
Agnia sama sekali tidak pernah membenci Nabila meski Nabila sempat ingin mengganggu rumah tangganya dengan sultan, dan setelah mendengar apa yang baru saja di sampaikan sultan membuat Agnia merasa iba dengan apa yang di alami Nabila.
" apa mama mu akan aman di sana ?" tanya Agnia yang ikut mengkhawatirkan Nabila karena tidak menutup kemungkinan bisa saja di lukai oleh Brian dan cecilia.
" Alan harap mama aman dan alan yakin jika pak Edric tak akan membiarkan hal buruk terjadi sama mama " ucap Alan yakin.
" semoga saja " ucap Agnia sedikit lega.
" ya sudah kalian istirahat dulu nanti saat makan malam sudah siap kalian baru turun, biar Reva di bawah bersama Bunda " ucap Agnia yang tau bagaimana rasanya tidur di rumah sakit menunggu orang yang sedang sakit.
" iya Bun, maaf kami merepotkan bunda " ucap Reina yang sebenarnya tidak enak terus merepotkan Agnia satu Minggu ini.
" jangan berpikir seperti itu karena ini adalah bunda kalian bukan orang lain " ucap Agnia menunjuk pada dirinya sendiri.
" iya Bun " ucap Alan dan tak lama Alan pun berjalan ke kamarnya bersama Reina yang sudah satu bulan tidak mereka isi.
" sayang, papa sama bunda ke kamar dulu ya " ucap Reina memberitahu Reva yang saat ini tengah asik menonton kartun kesukaan nya.
Reva pun hanya mengangguk sebagai jawaban untuk Reina yang mana membuat Reina menggeleng kan wajahnya dengan sikap Reva yang seperti dirinya waktu kecil dulu.
" sudah sana kalian istirahat saja biar Reva bunda dan ayah yang temani " ucap sultan yang baru saja keluar setelah selesai membersihkan diri.
" sayang nanti malam jangan sampai lolos ya " bisik sultan yang masih sangat aktif melakukan olah raga malam bersama Agnia.
" ayah, malu ih ada Reva " ucap Agnia sambil menyiku pinggang sultan yang tidak memandang tempat saat membicarakan hal mesum seperti tadi.
" Reva masih belum ngerti " ucap sultan yang masih sempat mencuri kecupan di pipi Agnia.
Agnia hanya bisa menarik nafas menghadapi tingkah suaminya yang masih seperti anak muda, tapi tak Agnia teringat ucapan Alan yang meminta izin padanya untuk tinggal lebih lama di rumah mereka.
__ADS_1
" yah, tadi Alan cerita kalo mereka akan tinggal bersama kita lagi karena Alan khawatir dengan keamanan Reina dan juga Reva " ucap Agnia apa adanya.
" sebenarnya ayah yakin jika Brian dan cecilia tak akan senekat itu untuk melukai Reina ataupun Reva, tapi untuk mencegah hal yang tidak di inginkan kita ikuti saja apa yang Alan putuskan " ucap sultan.
Melihat semua makanan untuk makan malam sudah terhidang oleh bi tari Agnia pun memanggil si kembar Ghani dan ghavi untuk makan malam termasuk Alan dan juga Reina sedangkan Reva kini sudah duduk di pangkuan sultan yang terlihat sangat menyayangi Reva meski pun Reva bukan lah cucu kandungnya.
" ada kak Reina dan kak Alan Bun ?" tanya Ghani yang sangat senang saat tau Reina akan kembali tinggal di rumah mereka.
" iya, dan mulai malam ini kakak kalian akan tinggal lagi sama kita di rumah ini " ucap sultan yang langsung di sambut bahagia oleh Ghani dan juga ghavi.
" kakak akan selamanya kan tinggal di sini ?" tanya ghavi yang selalu kesepian jika Reina dan Alan tidak ada di rumah ini.
" kita lihat nanti ok " ucap Reina yan tak bisa memutuskan sepihak dimana dirinya akan tinggal karena kini dirinya bukan sepenuhnya milik dirinya karena ada hal Alan dan Reva dalam dirinya.
" kak Alan, kalian tinggal lagi saja di sini "
" toh rumah ini juga sangat besar dan Reva juga pasti senang jika tinggal selamanya di sini " ucap ghavi sambil melihat ke arah ayah dan bundanya.
" apa kamu juga tetap tidak merestui papa menikah dengan Tante Nabila ?" tanya pak Edric pada putrinya yang sejak tadi tidak terlalu banyak bicara.
" mungkin cecilia tidak akan keberatan asalkan dia tidak akan tinggal di rumah kita " ucap cecilia yang secara tidak langsung tidak menerima Nabila berada dalam lingkup keluarga nya.
" baiklah jika seperti itu, maka papa sendiri yang akan keluar dari rumah itu dan kami akan tinggal di sini " ucap pak Edric.
" apa mas yakin akan bisa tinggal di rumah sederhana seperti ini ?" tanya Nabila bukan karena keberatan jika mereka tetap tinggal di rumahnya yang memang sangat jauh jika di bandingkan dengan rumah keluarga Edric.
" selama papa sama kamu, papa tidak akan keberatan "
" dan jika bisa papa ingin kita bisa menikah malam ini juga baru setelah itu kita akan menikah secara negara " ucap pak Edric yakin.
__ADS_1
" APA PAPA SADAR ? JIKA SIKAP PAPA SANGAT BERUBAH " teriak cecilia yang merasa jika papanya seperti sedang di guna guna.
" CECILIA YAKIN JIKA PAPA DI GUNA GUNA WANITA INI " teriak cecilia lagi penuh keberanian sedangkan pak Edric yang tidak menyangka jika putrinya akan berpikir sekotor itu tentang Nabila akhirnya mengangkat tangannya tapi berhasil di tangan oleh Nabila.
" jangan pah, Nabila terima jika cecilia berpikir seperti itu tentang ku, tapi aku mohon jangan pernah mengangkat tangan mu untuk anak gadis mu karena itu akan berdampak buruk untuknya " ucap Nabila.
" Lebih baik kamu pulang karena mulai saat ini papa akan tinggal di sini dan kami akan menikah malam ini " ucap pak Edric yakin dan tak ingin membuang waktu lagi agar bisa bersama dengan Nabila lagi
Cecilia pun menghentakkan kakinya saat mendapat pengusiran dari papanya sendiri dan Tak lama cecilia pun memilih untuk pergi seperti permintaan papanya.
" sayang kamu kenal kan seorang ustadz yang bisa menikahkan kita nanti malam ? " tanya pak Edric yang membuktikan apa yang iya katakan pada cecilia.
" apa papa yakin jika kita akan menikah malam ini?" tanya Nabila yang masih berpikir jika pak
edric hanya refleks mengatakan itu semua pada Nabila dan Brian.
" papa yakin dan sangat yakin, karena papa sudah sangat merindukan mu dan papa tak ingin jika kedekatan dan hubungan kita kali ini halal di mata hukum dan agama " ucap pak Edric yang tak ingin melakukan kesalahan yang sama dua kali.
" tapi bila tidak lah sesehat dulu bahkan kini bila sering sakit sakita yang mungkin saja tidak bisa mengimbangi papa sepenuh dulu " ucap Nabila yang mengerti jika kata rindu Edric mengarah ke hal yang menjurus pada urusan ranjang.
" kita tidak akan tau seberapa kuat kamu sebelum kamu mencobanya dan papa akan menerimanya kamu apa adanya "
" tapi apa Alan akan setuju jika kita menikah malam ini ?"
✍️✍️✍️ mungkin kah Alan setuju ? Atau kah Alan akan menghalangi pernikahan mamanya dengan pak Edric??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘