Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Laki laki dari masa lalu


__ADS_3

Nabila tidak menyangka akan kembali bertemu dengan laki laki yang sudah lari dari tanggung jawabnya dan kini tanpa rasa bersalah muncul di hadapan nya setelah beberapa kali menghubungi nya karena ingin bertemu dengan Alan yang kini iya akui sebagai anak nya.


" untuk apa kamu di sini ?" tanya Nabila pada laki laki yang sudah menorehkan luka di hatinya meski waktu sudah berlalu begitu lama.


" aku yang harus tanya sedang apa kamu di sini ? Apa Alan sakit ? Apa Alan di sini ?" tanya laki laki itu yang hanya tau nama dari putranya tanpa tau wajah putranya sendiri.


" Alan sakit atau tidak tidak ada hubungannya dengan mu "


" karena Alan hanya anak ku bukan anak mu, ingat itu " ucap Nabila yang langsung bangkit dari duduknya tapi siapa sangka jika tiba tiba saja kepalanya berputar sangat hebat dengan rasa sakit yang terus menjalar di kepala nya yang membuat Nabila limbung dan hampir saja terjatuh jika saja laki laki itu tidak menangkap tubuh Nabila dengan cepat.


" bila ? Bila ? Ayo bangun " ucap laki laki itu yang tersu berusaha membangunkan Nabila dengan menepuk nepuk pipi Nabila yang masih begitu lembut seperti pualam.


" tolong " teriak laki laki itu karena Nabila tak kunjung sadarkan diri, sedang sigap beberapa suster dan security langsung menghampiri Nabila dan laki laki itu bahkan ada salah satu suster yang sigap mendorong ranjang rumah sakit untuk di tempati oleh Nabila agar bisa segera di tangani.


" bukan kah ini ibu yang tadi menanyakan kamar putranya ?" tanya salah satu suster yang kebetulan ditanyai oleh Nabila dimana kamar Alan.


" iya benar, saya ayah dari anak ibu ini " ucap laki laki itu yang tak ingin membuang kesempatan untuk bisa bertemu dengan Alan.


" saya baru datang dari luar kota jadi saya belum tau nomor kamar putra saya " ucap laki laki tadi mencari alasan.


" lantai tiga nomor 2015 " ucap suster tadi sebelum pergi meninggalkan laki laki tersebut dan kembali fokus mendorong Nabila agar bisa mendapatkan penanganan.


Laki laki itu tidak langsung menuju ruang rawat Alan tapi dengan setia iya mengikuti kemana suster tersebut membawa Nabila saat ini.


" kamu sakit apa bila ? Apa kamu punya penyakit yang cukup serius ?" tanya laki laki itu pada dirinya sendiri tapi tak bisa di pungkiri jika tau kesedihan terlihat jelas di wajahnya saat melihat Nabila yang terlihat tak berdaya seperti ini.


" bapak bisa tunggu di luar biar kami bisa memberikan penanganan yang terbaik pada istri Anda " ucap suster tadi sebelum menutup pintu ruang gawat darurat.


" baik lah saya pergi ke ruang rawat putra saya dulu "


" tapi saya mohon lakukan yang terbaik untuk istri saya dan saya minta pemeriksaan yang sangat menyeluruh pada nya agar saya tau apa yang terjadi padanya " ucap laki laki tersebut yang malah mendapat tatapan yang tak bisa di mengerti oleh laki laki itu.

__ADS_1


" kartu ini sebagai jaminan jadi saya mohon lakukan pemeriksaan yang sangat teliti padanya " ucap laki laki tadi sambil meletakan black card di atas buku data pemeriksaan pasien.


Setelah mengatakan itu laki laki tersebut pun langsung menuju ruang rawat Alan yang hanya membutuhkan waktu tidak sampai sepuluh menit kini dirinya sudah sampai di ruangan yang tadi di sebut kan oleh suster yang membawa Nabila ke unit gawat darurat.


Jantung laki laki itu berdetak sangat kencang seolah akan bertemu dengan belahan jiwanya yang pernah iya tidak akui keberadaan nya dan kini hatinya sudah tidak bisa memungkiri jika dirinya memiliki anak dari wanita yang iya kencani saat itu.


Tok tok tok


Perlahan pintu ruang rapat Alan di dorong dari luar dan hal itu langsung mendapat perhatian dari Alan dan juga Reina yang masih asik berbincang tentang rencana masa depannya.


" pak Edric" sapa Alan saat melihat bos besar yang kini ada di hadapannya, ya laki laki yang kini ada di hadapan Alan adalah Edric Wardana ayah dari Brian dan juga Cecilia.


deg


Edric tak menyangka jika Alan yang iya kenal selama tiga tahun ini adalah putranya yang selama ini iya cari, ternyata begitu dekat dengan nya dan putra putrinya selama ini.


" sayang kenalkan dia pak Edric ayah dari pak Brian dan juga Cecilia " ucap Alan mengenalkan istrinya pada pak Edric.


Alan pun mengangguk yakin tapi hal itu malah membuat Alan dan Reina semakin bingung dengan sikap dan tingkah dari pak Edric.


" apa kamu tau jika ayahmu masih ada ?" tanya Edric yang malah membuat Alan semakin bingung karenanya


" ayah baru saja pulang bersama dengan bunda Agnia " ucap Alan yang salah mengartikan pertanyaan Alan.


" yang aku tanyakan ayah kandung kamu ? "


Deg.


Alan tidak tau harus berkata apalagi di hadapan Edric, karena Alan sendiri tidak tau siapa yang di maksud bos atasannya ini.


" apa kamu tidak tau siapa ayah mu ?" tanya Edric yang sudah merasa sedih karena tidak di kenali oleh putranya sendiri saat ini.

__ADS_1


" jika yang bapak tanyakan ayah kandung saya maka jawabannya saya tidak tau "


" tapi saya tau bagaimana rasanya memiliki seorang ayah yang begitu sayang dan perduli pada putranya meskipun di antara kami tidak ada ikatan darah sekalipun " ucap Alan saat mengingat sosok sultan yang selama ini menjadi rol model sosok seorang ayah untuk Alan.


" jika bapak ingin bertanya apa saya mengenal nya "


" saya akan menjawab jika saya tidak ingin memaksa dirinya untuk nya mengakui saya atau tidak "


" karena bagi saya sudah cukup saya memiliki seorang ayah yang begitu sangat mencintai putranya tanpa harus ada ikatan di antara kami " ucap Alan panjang lebar.


" maaf jika perkataan saya ada yang kurang berkenan karena bagi saya tidak penting mengetahui atau tidak siapa ayah kandung saya itu 1siapa !" ucap Alan yang terlihat sangat yakin.


" sekalipun ayah yang selama ini tidak kamu kenal ada di hadapan kamu ?


" apa kamu masih tak ingin mengakuinya jika darah kalian sama dan kamu dan dia memiliki ikatan yang tak akan bisa di putuskan oleh apapun " ucap pak Edric.


" tunggu " Alan menatap ke arah Reina yang memberikan anggukan seolah tau apa yang ada dalam pikiran Alan saat ini.


" jangan bilang jika anda adalah ayah kandung saya dan saya bersaudara dengan pak Brian dan juga Cecilia ?


" hahaha.. " Alan merasa sedang di permainan oleh takdir yang menurutnya begitu sangat kejam pada dirinya.


" jangan dengarkan dia alan, kamu hanya anak mama bukan anak dia karena ayah kamu sultan bukan laki laki ini "


" kamu percaya kan sama mama "


✍️✍️✍️ sebenarnya apa yang ingin di tutupi Nabila dari Alan ? Dan sakit apa yang sedang di alami oleh Nabila ? apa pak Edric bisa meyakinkan Nabila dan juga Alan agar mau menerima dan mau memaafkannya ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2