
Wanita itu ingin langsung memegang leher Su Jiao, tapi tiba-tiba tangan yang dia gunakan terpotong sangat cepat. Sementara sebuah pedang tiba-tiba melesat cepat dan menusuk pergelangan tangannya dari depan. Dan kemudian wanita itu terlempar.
Wanita itu mengernyit dahi dan menahan rasa sakit yang memilukan. Darah terus menetes dari tangan kirinya seperti pancuran kecil. “S-siapa kalian?”
“Kau tidak perlu tahu.” Kata pemuda dengan rambut pirang itu sembari mengerakkan jari-jarinya. Kemudian pedang yang menusuk tangan wanita itu melesat kembali dan masuk ke dalam sarung yang ada di punggungnya.
“Tuan putri, apa yang anda inginkan?” Tiba-tiba terdengar suara Seseorang dan di susul pintu terbuka. Seorang pria gendut memakai jubah hitam muncul dari sana. Karena Su Jiao tidak memakai penyamaran dan anggota Kongsi dagang telah mengetahui identitasnya, pria itu tidak menyembunyikan apa pun.
Pria tua itu kemudian memberi hormat. “Maafkan sikap tidak sopan pelayanku.”
Su Jiao hanya mengangguk.
Mendengar nama tuan putri, wanita itu terkejut, tapi tidak terlihat karena dia sangat kesakitan saat ini. Wajahnya pucat.
“Aku ingin membeli bahan-bahan ini.” Su Jiao langsung menyerahkan daftarnya.
Pria itu kemudian mengangguk. “Kita harus membicarakan ini di dalam.”
Su Jiao menerimanya. Dia dan pelayannya kemudian duduk di ruangan tamu dan di hidangkan minuman.
Pria itu membaca daftar yang telah di berikan. “Kami akan menyiapkannya dengan cepat, tapi kau harus melepaskan kami.”
“Itu tidak cukup.”
“kami akan memberikan anda potongan harga.”
“Mendirikan kongsi dagang tanpa ada yang berkonstribusi terhadap negara, itu merupakan kejahatan yang serius. Jika kaisar mengetahui ini, kau bayangkan seberapa besar hukuman yang akan kau dapatkan. Di tambah lagi, barang-barang itu di selundupkan dan berasal dari daerah musuh negara.”
Pria itu mengerutkan dahi dan memegang lebih erat cangkirnya. “Bagaimana dengan potongan harga tujuh puluh persen?”
__ADS_1
“Masih kurang. Kau pikir jika rahasia ini bocor, nyawaku akan baik-baik saja?”
Pria itu semakin marah. Dia memandang Su Jiao dengan tatapan tajam. Jika bukan dia adalah seorang tuan putri yang membawa pengawal, dia telah membunuhnya dari tadi.
Memberikan potongan harga 70% dari harga normal adalah sesuatu yang sangat rugi, mengingat bagaimana mereka akan mendapatkannya dan berbahaya cara untuk mendapatkannya. Jika dia memberi secara gratis, itu sangat merugikannya, apalagi jumlah yang di inginkan sangat banyak. Biaya transportasi untuk mengangkutnya saja sangat mahal.
Pria itu memandang lebih tajam dan memukul meja. “Su Jiao, kau pikir siapa dirimu sekarang? Meski kau bersama dengan penjaga dan seorang tuan putri, jangan pernah menganggap kau akan pergi dengan aman dari sini. Berhati-hatilah jika ingin selamat.”
Meski yang menjaga Su Jiao adalah seorang pemuda berusia 12 tahun, Pria itu merasakan kekuatan Qi yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya dan wajah dinginnya menandakan dia telah sangat berpengalaman. Pemuda itu menatapnya dengan tajam dan penuh intimidasi.
Sementara Su Jiao meminum minumannya dan tidak terlihat takut dengan ancaman tersebut. “Baik, aku akan menerimanya. Kita sepakat, kau memberiku potongan harga.” Dia kemudian memandang tajam ke arahnya. “Orang tua, jika kau berbohong tidak mau memberikannya kepadaku dan melarikan diri. Aku, Su Jiao pastikan bisnismu akan hancur sampai ke akar-akarnya.”
Su Jiao memukul meja, kemudian berdiri. Dia menghela nafas dan merenggangkan tubuhnya. “Ah, ini lebih baik. Tubuhku terasa tidak baik duduk di sini lebih lama, ayo kita pergi.”
Su Jiao dan pemuda itu kemudian pergi. Meski dia tidak dapat memerasnya hingga ke akar-akarnya, setidaknya dia telah mendapatkan apa yang di inginkan.
Ada banyak perusahaan dagang di kekaisaran, namun tidak banyak yang menjual bahan-bahan yang di inginkannya. Oleh karena itu, sebuah keberuntungan jika bertemu dengan kongsi dagang Teratai. Su Jiao mengerti tentang Kongsi dagang ini. Mustahil baginya dengan mudah keluar dari rumah. Meski dia tahu ini adalah markas kecilnya, bukan berarti tidak ada penjagaan. Oleh karena itu, sebelum dia pergi, dia telah bertanya berapa tingkat kultivasi Pemuda yang telah di selamatkannya.
Setelah ke luar, mereka melihat wanita tadi yang duduk di bawah pohon sambil menyembuhkan lukanya. Dia menatap mereka dengan tatapan dendam. Baik Su Jiao atau pun anak muda itu, tidak peduli dengannya.
Setelah mencapai di depan pintu, pintu tiba-tiba terbuka lebar dan angin kencang tiba-tiba bertiup. Mereka akhirnya keluar dengan selamat.
Dari pintu, pria tadi keluar dengan kerutan-kerutan kekesalan. Dia dapat di peras dengan mudahnya dari seorang tuan putri. Jika dia memiliki kekuatan untuk membunuh, dia telah melakukannya sejak tadi.
Sepuluh orang berpakaian hitam tiba-tiba melompat dari belakang tembok dan langsung memberi hormat.
Salah satunya bertanya, “mengapa tuan memberikannya pergi begitu saja?”
“hmph! Kau pikir dengan aku memerintahkan untuk membunuhnya, kalian bisa melakukannya? Jangan bertindak bodoh! dia seorang tuan putri, jika dia datang, dia tidak mungkin tidak mempersiapkan semuanya.”
__ADS_1
Pria itu dengan marah masuk ke dalam rumah.
...----------------...
...----------------...
Suara lembut bertiup di taman rumah dan mengoyang-goyangkan gaun Su Jiao, sementara dia telah tertidur lelap di atas meja.
Xuan Yi menggeleng melihatnya. Dia kemudian pergi mengambil selimut dan menyelimutinya dengan perlahan-lahan. Dia ingin pergi, tapi tiba-tiba mendengar suara bising di luar rumahnya. Gadis yang penasaran itu langsung berjalan ke luar.
Tiba di gerbang, dia melihat-lihat sekitar dan memutuskan untuk mengambil jalan ke kanan. Saat itu, dua penjaga telah tertidur, sehingga Xuan Yi dapat melakukan apa pun yang dia inginkan.
Jalan itu adalah jalan menuju danau dan beberapa restoran. Ketika dia berjalan, suasana sangat sepi, karena sudah tengah malam.
Setelah berjalan beberapa saat, dia mendengar suara orang mengayunkan pedang.
Gadis itu kemudian berlari.
Di pinggir danau, pohon-pohon Ginkgo berwarna hijau tubuh lebat. Pohon-pohon itu sudah hidup ratusan tahun, sehingga memiliki batang yang sangat besar. Jika pada musim gugur, daun yang berbetuk kipas itu akan berubah warna menjadi kuning dan akan berkilauan ketika berguguran, seolah tanah menjadi warna kuning dalam satu musim. Orang-orang selalu menghormatinya, mereka menganggap pohon Ginkgo sebagai simbol kekuatan, karena mampu hidup ratusan tahun.
Karena pohon-pohon itu tumbuh besar, maka mereka berdempetan dan seperti saling berpegangan. Pohon-pohon mengelilingi danau. Di sekitarnya restoran dan beberapa bangunan mengelilingi danau itu juga.
Ketika Xuan Yi berjalan-jalan di sana, akhirnya dia menemukan sumber suara.
Meski jarak rumahnya cukup jauh dari danau, suasana malam hari yang hening membuat suara itu menjangkau tempat-tempat yang lebih jauh.
Seorang anak muda berpakaian lusuh tengah memainkan pedang. Dia mengayunkannya dengan lembut dan tubuhnya sangat lentur. Dia seperti seseorang yang menari dengan pedang. Ada samar-samar asap keluar dari tubuhnya.
Xuan Yi terkagum melihatnya. Kedua mata hitamnya berbinar-binar. Dia melangkahkan kaki kanannya ke depan. Tepat ketika itu, pemuda itu menghilang dan berada di belakangnya. Pedangnya telah menghadang leher Xuan Yi. Hanya sekali gerakan saja, nyawa Xuan Yi dalam bahaya.
__ADS_1
Dengan dingin dia berkata, “Siapa kau?”