
Kini Alan dan Reina sudah sah menjadi pasangan suami istri dan hal itu di sambut bahagia oleh Reva yang kini bebas memanggil Alan dengan sebutan papa tanpa harus diam diam seperti dulu.
" papa " panggil Reva dengan senyum bahagia nya.
" iya sayang " ucap Alan sambil memangku Reva dimana Reina kini ada di sampingnya.
" Reva.. Dengarkan nenek " ucap Bu cahaya sambil menggenggam tangan Reva yang ada di hadapannya.
" malam ini Reva bobo di rumah nenek ya " ucap Bu cahaya yang hanya ingin membiarkan Alan dan Reina menikmati malam pertama mereka setelah sah menjadi suami istri.
" tapi Reva mau bobo sama papa sama bunda " ucap Reva sambil melihat ke arah Alan berharap Alan menghentikan apa yang di inginkan Bu cahaya.
" ngga papa Bun, biar Reva sama kita saja " ucap Alan yang mengerti tujuan Bu cahaya mengajak Reva tidur di rumahnya.
" tapi ini kan !" ucap Bu cahaya yang tidak melanjutkan pembicaraan karena bagaimanapun ada Reva yang mungkin saja bisa banyak bertanya dengan apa yang dirinya ucapkan nanti.
" ngga papa Bun " ucap Reina yang tak ingin Reva merasa tersisih setelah Alan menjadi papanya.
" biarkan saja kak, mereka pasti punya cara untuk bisa melakukannya tanpa harus membuat Reva tak nyaman " ucap sultan yang tentu saja membuat Reina menunduk malu.
" baiklah kalo begitu kami pamit " ucap sultan yang tak ingin lebih lama lagi di rumah Haikal yang terlihat kurang nyaman menerima dirinya dan seluruh keluarga nya.
" makasih ya nek " ucap Reina sambil memeluk neneknya yang masih begitu perduli padanya.
" sama sama sayang, sering sering mampir ke sini karena di sini juga rumah ayah mu " ucap Bu Nina yang tau jika putranya selama ini memendam rindu pada Reina putrinya.
Alan, Reina dan semuanya pun kini pamit pulang, dan seperti rencana awal Reina Alan dan Reva menuju apartemen Alan sedangkan yang lainnya menuju rumah sultan yang tak jauh dari rumah Haikal.
Butuh waktu satu jam bagi Alan mengemudikan mobilnya menuju apartemen dari rumah Haikal tapi tak menyurutkan semangatnya untuk membawa Reina dan Reva menuju rumah baru yang akan menjadi saksi cinta mereka.
" maaf bunda untuk sementara kita tinggal di apartemen dulu ya, nanti kita akan cari rumah yang layak yang pas untuk kita bertiga " ucap Alan di sela sela dirinya mengemudikan mobilnya.
" iya pah " ucap Reina yang sejak ijab kabul itu terucap Reina bertekad akan manggil Alan dengan sebutan papa.
__ADS_1
" terima kasih bunda " ucap Alan dengan senyum manisnya.
" ayo, kita sudah sampai " ucap Alan yang sudah menghentikan mobilnya di parkiran apartemen.
" Biar papa yang gendong reva " ucap Alan yang langsung mengambil alih Reva dari gendongan Reina yang masih menggunakan kebaya modern yang sengaja Alan beli untuk Reina.
Reina pun mengikuti langkah Alan di samping nya, meski Reina malu dengan pakaian yang iya gunakan tapi demi menghargai pemberian Alan membuat Reina mencoba menyamankan dirinya di hadapan Alan.
" silahkan masuk nyonya Alan " ucap Alan yang sudah membuka apartemen nya menggunakan kartu akses.
" terima kasih papa Alan " ucap Reina yang merasa takjub dengan apa yang di siapkan Alan untuknya.
" pah ini papah yang menyiapkan semuanya " ucap reina dimana di hadapan nya atau lebih tepatnya di dinding ruang tamu ada tulisan selamat datang bunda Reina dan juga Reva.
" tentu aja, bahkan kamu wanita satu satunya yang papa izinkan untuk masuk ke dalam apartemen ini " ucap Alan jujur.
" oh ya, papa juga sudah menyiapkan kamar untuk Reva " ucap Alan yang masih menggendong Reva untuk langsung di letakan di kamar yang memang sudah Alan siapkan.
" Bun.. Hei... Reina " ucap Alan yang kini sudah berada di depan Reina sedangkan Reva sudah tertidur nyaman di ranjang yang sangat empuk di tambah selimut tebal yang membuat Reva semakin nyaman tidurnya.
" apa benar Reina wanita pertama yang datang ke apartemen ini ?" tanya Reina yang masih tidak percaya sedangkan Alan masih memiliki ibu yang menurutnya tidak mungkin tidak di biarkan masuk.
" ya.. Kamu satu satunya wanita yang papa biarkan masuk bahkan mama saja belum pernah masuk ke dalam Apartemen ini " ucap Alan sambil menyelipkan rambut Reina yang terlihat menghalangi wajahnya.
" ayo kita lihat kamar kita " ucap Alan sambil merangkul pinggang Reina keluar dari kamar Reva.
" apa kamu suka " tanya Alan yang kini sudah memeluk Reina dari belakang bahkan tanpa sungkan Alan menyandarkan dagunya di pundak Reina.
Tanpa banyak menjawab Reina hanya bisa mengangguk semangat bahkan air mata bahagia sudah mengalir di pipinya.
" jadi apa boleh kita mengulang apa yang kita lakukan kemarin malam " ucap Alan yang sudah memutar tubuh Reina menjadi menghadap padanya.
" kemarin kita melakukan karena pengaruh obat " ucap Alan sambil menarik pinggang Reina agar bisa semakin dekat dengan dirinya.
__ADS_1
Meski dengan malu malu Reina pun mengangguk membiarkan Alan melakukan apa yang iya inginkan.
" terima kasih bunda " ucap Alan yang sudah mengangkat dagu Reina agar sejajar dengan dirinya dan tanpa rasa sungkan Alan langsung melu mat bibir Reina tanpa ampun bahkan Reina kini sudah memejamkan matanya menikmati apa yang Alan lakukan padanya.
" nafas sayang " ucap Alan sambil menghapus jejak Saliva yang menghiasi bibir Reina.
Tangan Alan mulai bergerilya membelai punggung sampai bo Kong Reina yang terlihat lebih berisi dan akhirnya tangan Alan berlabuh di dada Reina dan mulai membuka satu persatu kancing kebaya yang menutupi tubuh Reina.
" kamu sangat cantik sayang " ucap Alan yang berhasil menanggalkan kebaya yang tadi Reina gunakan.
" pih jangan dilihat seperti itu " ucap Reina yang mencoba menutupi pepaya Bangkok yang kini sudah menggantung bebas di depan wajah Alan.
" kamu tau memandangi pepaya Bangkok istri itu bisa membantu menghilangkan stress yang di alami suami jadi mulai sekarang papa akan sering sering memandangi buah favorit papa ini " ucap Alan.
Tak tahan dengan apa yang iya lihat, Alan malah memakan pepaya itu tanpa ampun yang tentu saja berhasil membuat Reina terbuai dengan permainan yang Alan lakukan yang bahkan Alan tak hanya memuaskan diri sendiri tapi juga berhasil memuaskan nya juga.
" terima kasih bunda, sudah mengijinkan papa melakukan kewajiban papa untuk kita dan papa harap kamu juga benar benar menerima papa dengan mencintai papa dengan tulus "
" iya pah, bunda akan mencintai papa seperti papa mencintai bunda "
" dan bunda harap papa akan selamanya menyayangi bunda dan juga Reva.. "
" selalu dan selamanya..." ucap Alan .
" tapi bunda harus hati hati di luaran sana karena papa yakin jika Cecilia tidak akan begitu saja menyerah dan membiarkan kita bahagia "
✍️✍️✍️ asikk yang udah sah langsung tancap gas... iya lah biar Reva cepet punya adek..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1