
Seperti yang Alan katakan jika dirinya akan membawa Reina ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Reina saat ini dan jika memang Reina benar hamil maka Alan bisa lebih protektif menjaga Reina mulai saat ini.
" Bun, Alan ajak Reina ke rumah sakit dulu ya " ucap Alan saat mereka baru saja selesai sarapan karena Alan masih cuti sakit jadi dirinya belum masuk kerja.
" baiklah, tapi kalian jangan bawa Reva rumah sakit tidak baik untuk anak seusia Reva " ucap Agnia yang begitu perhatian pada Reva.
" iya kalian ke rumah sakit saja biar Reva bunda bawa ke rumah, kebetulan bunda kangen sama Reva " ucap cahaya yang baru saja tiba di rumah Agnia saat Agnia memberitahu jika ada kemungkinan jika saat ini Reina sedang hamil.
" apa tidak merepotkan bunda ?" tanya Reina yang merasa malu sudah sering merepotkan bunda cahaya ibu mendiang suaminya Dava.
" apa kamu lupa jika bunda juga nenek Reva jadi jangan pernah berpikir jika bunda akan keberatan di titipi Reva oleh kalian " ucap cahaya yang terlihat sangat menyayangi Reva seolah dalam diri Reva dia bisa melihat Dava putranya.
" bunda akan selamanya menjadi nenek Reva dan juga nenek dari anak yang ada dalam kandungan Reina nanti " ucap Alan yang tak ingin Bu cahaya berkecil hati.
" terima kasih Alan " ucap Bu cahaya yang merasa bersyukur saat Alan tidak membatasi dirinya untuk bertemu dengan Reva bahkan Alan kelak akan mengizinkan dirinya menjadi nenek untuk anak anak Alan dan Reina nanti.
" sama sama bunda " ucap Reina sambil merangkul Bu cahaya yang saat ini pasti sedang merindukan Dava anaknya yang sudah tiada.
" ya sudah sana kalian berangkat nanti keburu siang keburu banyak pasien " ucap Agnia yang dari tadi hanya mendengarkan apa yang alan dan kakak iparnya bicarakan.
" Alan sama Reina pamit ya bunda ayah " ucap Alan berpamitan pada semua yang ada di sana.
" mba jangan pernah berpikir jika mba sudah tak memiliki anak karena sejak Dava tiada anak mba bukan hanya Dava tapi ada Alan dan juga Reina yang akan dengan senang hati menjadi anak anak mba " ucap agnia sambil mengajak cahaya untuk masuk ke dalam rumahnya saat mobil yang di bawa Alan sudah melesat jauh meninggalkan rumah mereka.
Sama hal nya dengan pak Edric yang baru saja tiba di rumah nabila meski harus melewati perdebatan dengan Cecilia putrinya.
" pak Edric ?" Nabila tak percaya jika Edric akan datang sepagi ini kerumahnya meski saat ini sudah pukul delapan pagi.
__ADS_1
" aku hanya ingin mengajak kamu untuk sarapan di luar " ucap pak Edric mencari alasan agar Nabila tidak menolak dirinya yang sudah ada di depan rumahnya.
" Cecil dan Brian bagaimana ? Apa mereka tau jika bapak datang ke rumah ini ?" tanya Nabila sambil melihat ke arah belakang pak Edric berharap ada salah satu anak pak edric yang ikut datang sebagai bukti jika mereka sudah menerima dirinya menjadi calon ibu sambung untuk cecilia dan juga Brian.
" mereka pasti datang ke sini tapi butuh waktu dan untuk saat ini belum " ucap pak edric yang paham apa yang ada dalam benak Nabila.
" semoga saja " ucap Nabila tak terlalu banyak berharap.
" kita sarapan di sini saja, kebetulan Nabila sudah buat sarapan " ucap Nabila yang malas pergi keluar.
" apa cukup ?" tanya pak Edric.
" cukup " ucap Nabila yang sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah nya di ikuti pak Edric.
" kamu tau bila, aku merasa Dejavu dengan kejadian kali ini " ucap pak Edric yang tak sengaja mengingat apa yang pernah mereka lakukan dulu disaat-saat persis seperti ini meski di tempat yang berbeda
Bluss...
" kamu tau bila, jujur aku ingin sekali menikahi kamu dengan cepat "
" aku sudah tak sabar untuk bisa memilikimu dengan cara dan jalan yang halal " ucap pak Edric.
" baiklah tapi izinkan aku berbicara dulu dengan cecilia dan Brian " ucap Nabila yang juga tak ingin hidup kesepian di masa tuanya bukan karena harta yang di miliki pak Edric tapi lebih kepada ingin memiliki tempat berbagi cerita dan keluh kesah dan menurut Nabila tak akan sulit kembali beradaptasi dan menyemai cinta untuk Edric.
" apa kamu yakin mau bertemu dengan mereka ?" tanya pak Edric yang tak ingin Nabila nanti sakit hati dengan semua kata kata anak anaknya yang masih belum bisa menerima Nabila untuk menjadi ibu sambung mereka.
" Nabila yakin dan Nabila juga minta pak Edric tidak ikut saat Nabila bertemu dengan cecilia dan Brian " ucap Nabila yakin.
__ADS_1
" baiklah, tapi bisa tidak jangan memanggilku bapak karena aku bukan lagi atasanmu tapi aku adalah calon suamimu " ucap Edric yang sudah dengan berani menarik pinggang Nabila agar dirinya bisa memeluk Nabila wanita yang begitu sangat iya rindukan.
" jangan memulai sesuatu yang nanti akan membuat mas pusing karena Nabila tak ingin melakukan itu semua sebelum kita di ikat dalam pernikahan yang sah baik secara agama maupun negara " ucap Nabila yang kini sudah jauh berubah dari Nabila yang dulu terlebih semenjak Nabila sering sakit, membuat Nabila ingin menjadi manusia baik yang tak terus tenggelam dalam dosa.
" baiklah, dan karena kita akan menikah dua hari lagi sebaiknya kita cari gaun pengantin untuk mu agar kamu terlihat semakin cantik di hari bahagia kita " ucap pak Edric yang sudah mencuri satu kecupan di pipi Nabila yang membuat Nabila hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah Edric.
" kita sarapan dulu baru setelah itu kita pergi kemanapun mas mau " ucap Nabila sambil melepaskan rangkulan Edric yang masih melingkar di pinggang nya.
" baiklah sayang " ucap pak Edric sambil duduk di kursi yang tak jauh dari tempat nya berdiri tadi.
" oh ya kapan rencananya kamu ingin berbicara dengan cecilia dan Brian ?" tanya pak Edric sambil melihat Nabila yang begitu telaten menyediakan sarapan untuk dirinya.
" Nabila ingin sebelum kita menikah Nabila sudah bertemu dan berbicara dengan cecilia dan Brian " ucap Nabila yang sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
" gimana kalo nanti malam mas bawa anak anak kesini untuk makan malam di sini " ucap pak Edric.
" boleh " ucap Nabila.
Lain dengan Alan dan Reina yang saat ini benar benar sangat bahagia dan bersyukur karena sudah di beri kepercayaan kembali dengan hadirnya buah cinta mereka di waktu cukup singkat.
" selamat ya Bu, pak atas kehamilannya " ucap dokter Vania yang saat ini menangani Reina.
" tapi tunggu... " ucap dokter yang saat ini sedang melakukan USG di perut reina
✍️✍️✍️ apa yang terjadi pada kandungan Reina ? apa mungkin ada hal serius atau ada lah lain yang akan memberikan kabar bahagia bagi semuanya ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘