
Setelah berhasil meyakinkan Reina jika tidak akan terjadi apapun saat mereka nanti bertemu dengan Brian, kini disinilah mereka di sebuah restoran yang menyediakan ruangan private yang cukup mewah dimana Brian khusus memesan tempat ini untuk bisa bertemu dengan Reina.
" malam pak " sapa alan sambil menyodorkan tangannya yang langsung di sambut uluran tangannya oleh Brian.
" malam juga " ucap Brian tapi tatapannya tak berkedip menatap kecantikan Reina yang terlihat sangat natural.
" ehhmmm " Alan berdehem agar Brian tersadar jika di sana ada dirinya suami dari wanita yang sedang iya pandangi.
" perkenalkan ini istri saya Reina dan juga ini anak saya Reva " ucap Alan yang langsung mendapat anggukan dari Brian.
" kenalkan Brian Wiliam " ucap Brian sambil mengulurkan tangannya pada Reina tapi yang membuat Brian menatap kagum pada penolakan halus yang Reina lakukan.
" salam kenal, Reina istri dari Alan " ucap Reina sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
" ayo silahkan duduk " ucap Brian yang masih menatap penuh kagum pada Reina.
" pantas saja Alan mencintaimu begitu dalam ternyata memang kamu pantas di cintai " ucap Brian yang tak segan memuji Reina di hadapan Alan.
" ya, dan saya sangat mencintai nya " ucap Alan sambil mencium punggung tangan Reina seolah menunjukan pada Brian jika Reina itu miliknya.
" ya aku tau dan aku bisa melihatnya " ucap Brian yang tau maksud dari kata kata alan.
" tapi sebelum kita makan malam kita tunggu kedatangan seseorang dulu ya " ucap Brian yang sengaja mengundang seseorang tanpa sepengetahuan Alan dan Reina.
" maaf aku terlambat " ucap Cecilia yang mendadak ingin ikut makan malam setelah tau jika kakaknya akan makan malam dengan Alan dan juga Reina.
Alan dan Reina saling tatap dan tak lama tatapan mereka tertuju pada Brian yang tak mengatakan jika Cecilia akan ikut bergabung bersama mereka.
" kalian tenang saja aku yakin Cecilia tidak akan berbuat macam macam " ucap Brian.
" ayo kita makan malam, Cecilia sudah sangat lapar " ucap Cecilia yang memilih duduk di depan Alan sedangkan Brian di hadapan Reina yang sedang memangku Reva.
" sayang, biar Reva papa yang pangku " ucap Alan yang selalu menomor satukan kenyamanan Reina dimanapun dan kapanpun dan hal itu tak luput dari pandangan Cecilia dan Brian.
" sudah drama nya ?" ucap Cecilia yang merasa cemburu dengan apa yang di lakukan Alan pada Reina.
" Cecil " Brian menggelengkan wajahnya berharap Cecilia tidak membuat kegaduhan di acara makan malam mereka.
__ADS_1
" maaf kak " ucap Cecilia yang kini sudah mulai makan malam.
" makan yang banyak, biasanya pengantin baru perlu banyak tenaga saat malam " ucap Brian yang menyodorkan satu piring steak yang baru saja iya potong potong.
Reina yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menyodorkan pada Alan dan Reina memilih memakan steak milik Alan.
" untuk papa saja biar papa tidak harus memotong steak nya, apalagi papa sedang memangku reva" ucap Reina karena bagaimanapun tak pantas baginya mendapat perlakuan Seperti itu dari laki lain lain apa lagi hal itu di lakukan di hadapan suaminya sendiri.
Melihat apa yang di lakukan atasannya membuat Alan sedikit menyesali apa yang di lakukan nya yaitu mengenalkan dan membawa Reina bertemu dengan atasannya.
" jangan salah paham, aku tau kamu sangat mencintai nya " ucap Brian yang menyadari kesalahan yang iya lakukan.
" iya pak " ucap Alan yang sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan makan malam yang dirasa mulai kurang nyaman.
" oh iya Alan ada yang ingin saya bicarakan sama kamu sebentar " ucap Brian setelah mereka menyelesaikan makan malam nya.
Mau tak mau Alan pun mengikuti perintah atasannya dan harus meninggalkan Reina dan Reva bersama dengan Cecilia.
" hai, ketemu lagi " ucap Cecilia yang sengaja meletakan handphone nya di atas meja dengan layar yang di biarkan menyala.
" Hem.. " ucap Reina yang lebih memilih diam tanpa ingin berbicara dengan Cecilia.
" ya aku tau jika kamu masih belum sepenuhnya menerima Alan menjadi suami mu "
" bahkan aku yakin jika kamu masih belum bisa mencintai Alan, benar kan ?"
" meski Alan katanya sangat mencintaimu tapi dalam pernikahan cinta satu pihak tidak lah cukup " ucap Cecilia.
" aku tau jika hingga saat ini kamu masih belum mencintai Alan dan kamu juga belum menikah secara negara, benar kan ?" tanya Cecilia.
" aku akui kami memang belum menikah secara negara karena lusa kami baru akan menikah di KUA "
" tapi untuk masalah cinta, menurutku tidak akan sulit bagiku mencintai Alan karena Alan pun melimpahkan rasa cintanya padaku tanpa menuntutku untuk bisa segera mencintainya " ucap Reina sedangkan Reva kini sudah tertidur dalam pangkuan nya.
" benarkah ?"
" apa kamu yakin Alan tidak akan kecewa saat tau jika istri yang di cintainya masih belum bisa mencintainya seperti dirinya yang sangat mencintai kamu " ucap Cecilia.
__ADS_1
Degg
Reina tidak pernah berpikir jika mungkin saja Alan merasa kecewa padanya tapi Alan selalu menutupinya selama ini demi membuat nya nyaman berada di samping Alan.
" laki laki normal pasti akan lelah menunggu cinta itu hadir di antara keduanya tanpa ada usaha dari lawan jenisnya " ucap Cecilia yang malam ini lebih seperti seorang teman yang mencoba mengingatkan Reina tentang sikapnya pada Alan.
" sekalipun hubungan kalian sudah jauh lebih dalam dengan penyatuan tapi semua itu masih belum lengkap jika tidak di dasari rasa cinta "
" dan mengungkapkan rasa cinta pada pasangan itu sangat penting " ucap Cecilia yang kini terlihat jelas sisi kedewasaan nya.
" aku sadar, aku tidak akan mungkin memiliki Alan "
" bahkan jika aku memaksa Alan pun mungkin kehidupan kami tidak akan bahagia karena cinta itu bukan untukku tapi untukmu "
" jadi hargai cinta alan sebelum kamu benar benar kehilangan cinta itu " ucap Cecilia.
" terima kasih " ucap Reina seolah mendapat pencerahan dari mantan rivalnya atau lebih tepatnya dari wanita yang sempat ingin merusak pernikahan nya dengan Alan.
" aku yakin Alan akan sangat bahagia jika kamu bisa mengungkapkan rasa yang kamu miliki, meskipun rasa itu baru saja tumbuh di hatimu " ucap Cecilia.
" ngomongin apa sih kalian seperti nya serius sekali ?" tanya Brian yang baru saja menyelesaikan pembicaraan nya dengan Alan di ruangan yang lain.
" biasalah masalah perempuan " ucap Cecilia yang kini sudah jauh lebih baik lagi dalam bersikap.
" pah, pulang yu " ajak Reina saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
" baiklah " ucap Alan yang langsung mengambil alih Reva dari gendongan Reina.
" baiklah pak kami pamit " ucap Alan tanpa banyak bicara yang langsung mendapat anggukan dari Brian dan Cecilia, Reina yang merasa ada perubahan di diri Alan setelah berbicara dengan Brian pun menjadi penasaran apalagi Alan yang terus saja mendiaminya.
" pah.. Apa ada masalah ?"
✍️✍️✍️ kok aneh ya, Cecilia mendadak baik pada Reina bahkan tak segan menasehati Reina bagaimana cara bersikap pada Alan, dan ada apa dengan Alan yang malah menjadi pendiam setelah berbicara dengan Brian atasannya.🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘