Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Menikah


__ADS_3

Tanpa mendengar jawaban dari mamanya Alan memilih meninggalkan rumah Reina menuju rumah Haikal seperti niat awalnya, tapi dalam perjalanan ke rumah Haikal hanya ada kesunyian di dalam seolah semuanya tenggelam dalam pikirannya sendiri, hingga akhirnya Reina membuka pembicaraan untuk mengembalikan fokus Alan yang sedang mengemudikan mobilnya.


" kak, apa kakak baik baik saja ?" tanya Reina sambil menggenggam lengan Alan yang sedang mengemudikan mobilnya.


" selama kamu mendukung kakak, kakak pasti akan baik baik saja " ucap Alan dengan senyum yang terlihat sangat tulus, Reina mencoba tersenyum dan percaya meski sebenarnya Reina tau jika Alan sedang tidak baik baik saja.


" jadikan Reina tempat berbagi untuk kakak apapun itu " ucap Reina karena demi dirinya Alan rela mengorbankan ibu kandungnya sendiri maka Reina pun akan melakukan apapun mulai demi Alan mulai saat ini.


" terima kasih sayang " ucap Alan sambil mencium tangan Reina dan tak butuh waktu lama Reina dan Alan kini sudah sampai di depan rumah Haikal dimana Haikal baru saja sampai entah dari mana.


" kalian ?" tanya Haikal yang merasa baru beberapa hari lalu Reina dan Alan datang ke rumahnya untuk meminta restu.


" siang yah " sapa Alan agar bisa lebih dekat dengan haikal yang sebentar lagi akan menjadi ayah mertuanya.


" siang " jawab Haikal sambil melihat ke arah Reina yang terlihat semakin cantik dan dewasa.


" ayo masuk " ucap Haikal sambil menuntun Reva yang meminta turun dari gendongan Alan, tanpa rasa sungkan Alan menggenggam tangan Reina memasuki rumah ayah nya sendiri.


" Bu, lihat siapa yang datang " ucap Haikal memanggil Bu Nina yang sedang kurang sehat.


" loh.. Ada Reva " ucap Bu Nina yang merasa sangat senang seolah mendapat obat dari rasa sakit yang sedang menderanya saat melihat Reva yang merupakan cicit dari cucunya.


" nek, apa nenek sedang sakit ?" tanya Reina karena melihat wajah pucat Bu Nina.


" biasa penyakit nenek, kamu jangan terlalu khawatir ya " ucap Bu Nina sambil mengusap punggung Reina setelah mempersilahkan Alan dan Reina duduk.


Haikal yang tau jika ada yang akan di bicarakan oleh Alan dan Reina pun kini sudah duduk di depan semuanya termasuk Bu Nina yang kini memangku Reva yang memang mudah akrab dengan siapapun.


" yah, alan ingin meminta izin untuk di nikahkan dengan Reina hari ini " ucap Alan tanpa basa basi.

__ADS_1


" maksud kamu gimana ? bukan kah pernikahan kalian masih satu Minggu lagi " tanya Bu Nina yang baru saja kemarin di beritahu oleh Agnia rencana pernikahan Reina dan Alan.


" bisa Alan bicara berdua dengan ayah " ucap Alan yang tak mungkin mengumbar aib dirinya dan Reina meski bukan keinginan mereka melakukan hal terlarang seperti semalam.


" kita bicara di samping rumah " ucap Haikal yang tak banyak bertanya karena merasa ini penting dan hanya bisa di bahas sesama laki laki saja.


" sebenarnya ada apa sayang ?" tanya Bu Nina setelah Alan dan Haikal menjauh dari tempat mereka sekarang.


" Biar nenek tau dari ayah saja " ucap Reina dengan pipi terlihat bersemu merah menahan malu.


Bu Nina yang sudah mencicipi asam garam kehidupan pun paham dengan gestur tubuh Reina dan tak perlu banyak bertanya Bu Nina pun tersenyum penuh arti.


" seperti nya nenek akan mendapat cicit baru " ucap Bu Nina yang malah sengaja menggoda Reina yang kini benar benar ingin menyembunyikan wajahnya di lubang bumi paling tersembunyi agar bisa menutupi wajahnya yang pasti sudah memerah.


" apa rasanya berbeda ? Tapi nenek yakin Alan jauh lebih strong dari Dava hingga membuat kamu tak sabar untuk menunggu satu Minggu lagi " ucap Bu Nina semakin menjadi.


" nek.. " Reina yang sudah sangat malu malah merengek manja karena bagaimanapun apa yang di katakan Bu Nina memanglah benar.


" tapi sepertinya akan ada banyak ujian yang harus kami lewati untuk bisa bahagia" ucap Reina saat mengingat Nabila ibu kandung Alan dan juga Cecilia wanita yang terobsesi pada Alan.


" setiap rumah tangga akan ada banyak ujian dan cobaan bisa dari keluarga saudara anak atau bahkan orang luar " ucap Bu Nina memberikan wejangan pada Reina.


" tapi semua itu akan bisa kamu lewati jika kamu dan Alan saling percaya dan selalu komunikasi, jujur dan saling terbuka satu sama lain " Reina pun tersenyum mendengar nasihat neneknya yang sama persis dengan yang di ucapkan Agnia ibunya.


Sedangkan Alan yang sudah duduk di samping Haikal pun sedang menyiapkan diri dengan segala konsekwensinya bila nanti Haikal tidak bisa menerima apa yang sudah Alan lakukan pada Reina.


" Alan ingin meminta ayah untuk menikahkan kamu malam ini " ucap Alan


" apan ngga mau hal seperti semalam terjadi lagi" ucap Alan yang mau tak mau menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang di tutup tutupi oleh Alan dari Haikal.

__ADS_1


" lalu apa Agnia dan sultan sudah kamu kasih tau ?" tanya Haikal yang langsung setuju apa yang di inginkan Alan karena iya yakin Alan melajukan itu semata mata untuk melindungi kehormatan dan harga diri Reina.


" rencananya Alan akan memberitahu ayah sultan bunda Agnia dan juga bunda cahaya setelah yakin jika ayah menyetujui apa yang kami rencanakan " ucap Alan apa adanya.


" baiklah, ayah akan mencari seorang ustadz untuk menikahkan kalian secara agama agar kalian bisa sah secara agama dulu baru kalian menikah secara negara seperti rencana awal " ucap Haikal.


" terima kasih yah " ucap Alan yang tak bisa menutupi rasa bahagia nya mendapat persetujuan dari Haikal tanpa banyak drama terlebih dahulu.


" Alan " Haikal kembali berbalik melihat Alan, dimana tadi haikal baru saja akan masuk ke rumah.


" ayah titip Reina " ucap Haikal yang terdengar tulus.


" bahagia kan dia karena selama ini ayah tidak membahagiakan Reina " ucap Haikal penuh harap.


" baik yah, ayah bisa pegang kata kata Alan jika Alan tidak akan membuat Reina menangis karena terluka tapi Reina akan menangis karena bahagia" ucap Alan penuh keyakinan dan percaya diri.


Alan dan Haikal pun berjalan beriringan seolah mereka kompak satu sama lain dan hal itu membuat Bu Nina dan Reina saling pandang dengan kedekatan diantara keduanya.


" nek, Alan akan ke rumah bunda agnia dan bunda cahaya untuk memberitahu mereka jika kita akan menikah malam ini disini " ucap Alan yang malah memberitahu Bu Nina dari pada Reina.


" dan untuk bunda, bunda disini saja sama Reva nanti akan ada orang yang akan membawa pakaian pengantin dan juga MUA untuk merias bunda malam ini " ucap Alan yang tak ingin meski terkesan tergesa gesa tapi tetap harus berkesan bagi dirinya terutama bagi Reina.


" apa kakak akan memberitahu mama Nabila jika kita akan menikah malam ini ?"


" ngga karena mulai saat ini kakak hanya punya bunda sama kamu "


✍️✍️✍️ mungkin terkesan sepele apa yang di lakukan Nabila tapi terkadang penerimaan oleh Alan tidak semudah yang di pikirkan Nabila dan nyatanya itu membekas di hati Alan, kalo sudah begini apa Alan bisa di katakan anak yang durhaka ? Entah lah...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2