Two Sky Poems

Two Sky Poems
Pengejaran


__ADS_3

...----------------...


...----------------...


Beberapa hari berlalu begitu cepat, Xuan Yi dan Mingyue akhirnya berangkat menuju sekte White Clouds Fairly. Mereka diantar When Shu bersama beberapa anak-anak gadis lainnya.


Beberapa kereta-kereta kuda di persiapkan untuk keberangkatan mereka.


Beberapa murid-murid baru itu menyempatkan waktu bercakap-cakap dengan orang tua mereka, dan tidak terkecuali Xuan Yi.


Su Jiao hanya memperingati untuk tidak terlalu terbawa suasana.


Xuan Yi mengerti dan mengatakan akan berusaha mengingat semuanya.


Mereka kemudian memasuki kereta kuda satu persatu.

__ADS_1


Ketika when Shu yang pakaian birunya melayang dan akhirnya terbang, kereta kuda itu juga ikut terbang.


Kuda-kuda yang membawanya menghempakkan sayap mereka dan berlari kencang ke langit, seolah mereka berjalan di atas awan-awan.


Su Jiao memandang kepergian mereka bersama Jia Li. Dia kemudian berkata, “Seperti apa nantinya gadis itu?”


“Tuan putri adalah gadis yang pintar, saya duga dia akan menjadi sosok sama seperti anda.”


“Kita lihat apa jadinya gadis itu nanti.”


Sementara itu, kereta-kereta kuda terus berjalan di langit biru di atas sana tanpa halangan. Ketika bergerak, Xionglue yang duduk sambil memegang kuas memandang jendela yang di atas sana beberapa kereta kuda berterbangan.


Dia sedikit tersenyum, “Tuan putri, dunia yang luas akan terlihat di pandangan anda.”


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


Sementara, Yan Lin berdiri di atas tebing tinggi yang di penuhi salju. Cahaya matahari yang cerah menyinari salju- salju di pegunungan itu, membuatnya tampak lebih bercahaya.


Memegang pedangnya, dia berbalik menatap seorang gadis berserta anak buahnya yang mengejarnya hingga tiba di tempat ini.


Dia tidak akan pernah bisa menjamin keselamatannya setelah bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya dan semuanya telah terbukti sekarang.


Hanya berjuang hingga akhir yang bisa dia lakukan sekarang.


Dia kemudian berkata dengan nada dingin, “Kalian adalah sekumpulan serangga yang menjengkelkan.”


......................


terima kasih semuanya yang telah membacanya hingga saat ini. untuk kelanjutannya, akan di informasikan nanti, jadi, jangan lupa dukung terus penulis, agar lebih semangat untuk kedepannya.

__ADS_1


__ADS_2