
Fang He kemudian berteriak menyemburkan air liur ke segala arah, bahkan darah-darah yang ada di giginya juga ikut berterbangan. Dia lalu berlari ke arah Mingyue.
Xuan Yi kemudian bergerak lebih cepat. Dia lalu melempar tongkatnya, dan berputar-putar di udara, tapi dalam satu ayunan, tongkat itu berbalik ke arah Xuan Yi.
Fang He kembali bergerak mendekati Mingyue. Sementara itu, puluhan anak panah terus melesat dari pepohonan dan menusuk tubuh Fang He. Dalam keadaan tubuh seperti itu, Fang He tidak peduli, seolah dia tidak merasakannya.
Akan tetapi, setelah berlari mendekati pepohonan dan puluhan anak panah telah menghiasi tubuhnya, dia tiba-tiba terdiam. Setelahnya berteriak lantang. Suara nafasnya yang keras perlahan-lahan melemah, genggaman tangan perlahan-lahan terlepas. Ingin melangkah lagi, tetapi tiba-tiba tubuhnya kehilangan kendali dan akhirnya terjatuh. Nafasnya juga samar-samar menghilang dan tidak terdengar lagi. Fang He akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Xuan Yi tersenyum. Di dalam kerimbunan pepohonan, Mingyue juga tersenyum. Anak panah yang di kirim tentu saja bukan anak panah sembarangan; anak panah itu sudah mengandung racun yang mematikan. Saat pertama kali mengenai tubuh Fang He, segera, kemenangan akan berpihak kepadanya. Jadi, meski Fang He dapat bertahan, dia tidak akan bisa melakukannya dalam waktu lama, serta dengan tubuh seperti itu, dan dalam keadaan buta.
Mingyue kemudian melompat dan ke luar dari kerimbunan pepohonan. Selama itu juga, dia mendengar suara teriak dari anak-anak setelah melihat Fang He berhasil di kalahkan.
Xuan Yi kemudian mendekatinya. Mereka saling memandang, mata mereka saling bertemu kemudian secara bersamaan mengangguk.
...----------------...
...----------------...
Setelah beberapa saat, akhirnya matahari tiba di atas, Xuan Yi dan Mingyue langsung pergi ke tempat di mana kepala desa berada. Mereka melihat kepala desa di sana yang sedang duduk.
Setelah mengungkapkan maksud mereka dan memberikan sebuah surat, kepala desa mengerut kening dan membacanya beberapa saat. Dia lalu menatap kedua gadis di depannya dengan wajah terkejut. “T-Tuan putri....? Apakah itu benar anda?”
“Itu tidak penting sekarang, yang terpenting, bagaimana, apakah anda bisa melakukannya?”
Tidak jauh dari mereka berdiri, seorang wanita berdiri dengan di tangannya sebuah kain panjang. Dia adalah istri dari kepala desa. Setelah mendengar apa yang di katakan suaminya dengan wajah terkejut, dia masuk ke dalam.
Kepala desa kembali tenang, dia kemudian berdiri, lalu mengisyaratkan Xuan Yi dan Mingyue untuk masuk ke dalam.
Setelah membuka pintu besar, akhirnya ruangan yang di penuhi beberapa bonsai muncul. Di ujungnya ada sebuah meja dengan tiga kursi. Di atas meja sudah ada tiga cangkir minuman. Di sana juga sudah ada istri kepala desa yang telah menyiapkannya.
Wanita itu kemudian tersenyum dan mendekati Xuan Yi. Dia menunduk memberi hormat. “Ternyata Tuan putri datang. Aku tidak bisa menyiapkan sesuatu yang mewah untuk anda sekarang. Maafkan kami jika membuat anda tidak nyaman.”
__ADS_1
“Aku datang sebentar saja, anda tidak perlu menyiapkan apa pun lagi. Meja itu sudah cukup bagiku.”
“Jika tuan putri tidak keberatan, maka aku akan undur diri.”
Wanita itu kemudian pergi dan kepala desa membawa mereka untuk duduk. Dia memberikan Xuan Yi dan Mingyue untuk meminum minuman yang ada, setelahnya dia membaca kembali surat yang di berikan Xuan Yi. Kemudian menaruh di atas meja, lalu mengangkat cangkir yang ada di meja. Setelah menyesap sekali, dia menaruhnya kembali. “Tuan putri, apa yang anda inginkan adalah hal yang mulia. Saya tentu tidak ingin menolak hal yang baik ini, dan sangat senang ketika mengetahui penjahat itu telah anda kalahkan, serta kagum dengan anda yang masih muda ini mampu mengalahkannya, termasuk Nona di samping. Saya telah bertahun-tahun mencari cara untuk masalah ini, tapi karena orang itu sangat kuat dan memiliki banyak pengikut, maka saya tidak bisa melakukan banyak hal, oleh sebab itu, masalah ini tidak sampai ke telinga pemerintah dan tidak terlihat. Saya sarankan demi kebaikan anda, lupakan saja apa yang anda inginkan.”
Dag!!
“Apa yang anda katakan tuan?” kemarahan di dalam hati Mingyue bergejolak tidak terkendali. Dia menaruh cangkir dengan kasar.
Xuan Yi setuju dengan perkataan Mingyue. Mereka telah membebaskan anak-anak itu, dan meski pun orang yang menjadi dalang dalam kejahatan ini belum di tangkap dan sangat kuat, bukan berarti mereka akan menyerah untuk hal itu. “Tuan,” katanya kemudian meletakkan kembali cangkir di atas meja. “Meski jumlah mereka banyak dan kami hanya anak-anak, kami bukan berarti dengan mudah di kalahkan.”
Dia kembali mengangkat cangkir. Mingyue dan Kepala desa memperhatikannya. “Apa yang membuat cangkir ini terasa berat? Benar, air yang ada di dalamnya. Jika kita menuangkannya, maka cangkir ini akan terasa lebih ringan, benar kan tuan?”
“Benar tuan putri.”
“Aku ingin tahu, apakah mereka memiliki markas pusat?”
“Berapa banyak mereka memiliki markas?”
“Aku tidak tahu pasti, yang aku tahu mereka memiliki dua markas.”
“Terima kasih tuan. Saya harap anda ikut dalam rencana kali ini.”
Xuan Yi kemudian berdiri dan berjalan pergi ke luar dan berbicara, “untuk anak-anak, anda harus mencari tempat yang aman untuknya.”
Mingyue juga ikut di belakangnya.
Setelah mereka pergi, kepala desa mengerut kening dan bertanya-tanya rencana apa? Apakah memecah belah? Bagaimana cara mengikuti rencana yang tidak di ketahui. Tuan putri yang datang mewarisi sikap ibunya, sulit di tebak dan memiliki kemampuan misterius. Awalnya dia tidak menganggapnya begitu, tapi sekarang, dia harus berhati-hati dengan tuan putri kecil itu. Jika sekarang dia telah memiliki kemampuan seperti ini, maka ke depannya akan sulit untuk di tangani.
“Tuan putri, oh tuan putri, permainan apa yang akan anda rencanakan?”
__ADS_1
Melihat kembali surat yang ada di meja, membuatnya berpikir, saatnya melakukan pembunuhan dan menumpas orang-orang bodoh itu.
Dia kemudian duduk dan mengetuk meja satu kali, bersamaan jendela yang ada di sampingnya terbuka kencang. Angin kencang kemudian masuk ke dalam ruangan itu.
Pintu yang ada di ujung sana terbuka, memperlihatkan seorang wanita berpakaian orange dengan ujung pakaian di penuhi warna putih. Dia mendekat kemudian duduk. Wanita itu tidak lain adalah istri dari kepala desa. “Apa yang dia inginkan?”
Yang tidak lain ingin di ketahuinya adalah Xuan Yi dan Mingyue. Kepala desa mengerti lalu menjawabnya, “Ingin menjadi pahlawan.”
“Gadis semumuran dengannya pasti sering mendengar cerita-cerita kepahlawanan dari ibunya, tidak heran jika dia ingin menjadi sama seperti apa yang di dengarkannya. Kau tidak perlu memikirkannya.”
“Jika dia merupakan anak biasa, aku tidak perlu melakukannya, tapi dia berbeda dari anak lainnya. Aku samar-samar melihat ibunya dalam sosok kecil itu.”
...----------------...
...----------------...
Setelah pergi dari sana, Mingyue dan Xuan Yi tidak bergerak terlalu jauh. Di sekeliling rumah kepala desa ada pepohonan tinggi-tinggi, mereka duduk di sana untuk beristirahat.
Mingyue mengeluarkan semua peralatannya di bawah dan melihat satu persatu guna memastikan semua tetap aman, sementara Xuan Yi duduk di atas pohon memandang pemandangan pepohonan dan rumah kepala desa. Dia tersenyum memikirkan kepala desa pasti sedang memikirkannya sekarang.
Dia tidak percaya dengan kepala desa, oleh sebab itu, dia tidak mengatakan rencana apa yang akan dilakukannya. Sebenarnya, dia tidak mempunyainya, tapi akan di buat sekarang.
Memandang ke bawah, Mingyue mengamati satu persatu anak panahnya. Mengusap dan mengganti atau menambahkan racun, tajaman, juga mengasah agar lebih tajam.
“Ming, apakah kau bisa membelokkan anak panah dengan cepat dan mengubah targetnya?”
Mingyue berkata sambil tetap fokus pada anak panahnya, “Aku bisa, bukan hanya satu, bahkan tiga anak panah mudah bagiku. Untuk apa tuan putri bertanya seperti itu?”
“Kita akan memberikan kejutan malam ini.”
“Kejutan, aku menyukai kejutan. Aku tidak sabar melihat penjahat itu mati di tanganku.”
__ADS_1