apakah ini adalah perasaan kecewa seorang gadis ketika mendengar keindahan bulan? ketika melihatnya di suatu malam, dia kecewa karena tidak ada bulan dan menganggap jika semua kata-kata indah yang di katakan orang-orang adalah omong kosong dan membuatnya kecewa?”
“Tidak, itu adalah harapan manusia ketika mendengar cerita orang-orang tentang berbagai peristiwa kehidupan, tapi tidak semua orang bisa mencapainya, sehingga apa yang di harapkan tidak ada, dan hanya ada kekosongan.”
__ADS_1
Tiba-tiba seorang berkata dari belakang Xuan Yi.
Ketika Xuan Yi berbalik, alisnya mengkerut dan bertanya heran, “siapa kau?”
...----------------...
...----------------...
Istana kekaisaran Su itu terlihat sangat megah bagaikan tempat surga, tetapi bagi selir Ying Sha, itu adalah peperangan argumentasi dan kelicikan yang tiada henti-hentinya.
Setiap orang yang masuk akan menjadi sangat berbisa atau pecundang dan akhirnya mendapat nasib yang sial.
Setiap kali Ying Sha memandangnya, dia selalu bergumam ‘istana kekaisaran ini tidak lebih dari sarang ular dan keong penjilat jalan seseorang.”
Oleh karena itu, dia selalu berusaha mendapatkan pijakan yang kuat agar bertahan hidup di istana kekaisaran yang sarat dengan peperangan. Tapi, dia tidak mau memiliki pijakan yang terlalu kuat dan posisi yang tinggi, karena dia sadar, itu akan menarik perhatian banyak orang kemudian membuatnya dalam posisi bahaya.
Kehidupannya sekarang menjadi lebih baik ketimbang dahulu yang selalu di injak-injak dan di rendahkan. Sekarang, posisinya masih aman, Namun ada banyak orang-orang yang ingin menjatuhkannya dan anaknya. Selalu saja, Yin Sha mampu menutupi berbagai kebocoran yang di lakukan oleh musuh-musuhnya.
Sekarang, dia berdiri di depan gerbang kediamannya menatap istana dari kejauhan. Angin malam ini terasa lebih dingin yang membuatnya merasa kedinginan, tapi berusaha tidak terlihat kedinginan adalah kemampuan yang di milikinya.
Jubah berwarna hijau tua menyelimuti tubuhnya. Rambut hitam yang di kepang seolah menjadi mahkotanya.
Kereta kuda akhirnya muncul dari kejauhan. Ketika kereta kuda itu tiba, seorang gadis pelayan berpakaian putih turun. Dia memberi hormat. “Yang mulia, kereta kuda telah siap.”
“Aku tahu.” Dengan berkata seperti itu, selir Ying Sha berjalan menaiki kereta kuda.
Gadis pelayan tadi kemudian ikut dan kereta kuda akhirnya berjalan pergi.
__ADS_1