
Alan tau jika tak akan mudah baginya keluar dari perusahaan yang sudah menjadi tempatnya bernaung selama ini, bahkan Alan sangat mengenal betul bagaimana sikap dan sifat pak Brian pada dirinya yang juga sudah berkali kali ingin berhenti dari perusahaan nya.
" semoga dengan adanya hubungan darah di antara kami membuat pak Brian bisa mengizinkan ku untuk berhenti dari perusahaan " ucap Alan yang saat ini sudah dalam perjalanan menuju kantor dimana di saat yang bersamaan Brian juga sedang menuju kantor yang selama ini iya bangun meski sempat dalam kebangkrutan.
Alan baru saja menepikan mobil nya di basemen tempat dirinya biasa memarkirkan mobilnya tapi di saat yang bersamaan juga Brian pun menepikan mobilnya tepat di samping mobil Alan, dan bagi semua Karyawan kantor hal itu sudah biasa terjadi dan bagi mereka tidak ada hal serius yang akan terjadi.
" pagi pak " sapa Alan sopan seperti di biasanya seolah Brian hanya atasannya saja bukan saudara nya.
" pagi, langsung datang ke ruangan ku " ucap Brian tanpa melihat ke arah Alan yang membuat Alan sedikit heran dengan sipak yang ditunjukan Brian padanya, tapi Alan tak ingin ambil pusing dengan sikap Brian pun kini hanya bisa mengikuti apa yang Brian inginkan darinya.
Jujur dalam setiap langkah Brian semakin ragu apa iya harus melakukan hal yang sudah iya pikirkan semalaman hanya demi mengamankan posisinya di perusahaan tapi di sisi lain Brian juga tak ingin jika resign nya Alan akan mempengaruhi perusahaan yang memang sejujurnya di kendalikan oleh Alan selama ini.
" duduk " ucap Brian yang tau jika Alan sejak tadi mengikutinya dari belakang.
" terima kasih " ucap Alan formal dan seolah tak ingin basa basi Alan pun langsung menyodorkan secarik kertas surat pengunduran dirinya dari perusahaan.
" aku tidak akan pernah menerima surat pengunduran diri itu karena kamu akan selamanya bekerja pada perusahaan ini " ucap Brian yang kini sudah mantap menjalankan rencana yang sudah iya pikirkan semalaman.
" tapi pak, resign adalah hak saya jika saya merasa tak cocok lagi bekerja di perusahaan ini " ucap Alan yang tau jika tak akan mudah baginya lepas dari Brian.
" aku akan membawa mama Nabila masuk ke dalam rumah kami dan kami akan benar benar menganggap nya bagian dari keluarga kami selama kamu tetap bekerja di perusahaan ini dan berada di bawah ku " ucap Brian yang sadar jika dirinya kurang bisa menjalankan perusahaan ini.
Alan tersenyum masam mendengar apa yang di katakan Brian dengan menggunakan mamanya hanya untuk menahan dirinya agar tidak semakin berkembang setelah keluar dari perusahaan ini.
__ADS_1
" saya tidak pernah menyangka jika pak Brian yang terhormat akan melakukan hal semacam ini hanya demi mengamankan posisinya " ucap Alan yang jujur sedikit kecewa dengan apa yang Brian katakan tadi.
" terserah kamu mau berpikir apa tentang ku, tapi satu yang harus kamu tau jika papa tidak akan bisa hidup sederhana di rumah mama mu yang kecil itu dan juga mama mu tidak akan bisa hidup tanpa uang " ucap Brian yang malah membuat Alan sedikit emosi karena Brian menekan dirinya dengan menggunakan kedua orang tuanya yang baru bisa kembali bersama.
" aku pikir anda sudah benar benar menerima mama dengan tulus, tapi ternyata ada niat tersembunyi yang sedang anda rencanakan di belakang kami semua " ucap Alan yang kini sudah bangkit dari duduknya.
" kita lihat apa mama dan papa bisa bertahan di tempat yang menurut anda sangat sederhana itu ? Ya.. Anggap saja itu ujian yang harus mereka lewati di awal pernikahan mereka yang sudah tak muda lagi " ucap alan.
" dan untuk surat resign saya, terserah anda mau menerimanya atau tidak tapi mulai detik ini saya keluar dari perusahaan ini " ucap Alan yang tak ingin di tekan apalagi jika menggunakan kedua orang tuanya.
" dan jika anda pikir setelah saya keluar dari perusahaan ini saya akan menghancurkan perusahaan ini, anda tenang saja saya orang yang sangat sportif dan saya akan bersaing secara sehat demi kemajuan perusahaan saya nanti " ucap Alan yang malah membuat Brian semakin salah paham.
" jadi kamu sudah punya perusahaan sendiri ?" tanya Brian semakin takut jika Alan akan menghancurkan perusahaan nya nanti.
Alan memilih tak menjawab apa yang di tanyakan Brian padanya tapi hanya memberikan sebuah senyuman yang entah Brian anggap apa arti senyuman Alan.
" kak.. " untuk pertama kalinya Alan memanggil Brian dengan panggilan kakak seperti cecilia memanggil dirinya dengan sebutan kakak.
Entah apa yang di rasakan Brian saat mendengar Alan memanggil dirinya dengan panggilan kakak, tapi satu yang pasti hatinya tersentuh dengan apa yang Alan lakukan dimana Alan tak membencinya atas semua yang sudah Brian lakukan tapi Alan seolah menerima dirinya sebagai kakak meski lain ibu
" jika yang kakak takutkan adalah keberadaan Alan yang mungkin akan mengancam posisi dan keberadaan kakak, kakak tenang saja " ucap Alan yang merasa jika dirinya dianggap sebuah ancaman bagi Brian.
" Alan sadar jika Alan hanya anak di luar nikah yang tidak memiliki hak apapun atas harta yang papa miliki selama ini " ucap Alan dengan 0rnuh kesadaran.
__ADS_1
" dan kalaupun Alan nanti memiliki atau pun mendapatkan hal itu, hak yang akan Alan miliki tidak akan jauh lebih besar dari kakak dan juga cecilia " ucap Alan.
" jadi kakak tenang saja dan Alan juga yakin papa sangat bangga pada kakak yang sudah bisa mempertahankan perusahaan ini sampai saat ini" ucap Alan.
Setelah Alan mengatakan apa yang ada dalam hatinya, Alan pun berbalik dan bersiap membuka pintu tapi ternyata pintu itu sudah terbuka meski hanya sedikit, tapi apa yang ada di balik pintu membuat Alan dan Brian tak percaya jika di sana ada papa mama dan juga cecilia yang mereka berdua yakini jika apa yang Alan bicarakan terutama bagian terakhir bisa mereka dengar semua.
" pah.. "
" mah.. " panggil Brian dan juga Alan secara bersamaan tapi tak lama pandangan Brian mengarah pada cecilia yang mungkin langsung memberitahu pada papanya dengan perubahan sikap yang Brian tunjukan kemarin.
" kamu sengaja mengadukan Kaka pada papa ?" tuduh Brian pada cecilia.
" cecilia tidak mengatakan apapun pada kami " ucap Nabila yang langsung menarik cecilia kebelakang tubuhnya saat melihat tatapan tajam Brian untuk cecilia.
" apa kamu masih belum bisa menerima Alan dan juga mama Nabila ? Apa menurut kamu mereka merupakan suatu ancaman untuk posisi dan kedudukan kamu di perusahaan dan di akta waris papa nanti ? "
" Brian tidak bermaksud seperti itu pah.. "
" hanya saja ..
✍️✍️✍️ hayooo kalo udah ketangkep basah kayak gini mau ngasih alesan apa coba ??🤔🤭🤭 apa yang akan pak Edric dan Nabila lakukan mengenai sikap yang di tunjukan Brian pada Alan ? Dan apakah pak Edric bisa membuat Brian mengerti jika Alan bukan lah suatu ancaman tapi Alan akan menjadi bagian dari support sistem bagi keluarga dan juga perusahaan nya kelak.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘