Two Sky Poems

Two Sky Poems
Menyembunyikan kemampuan adalah sebuah kemampuan


__ADS_3

Dalam tatapan yang mencekam, aura yang penuh intimidasi, dan keringat tidak henti-hentinya mengalir. Dalam bertahun-tahun tidak ada yang tahu wujud asli tuan putri, mereka hanya mendengar rumor bahwa tuan putri sangat cantik. Namun tidak ada yang tahu kebenarannya. Mereka mulai berpikir jika tuan putri memiliki alasan penting untuk tidak menunjukkan wajahnya di hadapan umum, dan alasan itu mungkin lebih penting dari pada wajah jelek dan reputasinya sejak dahulu.


Jika tuan putri marah, hanya dengan satu kata saja, orang-orang yang ingin menyelidiki kecantikan dan menginginkan melihatnya akan mati. Sangat bodoh orang itu bertanya. Tidak hanya dia saja yang terlibat, bahkan mungkin sebagian penduduk akan mendapatkan akibatnya karena rasa ingin tahu mereka. Oleh sebab itu, orang-orang hanya bisa terdiam dan seperti menahan nafas.


Suasananya menjadi semakin mencekam ketika salah seorang prajurit mengambil satu langkah ke depan.


“A-ampun...” menyentuhkan kepalanya lebih keras ke tanah dan memejamkan mata, orang itu berlutut sangat takut.


Melihat pandangan dan cara memegang pedang, orang-orang itu seperti melihat seorang malaikat jatuh yang siap mengambil nyawa siapa pun.


Namun akhirnya dia berhenti ketika sebuah tangan yang sangat putih terulur keluar dari jendela kereta kuda untuk memerintahkannya berhenti.


Prajurit itu mengangguk dingin, kemudian memasukkan kembali pedangnya.


Orang-orang bisa menghela nafas lega, sekaligus mengangguk. Mereka mulai percaya dengan apa yang di rumorkan, bahwa tuan putri sangat cantik. Tangannya saja selembut dan seputih itu dengan gelang berwarna perak, membuat siapa saja akan tertarik. Jika seperti itu, bagaimana dengan wajahnya?


“Apa kalian telah melihatnya?” Tanya Su Jiao.


Mereka semua langsung bersujud. “Maafkan kami yang mulia....” membicarakan keluarga kekaisaran dan meragukannya adalah sebuah kesalahan. Jika mereka memiliki pemerintahan yang lebih ketat, mereka tidak akan pernah bisa menjamin kepala mereka hari ini.


Orang yang bertanya tadi masih bersimpuh, namun di dalam hatinya sedikit lega, karena bisa selamat.


Kereta kuda pun berjalan pergi dan setelah menjauh para penduduk perlahan-lahan bangun kemudian memandang kepergian Tuan putri.


...----------------...


...----------------...


Di lapangan tempat mengadakan ujian masuk sekte, para delegasi sekte duduk dengan santai menikmati hembusan dan kesegaran hutan.


Delegasi sekte Green pagoda duduk di bawah pohon sambil meminum arah dan memuji keindahan langit, sementara delegasi sekte Thousand Flowers duduk di atas pohon sambil membuka buku, dan hanya delegasi White Clouds Fairly yang berdiri sambil menikmati pemandangan.


Tugas mereka hanya mendata dan menunggu siapa saja yang lulus ujian. Menunggu merupakan suatu yang membosankan, namun sebagian orang ini adalah waktu berharga.


Tapi delegasi White Clouds Fairly itu tidak menyukainya. Setelah berdiri beberapa lama dia pun melangkahkan kakinya ingin pergi, namun kereta kuda Su Jiao datang menghentikannya.


Semua delegasi memandang ke kereta kuda. Mereka semua mendekat untuk melihat lebih jelas.


Setelah Su Jiao ke luar, mereka membungkukkan badan memberi hormat.


Su Jiao mengangguk. Dia tidak perlu menyembunyikan diri di hadapan tiga delegasi ini, karena mereka orang-orang terpercaya. Dia kemudian bertanya kepada delegasi Sekte White Clouds Fairly bagaimana dengan ujian anaknya.

__ADS_1


“Tuan putri sedang menjalankan ujian tahap ke-tiga. Ini adalah pencapaian yang besar. Tidak ada seorang gadis yang mampu melawati sampai tahap seperti ini di saat umurnya yang masih sangat muda, ia memiliki kemampuan yang luar biasa. Kelak potensinya tidak akan terhingga.”


Su Jiao kemudian berkata kepada semua delegasi. “Kalian bisa pergi kecuali gadis ini.” Su Jiao memandang perwakilan sekte peri awan putih.


Mereka mengangguk dan menjalankan kegiatan sebelumnya.


Para pelayan yang ada kemudian mencari tempat untuk berteduh setelah Su Jiao mengisyaratkannya.


“Siapa namamu?” tanya Su Jiao.


“Namaku Zhou Yi, tuan putri.”


Su Jiao tersenyum. “Zhou Yi, mari kita berbicara sebentar.”


Mendengar itu, Zhou Yi mengerutkan keningnya. Dia ingin menebak apa yang akan di diskusikan Tuan putri kepadanya, namun semua itu tidak sempat dia pikirkan, kecuali ini pasti berhubungan dengan anak gadis haram dari tuan putri.


Setelah mengatakan itu, Su Jiao berjalan mendekati sebuah pohon besar seperti pohon beringin. Dia duduk dan berteduh di sana, kemudian memandang lapangan yang luas di depannya.


Zhou Yi tidak punya pilihan lain, selain mengikuti apa kemauan tuan putri. Semua Sekte sangat menghormati keluarga kekaisaran, jika mereka berani menolak, itu bisa di bilang penghinaan dan penghianatan.


Seorang gadis pelayan kemudian datang membawa dua cangkir arak, lalu menghidangkannya di samping-samping kedua orang itu.


“Silahkan...” Su Jiao mengangkat satu cangkir arak itu.


Su Jiao tidak akan pernah berani melakukan itu, apalagi meracuni seorang gadis dari Sekte White Clouds Fairly yang terkenal selalu melindungi murid-muridnya. Lalu, apa yang menyebabkan dia melakukan ini?


Zhou Yi tidak berani bertanya mengenai racun yang ada di arak ini. Dia kemudian memandang pelayan tadi yang telah berjalan menjauh dengan tenang, seperti tidak ada hal mencurigakan yang dia lakukan sebelumnya.


Dia lalu tersenyum kecut, kemudian meminum arak itu. Dia tidak berani menelannya dan minuman itu dia tahan di tenggorokan.


Dia kemudian menaruhnya. “Terima kasih atas minumannya, yang Mulia.”


“Tidak perlu, bukankah aku harus melayani orang yang akan menjadi kakak senior dari anakku.” Su Jiao kemudian menaruh cangkir itu.


“Yang mulia bercanda, dengan kekuranganku, aku tidak layak di panggil senior.”


“Jika tidak kakak senior, maka itu bisa di panggil guru.”


“Tidak juga yang mulia.”


“Lalu anakku akan memanggilmu master atau ketua.”

__ADS_1


Zhou Yi tersenyum kikuk. Apa yang di katakan Su Jiao ingin sekali merendahkannya dan juga seperti membuat suasana menjadi semakin kikuk.


“Zhou Yi, apakah kau menyadari sesuatu?” tanya Su Jiao sambil tersenyum penuh misteri.


Zhou Yi telah menyadari ada yang ingin meracuninya, tetapi dia tidak berani menjawabnya. Sehingga dia mengatakan tidak. “Aku tidak merasakan apa pun.”


“Ternyata seorang gadis dari Sekte White Clouds Fairly memiliki pikiran yang panjang.”


Su Jiao kemudian mengambil cangkir tadi yang berisi arak. Kemudian dia memuntahkan kembali arak yang telah di minumnya.


Dia lalu mengusap bibirnya dan menaruh arak itu. “Ini hanya terik biasa.”


Zhou Yi baru menyadari, jika arak yang di minum Su Jiao juga mengandung racun. Jika seperti itu, maka ada seseorang yang telah berniat meracuni mereka berdua. Zhou Yi mengikuti apa yang di lakukan Su Jiao. “Yang mulia, ada musuh di sekitar anda.”


Su Jiao kemudian memandang pelayan tadi yang telah membawakannya minum. Dia sekarang telah berdiri di bawah pohon bersama gadis-gadis lain yang ikut bersamanya. Gadis itu memiliki senyuman yang manis dan sangat indah ketika dia tertawa bersama gadis-gadis lainnya.


“Mengetahui bau racun dan orang-orang yang berada di sekitar adalah hal yang harus aku ketahui.” Su jiao kemudian memandang Zhou Yi. “Zhou Yi, terkadang menyembunyikan kemampuan adalah sebuah kemampuan juga.”


Zhou Yi ikut memandang gadis itu dari kejauhan. “Apa dia yang telah meracuni anda?”


“Sebatas dugaan.”


Zhou Yi kemudian ingin berbicara, tetapi tiba-tiba sebuah panah melesat mengarah Su Jiao. Namun, itu berhasil di tangkap oleh Zhou Yi. Sayangnya itu adalah jebakan. Ketika Zhou Yi mengambilnya, tiba-tiba asap hijau meledak dari anak panah itu.


Zhou Yi terkejut, kemudian dia dengan cepat melambaikan tangannya ke depan. Sekejap saja, dinding es muncul dan racun itu terperangkap di dalamnya.


Su Jiao hanya memandangnya dengan datar, seperti dia telah mengetahui itu.


Sementara delegasi-delegasi dan para pelayan yang lain menoleh ke arah mereka, kemudian mendekatinya.


Zhou Yi tahu di mana letak penjahat itu, dia dengan cepat menghilang untuk menangkapnya.


“Yang mulia apa yang terjadi?”


“Yang mulia, apa anda tidak apa-apa?”


“Maafkan kami karena tidak menjaga anda!”


Para pelayan langsung bersujud meminta pengampunan.


Su Jiao tidak menjawabnya. Dia kemudian berdiri dan berjalan maju.

__ADS_1


Dua pria dan beberapa pelayan memandangnya dengan bingung dan menebak-nebak apa yang akan di lakukan Su Jiao.


Mereka kemudian mengikutinya dari belakang.


__ADS_2