
Sarnai masih terdiam. Dia kemudian memandang satu persatu delegasi sekte yang datang. Dia melihat seseorang gadis cantik berpakaian biru, seorang pria berpakaian hitam dan seseorang wanita yang memiliki tubuh kuat dan seperti memiliki sikap yang tegas.
Dia tidak tertarik sama sekali dengan apa yang terjadi. Meski dia mendengar kedatangan orang-orang itu merupakan suatu anugrah, di matanya, mereka semua tidak lain hanya kumpulan manusia yang menarik manusia-manusia lainnya untuk sama seperti mereka.
Sarnai ingin kembali pergi, tapi sebuah tangan perlahan-lahan merayap ingin menggapai kantong koinnya. Seseorang sedang berulah kepadanya dan dia sangat tidak menyukainya.
Dia langsung mengambil tangan itu, kemudian meremukkan pergelangan tangannya.
Seseorang pria paru baya berteriak keras dan menarik semua pandangan.
Sarnai tidak hanya meremukkannya saja, dia juga langsung membantingnya ke tanah, hingga membuat pria itu memuntahkan darah.
Ketika melakukan itu, terdengar suara remukkan tulang dari pergelangannya. Tulang tangannya telah patah dan hancur.
Pria itu tidak berteriak lagi karena telah pingsan, tapi siapa pun tahu, dia terluka parah.
__ADS_1
Para delegasi terkejut dan memandang Sarnai dengan tatapan tajam dan di penuhi rasa penasaran.
Mereka bertiga kemudian berjalan mendekatinya dan orang-orang memberi tiga orang itu jalan.
Sementara gadis yang bersama Sarnai terkejut. Dia ingin bersembunyi, tapi tidak tahu harus bersembunyi di mana, semua orang telah mendatangi mereka berdua.
Tubuh gadis itu berkeringat, bukan karena aktivitas fisik, melainkan ketakutan yang luar biasa. Dia tidak pernah menyangka suasana yang sebelumnya baik-baik saja dan bahkan langka tiba-tiba menjadi se-mencekam ini. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang ketika melihat tiga orang dari Sekte menghampiri mereka.
Perempuan kuat Perwakilan Sekte Green Pagoda bertanya dengan penasaran, “Apa yang terjadi?”
Gadis yang ada di samping Sarnai ingin menenangkan situasi, tapi dia tidak tahu harus berkata dan berbuat apa sekarang. Dan, pada akhirnya Sarnai menjawab, “Orang itu ingin mencuri, jadi, aku menghukumnya.”
Sarnai kemudian berbalik sambil menggenggam tangan gadis di sampingnya. “Ayo kita pergi.”
Gadis itu tidak peduli dengan reaksi semua orang, bahkan dia berjalan sambil menatap tajam ke arah jalan. Semua orang terdiam, mereka terkejut dan tidak tahu harus bereaksi apa lagi. Kejadian itu begitu sulit untuk di percaya.
__ADS_1
Namun, ketiga delegasi terlihat tenang dan tidak ada ekspresi marah di wajah mereka. Bagi mereka, Sarnai hanya anak bodoh dan liar, tidak perlu mereka melakukan apa pun. Tapi, mereka tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika gadis itu membanting pria paru baya yang di anggapnya mencuri hingga berdarah seperti itu, yang bahkan tanah keras itu retak-retak.
Delegasi sekte White Clouds Fairly tidak tertarik melakukan apa-apa terhadap anak itu, meski telah melakukan tindakan mengejutkan seperti itu. Dia percaya, jika melakukannya, maka anak yang di bawanya akan menimbulkan masalah. Dia datang mencari anak gadis cantik dan berbakat. Sarnai tidak masuk ke dalam kualifikasinya.
Sementara delegasi sekte Thousand Flowers juga tidak tertarik. Baginya, Sarnai adalah anak yang sulit untuk di prediksi masa depannya. Jika dia menawarkannya untuk bergabung, dia takut, bukan hal baik yang akan datang, tapi kekacauan yang sulit di selesaikan.
Tapi, bagi delegasi sekte Green Pagoda, sikap tidak segan-segan dan tegas yang di perlihatkan Sarnai sangat membuatnya tertarik.
Sekte mereka terkenal melahirkan para jendral-jendral perang yang sangat keras, disiplin dan memiliki sikap yang tidak segan-segan.
Memilih Sarnai merupakan salah satu bibit yang mungkin cocok untuk di bawa ke sektenya.
Oleh karena itu, wanita sedikit gemuk itu kemudian melompat dan mendarat di depan Sarnai.
“Aku mempunyai penawaran untukmu.”
__ADS_1
Sarnai berhenti melangkah dan memandang tajam ke arah wanita itu. “Apa yang kau punya?”