
...----------------...
...----------------...
Dari beberapa saat, akhirnya Xuan Yi berhasil melangkahkan kakinya sebanyak tiga kali. Namun, kini tubuhnya seperti bermandikan keringat dan beberapa jari-jari kakinya berdarah karena kuatnya gravitasi yang ada di jalan itu.
Setiap satu daun-daun yang berguguran menyentuh tubuhnya, kekuatan gravitasi bertambah beberapa kali, membuat gadis itu bagaikan di siksa neraka. Ujian masuk sekte benar-benar sangat mengerikan.
Dia sampai-sampai tidak merasa sakit lebih parah lagi ketika menekan giginya kuat-kuat. Beberapa kali dia hampir pingsan karena tekanan ini, namun selalu saja memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Ketika dia hampir menyerah, dia akan menggigit jarinya untuk merasakan sakit agar pikiran menyerahnya teralihkan. Sehingga beberapa jari-jarinya mengeluarkan darah.
Dia kemudian berusaha berdiri lagi. Di bawahnya keringatnya mengalir di jalan, seolah itu adalah air yang mengalir.
Dia melangkahkan kakinya lagi, kemudian sakit kepala yang membuatnya berteriak menyerang dan dia akhirnya roboh lagi.
Nafasnya terdengar lebih keras dan sangat cepat. Tubuhnya mendadak lapar dan kehabisan energi. Namun, gadis itu tidak menyerah begitu saja. Ini adalah ujian tekad, seberapa besar tekad untuknya masuk ke dalam sekte dan menyelesaikan ujian masuk sangat di uji.
Dia kembali berlutut dan memandang butiran-butiran keringat yang berjatuhan dari rambutnya. Pandangannya sangat buram, sehingga samar-samar dia melihatnya.
Kemudian kembali berusaha berdiri. Tinggal satu langkah lagi, dia akhirnya menyelesaikannya.
Kedua kakinya gemetaran dan satu jari kakinya mengeluarkan darah baru. Dia mengernyitkan dahi, namun itu tidak mampu menghalanginya melangkah lagi.
Kakinya terangkat dan ada cekungan tempat sebelumnya dia berpijak.
Kakinya sempat berhenti di udara, tapi kembali berjalan.
Tubuhnya kemudian terasa sangat ringan, tetapi dia tetap terjatuh ke depan dan akhirnya berbaring di sana. Akhirnya dia berhasil menyelesaikannya.
Namun kini dia harus merasakan dehidrasi dan rasa lapar yang sangat mengerikan. Di tambah perutnya terasa mual. Hampir-hampir membuatnya muntah.
Gadis itu kini memandang langit. Betapa indahnya langit biru itu dan betapa gembiranya dia berhasil menyelesaikan langkah kakinya.
When Shu tiba-tiba muncul di sana, kemudian mengulurkan kain putih.
Xuan Yi mengambilnya dan mengelap wajahnya. Dia kemudian memejamkan mata, tapi bukan untuk tidur, hanya beristirahat.
“Tuan putri, sebentar lagi anda menyelesaikannya.”
__ADS_1
Xuan Yi membuka matanya. “Ujian yang akan datang lebih sulit lagi. Apakah aku bisa melakukannya?”
“Tergantung keinginan anda.”
“Bisakah bibi memberikan aku makanan dan minuman?”
When Shu melambaikan tangannya.
Beberapa buah dan secangkir air akhirnya muncul di samping Xuan Yi. Gadis itu kemudian meminumnya dengan cepat dan menghela nafas lega.
Kemudian dia memejamkan matanya kembali, lalu tidak beberapa saat lagi langsung memakan makanan yang di berikan.
Tubuhnya berangsur-angsur pulih, namun hanya beberapa persen saja.
Dia kemudian duduk dan When Shu kemudian duduk di sampingnya.
“Tuan putri, bagaimana perasaan anda?”
“Tidak baik.”
“Apakah anda akan menyerah?”
“Mengapa anda memilih Sekte kami?”
“Karena aku menginginkannya.”
“Tuan putri, ujian yang akan datang lebih sulit, anda harus menguatkan tekad anda lagi dan pikirkan dengan hati-hati, karena ujian ini sering merenggut korban jiwa.”
Xuan Yi terdiam sebentar, kemudian memandang When Shu. “Apakah sesulit itu?”
When Shu mengangguk yakin. “Memang sesulit itu.”
“Sekte kalian terlalu memberatkan calon murid. Jika kalian seperti ini, kalian tidak akan memiliki banyak murid.”
“Kami lebih memilih itu dari pada memelihara orang-orang yang tidak berguna dan hanya menghabiskan sumber daya. Selain itu, reputasi kami juga akan menurun jika kami tidak melakukan ujian seperti ini. Kami hanya akan menerima emas, bukan perak atau yang lainnya.”
“Jika ujiannya seperti ini, apakah kalian memiliki banyak murid?”
“Meski Jumlah murid kami tidak sampai 500 orang, mereka adalah orang-orang jenius dan sangat di hormati di daratan ini. Orang-orang menyebut kami kelompok kecil yang sangat menakutkan, dan bisa di katakan beberapa emas lebih berharga dari ribuan perak.”
__ADS_1
Xuan Yi kemudian berdiri. Kakinya masih gemetaran. Dia menghela nafas memandang patung wanita yang semakin mendekat. Hanya tinggal 10 langkah lagi untuk mencapainya, dan dia tidak tahu apakah dia akan berhasil atau tidak.
Istirahat sebentar membuat tubuhnya sedikit pulih. Keringatnya semakin sejuk, tapi baunya sulit untuk didefinisikan.
Melihat gadis itu berdiri, When Shu kemudian ikut berdiri. “Anda harus memiliki tekad yang kuat tuan putri.”
“Aku tahu.”
Xuan Yi kemudian memejamkan matanya, lalu melangkah. Dengan tiba-tiba dia langsung di tekan kekuatan 6 kali gravitasi. Tubuhnya langsung menegang dan darah-darah mulai keluar dari sela-sela kakinya dan tulang-tulangnya semakin membengkok. Wajah gadis itu sangat menyeramkan dengan darah mengalir dari bibirnya. Darah itu adalah gusinya yang berdarah.
Dia hampir berteriak menahan sakit yang luar biasa itu. Namun, karena gadis itu memiliki tekad yang kuat, dia bisa menahannya hingga titik seperti ini.
Dia kemudian melangkahkan kakinya. Dalam satu kali itu, cekungan yang sangat dalam terdapat di jalan.
Dengan menyemangati dirinya dari dalam hati, Xuan Yi ingin melangkah, tapi tiba-tiba dia kemudian roboh dan di tekan.
Dia bahkan tidak melihat apa yang ada di depannya dan musim apa yang muncul. Namun, dia menyadari suhu di sekitarnya sangat panas, yang membuat tubuhnya lebih panas.
Dia berdiri kemudian melangkah lagi, kemudian melangkah lagi. Darah kemudian keluar, tapi dia melangkah lagi, punggungnya terasa hancur lembur. Tinggal satu langkah lagi untuknya mencapai lima langkah, akan tetapi tubuhnya telah mencapai batasnya; dia kemudian berteriak dan darah keluar dari mulutnya. Dan di saat bersamaan, dia roboh dan tubuhnya lebih bergetar.
Xuan Yi tidak bisa melihat apa pun sekarang dan kesadarannya berangsur-angsur menghilang.
Ketika di saat kritis seperti itu, dia hampir menyerah. Namun, tiba-tiba dia menggigit jarinya dan Xuan Yi kembali berteriak.
Dengan rasa sakit itu, akhirnya dia kembali sadar, akan tetapi kesadaran itu sangat lemah.
Memanfaatkan waktu singkat itu, Xuan Yi langsung melangkahkan kakinya.
Dia kemudian berbaring dan memejamkan matanya. Jika bukan When Shu mucul, dia telah tertidur saat itu juga.
“Tuan putri, tinggal lima langkah lagi anda akan berhasil.”
Xuan Yi tidak menjawab, dia masih memejamkan matanya. Perutnya kini terasa sangat mual dan lagi-lagi dehidrasi menyerangnya.
Dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk melangkah; Xuan Yi ingin pergi pulang dan tidur. Namun, Xuan kembali menyemangati dirinya. Akan tetapi kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan, beberapa mungkin tulangnya telah patah atau mungkin hancur.
Setelah beberapa saat, dia membuka matanya dan berusaha mengontrol nafasnya. Dia ingin mengatakan, ‘kau pikir melangkah lima langkah itu sangat mudah?’ kepada When Shu, namun dia menahannya.
Beberapa menit berlalu, akhirnya dia terbangun. “Jika aku nanti tidak sadarkan diri, tolong keluarkan aku dari sini.”
__ADS_1